Selasa, 22 Januari  2008

J A B O T A B E K

No.  5802

 

 
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Nasional
Ekonomi
Uang & Efek
Jabotabek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Iptek
Hiburan
Feature
Mandiri
Ritel
Hobi
Wisata
Eureka
Kesehatan
Cafe & Resto
Hotel & Resor
Asuransi
Otomotif
Properti
Promarketing
Budaya
CEO
Opini
Foto
Karikatur
Komentar Anda
Tentang SH

 

Menunggu Bukti Janji Manis Ismet-Rano Karno


Oleh
PArluhutan Gultom

TANGERANG - Pemungutan suara sebagai proses utama dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Tangerang, berakhir sudah. Bahkan, hingga 83 persen dari total 2,2 juta daftar pemilih tetap (DPT) yang dihitung secara manual oleh KPUD, bisa dipastikan pasangan incumbent Ismet Iskandar–Rano Karno akan menang telak.
Hingga Selasa (22/1) dini hari pukul 00.30, suara untuk mereka sudah mencapai 684.708 atau sebanyak 56,53 persen, disusul pasangan Jazuli Juwaeni-Airin Rachmi Diany sebanyak 470.381 atau 38,84 persen dan ditutup oleh pasangan Usamah Hisyam-Habib Alwi dengan suara sebanyak 56.110 atau sekitar 4,63 persen.
Seiring dengan kian dekatnya kemenangan yang akan diraih pasangan incumbent, kini warga Kabupaten Tangerang tengah menunggu janji manis yang telah diumbar oleh Ismet Iskandar-Rano Karno, pada saat kampanye.
Dalam janji kampanyenya pasangan nomor 1 ini akan memperbaiki kualitas kehidupan beragama, menciptakan tata pemerintahan yang bersih, transparan dan bertanggung jawab, meningkatkan pembangunan infrastruktur yang sudah ada, pemberdayaan perempuan, peningkatan mutu pendidikan dan kesehatan serta meningkatkan kesejahteraan warga.
“Sekarang kami tunggu janji-janji manis yang dulu pernah ditebar. Kami berharap janji kampanye itu bukan sekadar ‘kecap manis’ demi merebut simpati warga, melainkan benar-benar demi kesejahteraan warga,” kata Muhammad Fitrah Aiman Rangkuti, warga Perumahan Catalina, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang.
Hal senada dilontarkan Suraji, warga Desa Pakulonan, Kecamatan Serpong, Kabupaten Tangerang. Harapan warga yang satu ini tidak muluk-muluk, yaitu agar pasangan Ismet Iskandar-Rano Karno konsisten dengan segera melanjutkan pembangunan infrastruktur jalan secara merata hingga ke permukiman penduduk.
“Membangun jalan sih gampang, toh biayanya tidak menggunakan duit dari kantong pribadi, melainkan sudah disiapkan dari kas APBD. Tapi yang sulit justru mengontrol apakah kualitas pembangunan itu sesuai dengan spek atau tidak,” ujarnya.
Lebih jauh ayah dua anak yang akrab dipanggil Mas Oji ini mengatakan, biasanya pengusaha (kontraktor-red) bertindak nakal dengan mengurangi kualitas bahan baku bangunan demi mengeruk keuntungan pribadi. Hingga dampak yang akan timbul adalah, hasil pembangunan tidak akan bertahan lama.
“Ini adalah kenyataan. Saya rasa mayoritas warga Kabupaten Tangerang bisa merasakannya. Banyak ruas jalan di Kabupaten Tangerang yang belum lama rampung dibangun, tapi sudah rusak kembali. Contohnya adalah ruas Jalan Raya Legok. Belum setahun digunakan, sekarang sudah banyak yang berlubang dan rusak. Hal seperti ini harusnya menjadi perhatian serius pemerintah,” kata Oji lagi.

Lanjutkan Pembangunan
Harapan warga soal kelanjutan pembangunan, khususnya pada infrastruktur jalan, langsung disambut serius oleh Bupati Tangerang Ismet Iskandar yang berada pada posisi incumbent dalam Pilkada Kabupaten Tangerang periode 2008-2013.
Menurutnya, kelanjutan pembangunan infrastruktur jalan akan menjadi salah satu prioritas bagi program kerjanya ke depan. Bahkan, kini Ismet sudah menentukan sejumlah titik ruas jalan yang harus segera dilanjutkan, di antaranya adalah ruas jalan Sepatan-Mauk dan Cadas-Mauk.
“Pembangunan kedua ruas jalan itu kini tinggal beberapa kilometer lagi rampung. Untuk itu, kami akan memfokuskan perhatian untuk melanjutkan pembangunan kedua jalan itu, sebelum melirik program pembangunan lainnya,” ujar Ismet.
Sementara itu, agenda penting lain yang akan menjadi target Pemerintah Kabupaten Tangerang adalah merevisi rencana tata ruang wilayah Kabupaten Tangerang. Tujuannya tak lain demi memudahkan pembangunan kota baru di kawasan pantai utara Tangerang sekaligus merealisasikan pembangunan ruas Jalan Tol Serpong-Balaraja di bawah bendera induk perusahaan daerah (holding company) Kabupaten Tangerang.
“Jalan tol itu akan bersinergi dengan rencana pembentukan Kota Tangerang Selatan, yang kini pembentukannya tinggal menunggu izin dari pemerintah pusat. Sedangkan target jangka panjang kami adalah membangun pelabuhan ikan terbesar se-Banten, yang akan dipusatkan di wilayah Cituis, Kecamatan Pakuaji,” tambahnya. n

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2003