|
KONTAK PEMBACA
Pemeriksaan
Kasus BLBI Jangan Menabrak Hukum
Redaksi Yth,
Pemeriksaan atas kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI)
hendaknya jangan menabrak hukum. Jika terjadi pelanggaran hukum yang
dilakukan oleh aparat hukum dalam kasus ini, diprediksi akan
meruntuhkan semua bangunan kepercayaan dunia usaha nasional dan
internasional.
Sebaiknya, Kejakgung bijaksana dan berhati-hati dalam penanganan
masalah ini. Seperti diberitakan media massa, Direktur Penyidikan
pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) M Salim
menjelaskan bahwa pengusaha Anthony Salim diperiksa tim penyidik
Kejaksaaan Agung pada Kamis (6/12) terkait kasus BLBI. Pertanyaan
kita adalah, ada apa dengan Anthony Salim?
Pertanyaan ini sangat penting, karena seperti yang sudah menjadi
konsumsi media, setidaknya beberapa hal penting yang perlu diketahui
publik kembali. Pertama, BCA yang menerima BLBI telah menyelesaikan
sendiri pinjaman BLBI melalui program rekapitalisasi, di mana BLBI
dikonversi menjadi saham dalam BCA sehingga pemerintah memiliki
92,8% saham BCA.
Kedua, Keluarga Salim sebagai eks pemegang saham pengendali BCA
mengadakan perjanjian dengan pemerintah (Menkeu dan Ketua BPPN/Badan
Penyehatan Perbankan Nasional) dalam bentuk Master Settlement and
Acquisition Agreement (MSAA), yaitu penyelesaiaan kewajiban Keluarga
Salim dengan cara asset settlement, yang dinilainya setara dengan
jumlah Keluarga Salim, tanpa disertai jaminan pribadi.
Ketiga, Salim telah menyelesaikan seluruh kewajibannya berdasarkan
MSAA, oleh sebab itu BPPN menerbitkan Surat Keterangan Lunas (SKL)
pada tanggal 11 Maret 2004 yang menyatakan bahwa Keluarga Salim
telah menyelesaikan seluruh kewajibannya kepada BPPN sebagaimana
yang dipersyaratkan dalam perjanjian MSAA. Oleh karena itu, Keluarga
Salim diberikan pembebasan dan pelepasan dalam rangka pemberian
jaminan kepastian hukum.
Kini, masalah BLBI diributkan kembali dan menjadi perhatian
Kejakgung. Mudah-mudahan pemeriksaan yang dilakukan bisa memberikan
kejernihan dalam masalah ini, bukan malah menjadi sumber persoalan
yang lebih besar bagi bangsa ini. Bagaimana pun juga persoalan BLBI
melibatkan pemerintah (Menko Perek/Ketua KKSK, Menteri Kehakiman &
HAM, Menteri Anggota KKSK, Meneg BUMN, Jaksa Agung RI, Kapolri, BPPN),
lembaga internasional (ADB, IMF, World Bank), dan dunia usaha
nasional dan internasional (investor asing).
Teguh Bangun Nusantara
Koordinator
BLBI Monitor Network Jakarta
blbimonitor.blogspot.com
Kedewasaanlah Faktor Utama Pilkada
Redaksi Yth,
Kerusuhan pemilihan kepala daerah di beberapa daerah akhir-akhir ini
terjadi dan menarik perhatian, misalnya di Sulawesi Selatan dan
Maluku Utara. Pilkada yang kemudian disertai protes, unjuk rasa, dan
bentrokan terjadi di banyak tempat lain. Wajar bila hal itu membuat
perhatian banyak kalangan, seperti masyarakat umum, masyarakat
politik, dan pemerintah.
Kebanyakan bentrokan pilkada terjadi setelah pemilihan berlangsung,
tatkala hasil pencoblosan mulai dihitung dan tanda-tanda kemenangan
jatuh pada salah satu pasangan calon gubernur dan wakilnya atau
calon bupati dan wakilnya. Kerusuhan lebih banyak terjadi setelah
pencoblosan daripada tatkala berlangsung kampanye.
Latar belakang, alasan, sebab protes, kerusuhan, dan bentrokan itu
hampir-hampir klasik, ya itu-itu juga, yakni tuduhan terjadinya
kecurangan dan pelanggaran hukum. Penghitungan suara dinilai oleh
salah satu pasangan cela, digelembungkan, direkayasa. Panwaslu,
panitia pengawasan pilkada, tidak independen dan netral. Bahkan KPUD,
Komisi Pemilihan Umum Daerah, pun digugat.
Protes muncul disertai unjuk rasa. Unjuk rasa melanggar aturan
karena tak terkontrol, terjadilah bentrokan dengan petugas
ketertiban umum.
Apabila sampai terjadi ekses bentrokan dan kekerasan, tentunya hal
itu menjadi perhatian yang serius bagi semua pihak yang terlibat dan
berkepentingan. Oleh sebab itu, inilah tugas dari pihak-pihak yang
terlibat dalam pilkada untuk bekerja sesuai dengan jalur hokum yang
berlaku tanpa adanya penyimpangan dan kecurangan yang disengaja atau
karena kelalaian dalam seluruh proses pilkada. Kedewasaanlah faktor
utama dalam hal ini, terutama siap menang dan siap kalah.
Bagaimanapun juga, kemenangan salah satu kontestan adalah kemenangan
kita.
I Made Adiyaksa
Jl Wira Bhakti
Jatiwaringin, Jaktim
|
|