|
Umat Kristiani
Memaafkan ”Tempo”
Jakarta - Umat Kristiani memaafkan majalah Tempo yang melukiskan
Soeharto dan keluarganya pada sampul depan majalah berita itu dengan
meniru adegan pada lukisan The Last Supper yakni perjamuan malam
terakhir antara Yesus dan para muridnya, karya Leonardo Da Vinci.
“Karena Tempo sudah minta maaf maka kita umat Kristiani harus bisa
memaafkan. Kemarin sudah dialog dan saling mengerti,” demikian Romo
Benny Susetyo dari KWI ketika dihubungi Rabu (6/2) di Jakarta.
Romo Benny menjelaskan bahwa lukisan Da Vinci itu sendiri adalah
karya seni yang menginterprestasikan sebuah peristiwa yang
diceritakan dalam Alkitab. Sedangkan lukisan Soeharto dan keluaga
adalah plesetan terhadap karya seni Leonardo Da Vinci.
“Umat Kristiani sudah cukup dewasa melihat perbedaan pandangan,
terhadap interprestasi karya-karya seni dan menghargai kebebasan
berekspresi. Yang penting niatnya bukan untuk menyakiti hati umat
Kristiani “ jelasnya.
Selasa (5/2) kemarin majalah Tempo telah meminta maaf soal gambar
pada sampul edisi 4-10 Februari 2008. “Saya sebagai Pemimpin Redaksi
Tempo meminta maaf atas segala hal yang ditimbulkan oleh pemuatan
sampul edisi khusus Soeharto yang beredar sejak Senin kemarin,” kata
Pemimpin Redaksi Majalah Tempo Toriq Hadad kepada media.
Menurutnya, sampul majalah itu dibuat sebagai interpretasi dari
lukisan Leonardo Da Vinci, bukan sebagai interpretasi dari kitab
suci umat Kristiani. “Tempo sama sekali tidak melakukan kesengajaan
untuk menciderai umat Kristiani dalam pembuatan sampul ini. Untuk
segala hal yang menimbulkan ketersinggungan, menimbulkan rasa tidak
nyaman, menimbulkan sakit hati, saya sebagai pemimpin redaksi Tempo,
memohon maaf,” ujar Toriq.
Rencananya, selain menyampaikan secara lisan, Toriq berjanji akan
menampilkan permintaan maaf tersebut di edisi Tempo selanjutnya.
Kemarin, sejumlah pimpinan organisasi Katholik mendatangi kantor
Tempo mempertanyakan maksud pemuatan gambar itu. (web warouw) |
|