Rabu, 16 April  2008

E K O N O M I    &    B I S N I S

No.  5872

 

 
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Nasional
Ekonomi
Uang & Efek
Jabotabek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Iptek
Hiburan
Feature
Mandiri
Ritel
Hobi
Wisata
Eureka
Kesehatan
Cafe & Resto
Hotel & Resor
Asuransi
Otomotif
Properti
Promarketing
Budaya
CEO
Opini
Foto
Karikatur
Komentar Anda
Tentang SH

 

  PROPERTI  

Tiga Hari Pameran Terjual 2.100 Unit
Rusunami Banjir Peminat


Oleh
Satoto Budi/Ellen Piri

Jakarta-Minat masyarakat untuk memiliki rumah susun sederhana milik (rusunami) saat ini semakin meningkat.
Terbukti dalam penyelenggaraan "Pameran Hunian Bersubsidi" yang digelar di Balai Kartini, Jakarta, 10-13 April 2008, animo pengunjung terhadap rusunami atau apartemen rakyat bersubsidi ini begitu besar.
Setidaknya, di stan Ke-menterian Negara Pe-rumahan Rakyat (Kemennegpera), para pengunjung begitu an-tusias menanyakan berbagai informasi tentang rusunami. Dari sekadar menanyakan lokasi pembangunan rusunami di Jakarta, hingga meminta nomor kontak pengembang. Bahkan, tidak sedikit pula pengembang yang datang untuk menyatakan ketertarikannya ikut membangun rusunami.
Ketertarikan masyarakat terhadap rusunami, menurut Direktur Pemasaran Perum Perumnas Teddy Robinson menunjukkan bahwa program 1.000 menara yang dicanangkan pemerintah mulai diterima dan itu bukti solusi cerdas pemerintah.
“Dengan program ini, mereka yang tinggal di Bekasi, Tangerang dan Depok tetapi bekerja di Jakarta, akan sangat terbantu,” kata dia saat ditemui di Balai Kartini, Minggu (13/4) malam.
Ia kemudian mencontohkan ketertarikan masyarakat mengenai unit rusunami Bandar Kemayoran yang hingga akhir pameran mencapai 1.500 unit. “Baru satu jam setelah pameran saja peminat Bandar Kemayoran sudah 40 unit.
Mereka bahkan sudah berani memberikan tanda jadi Rp 1 juta,” kata dia, Selasa (15/4). Menurut dia, hal itu bisa saja terjadi karena lahan permukiman kini semakin sempit, tidak mendukung pembangunan landed house, sehingga harus memukimkan masyarakat di rumah susun, yang dibangun secara vertikal.
Bukti lain dari ketertarikan masyarakat akan rusunami, menurut Managing Director Panangian Proexpo Teddy Sulaiman, bisa dilihat dari besarnya transaksi di pameran tersebut yang berhasil mencatat penjualan senilai Rp 438 miliar.
Dari jumlah itu terbanyak disumbang oleh terjualnya apartemen bersubsidi 2.100 unit yang berlokasi di Kemayoran, Pulogebang, Cengkareng, Kelapa Gading, dan Kalibata,” kata Managing Director Panangian Proexpo, Teddy Sulaiman, Senin.
Menurut Teddy, dari 2.100 unit rusunami yang terjual, 600 unit diantaranya yang dibangun oleh pengembang Agung Podomoro Group di Kelapa Gading dan Kalibata. “Bukti bahwa masyarakat cukup antusias terhadap ketersediaan rumah hunian bersubsidi ini terlihat dari jumlah pengunjungnya yang mencapai 50.000 orang,” kata dia.
Menurut Pengamat Pro-perti Panangian Sima-nungkalit, banyaknya pertanyaan mengenai ketersediaan pasokan hunian bersubdisi yang dilontarkan ma-syarakat menunjukkan bah-wa pemerintah kurang me-nyosialisasikan keberadaan hunian bersubsidi.
“Tidak hanya pemerintah, pengembang juga kurang melakukan sosialisasi mengenai hunian bersubsidi. Hal itu bisa dilihat dari jumlah pengunjung pameran yang mencapai 50.000 orang,” ujarnya. Bahkan, kata dia, pada hari terakhir ada pengembang yang berhasil membukukan transaksi hingga Rp 48 miliar.
Untuk rumah sederhana sehat (RSh) dari 48 pengembang yang ikut pameran, kata Teddy, yang terjual mencapai 900 unit yang tersebar di Tangerang, Bekasi, dan Bogor. Untuk rumah menengah dalam pameran itu terjual sebanyak 80 unit.(ant)

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2003