Kamis, 03 Januari  2008

E K O N O M I    &    B I S N I S

No.  5787

 

 
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Nasional
Ekonomi
Uang & Efek
Jabotabek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Iptek
Hiburan
Feature
Mandiri
Ritel
Hobi
Wisata
Eureka
Kesehatan
Cafe & Resto
Hotel & Resor
Asuransi
Otomotif
Properti
Promarketing
Budaya
CEO
Opini
Foto
Karikatur
Komentar Anda
Tentang SH

 

  OTOMOTIF 

Balapan Produksi Kendaraan Ramah Lingkungan



Jakarta-Di kawasan Asean, Thailand merupakan negara yang paling maju dalam industri otomotif. Di sana bercokol banyak pabrikan global yang merupakan kepanjangan tangan dari prinsipalnya (pemegang merek). Mereka tak terlalu risau soal mobil nasional, yang penting rakyat makmur dan investor terus menambah investasinya.
Contohnya Toyota Motor Corporation dan Mitsubishi Motors Corporation, Desember lalu. mengirimkan rencana produksi mobil ramah lingkungan kepada Thailand's Board of Investment. Jika rencana mereka disetujui, kedua perusahaan itu akan meningkatkan investasinya di di Thailand untuk menambah produksinya.
Ini yang tak bisa ditiru oleh pemerintah Indonesia. Bayangkan, menurut rencana Mitsubishi akan menambah modal hingga 20 miliar yen atau setara US$179 juta, dan Toyota juga akan mengucurkan dana segar sebesar 17 miliar yen. Mereka akan memproduksi mobil ramah lingkungan di kisaran 100.000 unit pertahun mulai 2010.
Mengapa ini bisa terjadi? Pasalnya, pemerintah Thailand memberi keringanan pajak untuk produsen mobil bila produksi dan mobil-mobilnya memenuhi syarat-syarat tertentu. Termasuk menggunakan mesin 1.3 liter atau lebih kecil, efisiensi bahan bakar paling sedikit 20 km/liter dan memproduksi paling sedikit 100.000 unit per tahun.
Program ini menarik minat banyak produsen mobil. Selain Toyota dan Mitsubishi, juga Honda, Suzuki, dan Nissan. Honda sudah menginvestasikan 6,7 miliar yen di Thailand. Suzuki dan Nissan diperkirakan masing-masing 9,5 miliar yen dan 5,5 miliar yen. Progam ini juga menarik minat produsen otomotif India, Tata, yang investasi US$ 39 juta.
Riuhnya para pabrikan berlomba membuat mobil ramah lingkungan, membuat pemain Korea ikut ambil bagian. Hyundai-Kia Automotive Group cukup jeli melihat hal itu dan menjadwalkan produksi massal mobil hibrida mulai 2009.
Untuk itu mereka memilih LG Chem, perusahaan kimia terbesar Korea Selatan untuk menjadi pemasok eksklusif baterai isi ulang mobil hbrida. Baterai itu nanti akan dipakai mobil-mobil hibrida Hyundai dan Kia. “Pesanan ini membuktikan keunggulan teknologi kami dalam baterai isi ulang untuk mobil,” ungkap LG Chem Vice Chairman Kim Ban-seok, belum lama ini.
Pasar global untuk baterai lithium polymer diperkirakan mencapai 1, 4 triliun won (US $1,5 miliar) pada 2012, saat produsen mobil memperluas pilihan ke model-model hibrida.
Untuk menyongsong era mobil hibrida, Mitsubishi Motors Coporation bersama induknya, Mitsubishi Corporation, menggandeng produsen batere GS Yuasa untuk mengembangkan baterai lithium ion berukuran besar untuk aplikasi di mobil. Ketiga perusahaan itu membentuk perusahaan patungan bernama Lithium Energy Japan yang akan mulai produksi pada 2009 dengan volume 200.000 unit pe rtahun.
(berbagai sumber/tot)

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2003