Rabu, 06 Februari  2008

Memperjuangkan Kemerdekaan dan Keadilan Kebenaran dan Perdamaian Berdasarkan Kasih

No.  5816

 

 
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Nasional
Ekonomi
Uang & Efek
Jabotabek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Iptek
Hiburan
Feature
Mandiri
Ritel
Hobi
Wisata
Eureka
Kesehatan
Cafe & Resto
Hotel & Resor
Asuransi
Otomotif
Properti
Budaya
CEO
Opini
Foto
Karikatur
Komentar Anda
Tentang SH

 

Umat Kristiani Memaafkan ”Tempo”
 


Jakarta - Umat Kristiani memaafkan majalah Tempo yang melukiskan Soeharto dan keluarganya pada sampul depan majalah berita itu dengan meniru adegan pada lukisan The Last Supper yakni perjamuan malam terakhir antara Yesus dan para muridnya, karya Leonardo Da Vinci.
“Karena Tempo sudah minta maaf maka kita umat Kristiani harus bisa memaafkan. Kemarin sudah dialog dan saling mengerti,” demikian Romo Benny Susetyo dari KWI ketika dihubungi Rabu (6/2) di Jakarta.
Romo Benny menjelaskan bahwa lukisan Da Vinci itu sendiri adalah karya seni yang menginterprestasikan sebuah peristiwa yang diceritakan dalam Alkitab. Sedangkan lukisan Soeharto dan keluaga adalah plesetan terhadap karya seni Leonardo Da Vinci.
“Umat Kristiani sudah cukup dewasa melihat perbedaan pandangan, terhadap interprestasi karya-karya seni dan menghargai kebebasan berekspresi. Yang penting niatnya bukan untuk menyakiti hati umat Kristiani “ jelasnya.
Selasa (5/2) kemarin majalah Tempo telah meminta maaf soal gambar pada sampul edisi 4-10 Februari 2008. “Saya sebagai Pemimpin Redaksi Tempo meminta maaf atas segala hal yang ditimbulkan oleh pemuatan sampul edisi khusus Soeharto yang beredar sejak Senin kemarin,” kata Pemimpin Redaksi Majalah Tempo Toriq Hadad kepada media.
Menurutnya, sampul majalah itu dibuat sebagai interpretasi dari lukisan Leonardo Da Vinci, bukan sebagai interpretasi dari kitab suci umat Kristiani. “Tempo sama sekali tidak melakukan kesengajaan untuk menciderai umat Kristiani dalam pembuatan sampul ini. Untuk segala hal yang menimbulkan ketersinggungan, menimbulkan rasa tidak nyaman, menimbulkan sakit hati, saya sebagai pemimpin redaksi Tempo, memohon maaf,” ujar Toriq.
Rencananya, selain menyampaikan secara lisan, Toriq berjanji akan menampilkan permintaan maaf tersebut di edisi Tempo selanjutnya. Kemarin, sejumlah pimpinan organisasi Katholik mendatangi kantor Tempo mempertanyakan maksud pemuatan gambar itu. (web warouw)

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2003