|
Cakrawala
Pejabat Jepang Percaya UFO
Tokyo - "Ya, UFO benar-benar ada," demikian kata Sekretaris
Utama Kabinet Jepang, Nobutaka Machimura, Selasa (18/12). Pernyataan
juru bicara pemerintah Jepang tersebut tentu saja mengundang tawa
para wartawan yang sedang mengikuti penjelasan reguler mengenai
kebijakan pemerintah.
Sebelumnya, kabinet yang menanggapi pertanyaan anggota parlemen
oposisi, mengeluarkan sebuah pernyataan yang tidak bisa
mengonfirmasi kasus-kasus benda terbang tak dikenal dari angkasa
luar (UFO).
"Ini masalah yang membuat negara tertarik - ini masalah pertahanan
dan sebuah operasi konfirmasi harus dilakukan," kata Ryuji Yamane,
seorang anggota parlemen dari oposisi utama Partai Demokratis yang
mengajukan masalah itu ke kabinet. "Namun, pemerintah bahkan tidak
berusaha mengumpulkan informasi yang diperlukan bagi konfirmasi itu,"
tambahnya. Machimura, yang ditanya tentang pandangan pemerintah
mengenai UFO pada jumpa pers rutin itu, mengatakan kepada wartawan
bahwa pemerintah hanya bisa memberikan jawaban klise.
"Secara pribadi, saya pasti percaya bahwa mereka sungguh-sungguh ada,"
katanya. Namun, perdana menteri Jepang masih tetap pada pandangan
resmi pemerintah. "Saya masih harus tunggu konfirmasi (bahwa UFO
benar-benar ada)," kata PM Yasuo Fukuda kepada wartawan dalam
pernyataan pada malam hari.
(ant/reuters)
Kongres AS Beri Penghargaan bagi Suu Kyi
WASHINGTON - Kongres Amerika Serikat (AS), Senin (17/12),
memutuskan untuk menganugerahkan Medali Emas Congressional –
penghargaan sipil tertinggi Kongres – bagi pemimpin pro-demokrasi
Myanmar Aung San Suu Kyi. Pemungutan suara itu menghasilkan suara
aklamasi 400-0, ini akan menjadi pesan tersendiri bagi pemimpin
militer Myanmar yang merepresi kemerdekaan politik di Myanmar dalam
dua dasawarsa terakhir.
Menurut Joseph Crowley, dengan memberi penghargaan kepada Suu Kyi,
“kita akan terus melakukan penekanan kepada junta militer Myanmar
untuk membebaskannya serta memberikan kemerdekaan dan demokrasi
kepada rakyat Burma.” Suu Kyi (62) merupakan peraih Nobel Perdamaian
1991, telah dikenai tahanan 12 tahun dalam 18 tahun terakhir. (ap/ega)
Polisi Bulgaria Ringkus Maling
Tank
Sofia - Polisi di Bulgaria menangkap dua orang Jerman dan seorang
perwira angkatan darat Bulgaria karena mencuri sebuah tank Perang
Dunia II dan berusaha mencuri yang lain. Demikian kata Kementerian
Pertahanan Bulgaria, Selasa (18/12). Tank pertama hilang antara
Oktober dan 13 Desember dan masih belum ditemukan, sementara tank
kedua hanya dicuri beberapa bagiannya, kata kementerian itu. Para
penyelidik mencurigai bahwa kendaraan lapis baja itu atau
bagian-bagiannya mungkin telah diselundupkan ke Jerman. Menurut
surat kabar Standard, ketiga tersangka itu ingin menjual tank-tank
Maybach itu ke kolektor Jerman. Kendaraan-kendaraan itu berada dalam
keadaan setengah terpendam sejak Perang Dunia II di dekat perbatasan
tenggara Bulgaria dengan Turki. (ant/afp)
Menlu Inggris Ucapkan Selamat Idul Adha
Jakarta - Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris David Miliband, Selasa
(18/12), mengucapkan selamat Idul Adha kepada seluruh umat Islam di
dunia, termasuk di Indonesia. “Dengan sangat senang hati saya
mengucapkan selamat merayakan Idul Adha. Saya tahu bahwa muslim di
seluruh dunia termasuk di Inggris akan saling berbagi dalam perayaan
Idul Adha ini dengan keluarga mereka,” kata Miliband.
Perayaan tersebut menandakan berakhirnya pelaksanaan ibadah haji ke
Mekah, salah satu tonggak keyakinan muslim. Idul Adha merayakan
cerita Nabi Ibrahim, tokoh yang biasa dikenal oleh umat Yahudi,
Kristen dan Islam. “Idul Adha juga sebuah kesempatan bagi kita untuk
mengakui dan merayakan dasar bersama antara keyakinan-keyakinan kita
dan nilai-nilai yang kita miliki. Saya ucapkan kepada seluruh muslim
di Indonesia, selamat hari raya Idul Adha,” kata Miliband.
(pr/ren)
2007, Tahun Paling Mematikan bagi Wartawan
NEW YORK – Komite Perlindungan Wartawan (Committee to Protect
Journalists/CPJ) menyatakan 64 wartawan tewas di 17 negara ketika
meliput berita di 2007, menjadikan tahun ini sebagai tahun paling
mematikan dalam dasawarsa ini.
Dalam laporan tahunannya, Senin (Selasa WIB), CPJ menyebutkan Irak
menjadi peringkat pertama dalam lima tahun terakhir dengan 31 angka
kematian. Meski angka ini satu lebih sedikit ketimbang tahun lalu.
Peringkat kedua adalah Somalia dengan tujuh angka kematian, disusul
Pakistan dan Sri Lanka masing-masing mencatat lima angka kematian.
Secara global angka 64 ini naik dibandingkan 56 tahun 2006. Meski
secara global ini masih di bawah rekor 66 angka kematian di 1994,
pertikaian memuncak di Algeria, Bosnia dan Rwanda. (ap/ega)
|
|