|
PERSPEKTIF
Tony Kusmiran
”Credit Union” ala Indonesia
Pengantar:
Tony Kusmiran, seorang muda yang mencoba mengembangkan gagasan
Credit Union (CU). Saya kira inilah kelompok masyarakat yang
berusaha untuk menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa harus
bergantung kepada pemerintah. Konsep CU adalah masyarakat yang
menjadi anggota membayar iuran wajib, simpanan pokok, dan menabung.
Darimana sebenarnya gagasan CU yang Anda dan teman-teman
kembangkan?
Pertama kali gagasan CU dari Jerman. Ketika itu ada seorang pastor
yang membawa konsep ini ke Indonesia sekitar tahun 1960-an. Pada
tahun tersebut, gagasan ini mulai dikembangkan, tetapi dalam
lingkup internal saja dulu.
Apakah itu menabung di CU atau bank?
Di CU. Saat kita menabung di CU, tabungan itu akan menjadi jaminan
untuk meminjam dalam jumlah yang masih wajar. CU sendiri
sebenarnya kumpulan orang saling percaya.
Dari mana modal awalnya sehingga teman-teman bisa mengembangkan
CU?
Modal awalnya dari anggota sendiri. Ketika menjadi anggota CU,
anggota tersebut membayar iuran wajib, simpanan pokok, dan
sebagainya. Dari sana, uang itu mulai dikelola. Yang boleh
meminjam hanya anggota, tidak boleh orang luar. Kalau mau meminjam,
dia harus menjadi anggota dulu. Jadi tidak langsung bisa meminjam
begitu saja.
Berapa jumlah nasabah atau anggota CU sekarang?
Anggota CU sudah lumayan banyak. Misalnya, anggota CU di Pancur
Kasih ada 60.000-an anggota, di Lantang Tipo sudah 55.000 lebih
anggota. Belum lagi yang lainnya.
Apakah kebanyakan dari mereka adalah petani dan pedagang?
Bermacam-macam profesi. Ada pedagang, pegawai, petani, guru juga
ada. Tentu ketika masuk untuk menjadi anggota, mereka harus
membayar simpanan pokok, uang pangkal, iuran, dan sebagainya yang
menjadi persyaratan. Setelah itu baru sah menjadi anggota.
Kemudian ada yang disebut simpanan saham. Saya pikir rakyat
mempunyai saham agak susah. Kalau di bank tidak disebut saham,
kita sebagai nasabah biasa. Tapi di CU justru kita pemegang saham.
Apakah ini seperti koperasi yang digagas oleh pemerintah?
Saya pikir keinginan pemerintah mungkin sama, yaitu ingin
mengembangkan ekonomi kerakyatan, namun dalam implementasinya
sepertinya beda karena ada konsep tersendiri di CU. Kalau CU
sumber uang benar-benar dari anggota, tanpa dukungan darimana pun.
Berapa banyak kira-kira dana masyarakat di setiap CU?
Yang paling kecil saja sekarang kira-kira Rp 5 miliar. Sebagai
contoh, jika CU baru beroperasi bulan ini, perkembangan enam bulan
ke depan sudah cepat sekali. Itu karena di sana ada yang namanya
pinjaman kapitalis. Inilah pola yang cukup baik untuk anggota
memiliki saham dan membiasakan anggota menabung.
Misalnya, ada anggota yang baru masuk, kemudian dinyatakan
meminjam Rp 5 juta. Pinjaman tersebut harus dibayar secara
mencicil. Mungkin kedengarannya agak unik karena harus mengutang
terlebih dahulu, tapi sebenarnya bukan begitu.
Pinjaman tersebut begitu lunas, devidennya akan menjadi milik kita.
Dari deviden tersebut, kita terpaksa harus menabung atau mencicil
dari satu sampai lima tahun. Jika memakai perhitungan per bulan,
berarti mencicil selama lima tahun adalah 60 bulan.
Berapa kira-kira total aset seluruh CU yang ada di Kalbar?
Hingga Maret 2007, dari 48 CU yang bernaung di bawah BK3D
mempunyai total aset sekitar kurang lebih 1,6 triliun rupiah.
Sekarang pasti sudah naik lagi. Cukup besar. n
|
|