|
PROPERTI
Tiga Hari
Pameran Terjual 2.100 Unit
Rusunami Banjir Peminat
Oleh
Satoto Budi/Ellen Piri
Jakarta-Minat masyarakat untuk memiliki rumah susun
sederhana milik (rusunami) saat ini semakin meningkat.
Terbukti dalam penyelenggaraan "Pameran Hunian Bersubsidi"
yang digelar di Balai Kartini, Jakarta, 10-13 April 2008,
animo pengunjung terhadap rusunami atau apartemen rakyat
bersubsidi ini begitu besar.
Setidaknya, di stan Ke-menterian Negara Pe-rumahan Rakyat (Kemennegpera),
para pengunjung begitu an-tusias menanyakan berbagai informasi
tentang rusunami. Dari sekadar menanyakan lokasi pembangunan
rusunami di Jakarta, hingga meminta nomor kontak pengembang.
Bahkan, tidak sedikit pula pengembang yang datang untuk
menyatakan ketertarikannya ikut membangun rusunami.
Ketertarikan masyarakat terhadap rusunami, menurut Direktur
Pemasaran Perum Perumnas Teddy Robinson menunjukkan bahwa
program 1.000 menara yang dicanangkan pemerintah mulai
diterima dan itu bukti solusi cerdas pemerintah.
“Dengan program ini, mereka yang tinggal di Bekasi, Tangerang
dan Depok tetapi bekerja di Jakarta, akan sangat terbantu,”
kata dia saat ditemui di Balai Kartini, Minggu (13/4) malam.
Ia kemudian mencontohkan ketertarikan masyarakat mengenai unit
rusunami Bandar Kemayoran yang hingga akhir pameran mencapai
1.500 unit. “Baru satu jam setelah pameran saja peminat Bandar
Kemayoran sudah 40 unit.
Mereka bahkan sudah berani memberikan tanda jadi Rp 1 juta,”
kata dia, Selasa (15/4). Menurut dia, hal itu bisa saja
terjadi karena lahan permukiman kini semakin sempit, tidak
mendukung pembangunan landed house, sehingga harus memukimkan
masyarakat di rumah susun, yang dibangun secara vertikal.
Bukti lain dari ketertarikan masyarakat akan rusunami, menurut
Managing Director Panangian Proexpo Teddy Sulaiman, bisa
dilihat dari besarnya transaksi di pameran tersebut yang
berhasil mencatat penjualan senilai Rp 438 miliar.
Dari jumlah itu terbanyak disumbang oleh terjualnya apartemen
bersubsidi 2.100 unit yang berlokasi di Kemayoran, Pulogebang,
Cengkareng, Kelapa Gading, dan Kalibata,” kata Managing
Director Panangian Proexpo, Teddy Sulaiman, Senin.
Menurut Teddy, dari 2.100 unit rusunami yang terjual, 600 unit
diantaranya yang dibangun oleh pengembang Agung Podomoro Group
di Kelapa Gading dan Kalibata. “Bukti bahwa masyarakat cukup
antusias terhadap ketersediaan rumah hunian bersubsidi ini
terlihat dari jumlah pengunjungnya yang mencapai 50.000 orang,”
kata dia.
Menurut Pengamat Pro-perti Panangian Sima-nungkalit, banyaknya
pertanyaan mengenai ketersediaan pasokan hunian bersubdisi
yang dilontarkan ma-syarakat menunjukkan bah-wa pemerintah
kurang me-nyosialisasikan keberadaan hunian bersubsidi.
“Tidak hanya pemerintah, pengembang juga kurang melakukan
sosialisasi mengenai hunian bersubsidi. Hal itu bisa dilihat
dari jumlah pengunjung pameran yang mencapai 50.000 orang,”
ujarnya. Bahkan, kata dia, pada hari terakhir ada pengembang
yang berhasil membukukan transaksi hingga Rp 48 miliar.
Untuk rumah sederhana sehat (RSh) dari 48 pengembang yang ikut
pameran, kata Teddy, yang terjual mencapai 900 unit yang
tersebar di Tangerang, Bekasi, dan Bogor. Untuk rumah menengah
dalam pameran itu terjual sebanyak 80 unit.(ant) |
|