|
Penembakan Tiga
Warga Sipil di Mamberamo
Jayapura – Tiga warga sipil terkena timah panas peluru dari oknum
polisi Polres Sarmi, di Distrik Mamberamo Hilir-Kabupaten Mamra di
hari kedua Idul Fitri, Minggu (14/10). Peristiwa itu terjadi pukul
10.00 WIT, di lokasi Camp PT Kodeco Mamberamo Alam Mandiri Distrik
Mamberamo.
Ketiga korban itu adalah Kabag Humas di PT Mamberamo Alam Mandiri
Yohanes Lolo Payung (45), menderita luka tembakan (tembus) di lutut
kaki kanannya, dan Lukas Balembah (34) warga Mamberamo Hilir
mengalami luka tembak di dada dan selangkangan kanan.
Selanjutnya Corneles Silo (50) mengalami luka tembak di bagian
bagian dada kiri hingga tembus dada kanan. Sedangkan ketiga korban
sendiri, saat ini telah berada di RSUD Dok II Jayapura setelah
diterbangkan dengan heliklopter dari Sarmi pada Senin (15/10) lalu.
Dua oknum aparat kepolisian Polres Sarmi yang melakukan penembakan,
yakni Bripka Zainudin dan Bripda Jupri.
Pejabat Bupati Mamberamo Raya (Mamra) Demianus Kieuw Kieuw, Selasa
(16/10), tiba di lokasi penembakan. Kedatangan Bupati Demianus di
lokasi kejadian membuat situasi pascabentrok agak mereda.
Sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Pol Max D Aer dalam jumpa persnya
kepada wartawan di Mapolda Papua menandaskan masyarakat dinilainya
tak kooperatif, sehingga anggotanya melakukan penembakan peringatan.
Tetapi karena tembakan itu tidak menyurutkan emosi masyarakat,
malahan mereka melakukan penyerangan kepada anggota, akibatnya
tembakan mengenai warga.
Kapolda berjanji akan tetap memproses secara hukum dua anggotanya
itu. “Keterangan yang ada akan kita tampung dari dua versi, dan saya
tetap memerintahkan agar kasus ini diproses,” tuturnya.
Dari informasi yang diperoleh SH, peristiwa terjadi ketika korban
Corneles Silo (50) karyawan harian PT Kodeco Mamberamo Alam Mandiri
(KMAM) mendatangi Yohanis Lolo Payung (45) Humas PT KMAM untuk
meminjam truk perusahaan, yang akan digunakan untuk mencari ikan di
KM 18.
Namun karena cuaca buruk, Yohanis tidak mengizinkan. Namun Corneles
menemui mandor perusahaan dan memaksa sopir membawa mereka ke KM
18.. Truk dipinjam selama dua hari. Saat hendak kembali, hujan turun
sehingga truk tidak bisa kembali, sementara sore harinya, truk akan
digunakan menjemput karyawan perusahaan kembali ke kamp.
Hari Sabtu (13/10), Kabag Humas bersama anggota polisi dan beberapa
orang lainnya menuju ke KM-18 dengan maksud memberitahukan kepada
masyarakat agar jangan memaksa bila meminta diantar dengan kendaraan.
Keesokan harinya, Minggu (14/10), masyarakat membawa panah, parang,
dan senjata tajam datang dan mengepung Kantor Humas. Situasi tak
terkendali sehingga terjadi cekcok dan berakhir dengan pemukulan
terhadap Corneles Silo.
Masyarakat makin emosi dan berusaha melakukan penyerangan, sehingga
anggota polisi mengeluarkan banyak tembakan, yang menyebabkan tiga
warga terkena tembakan. Pengamanan di Camp milik PT Kodeco itu
sebanyak 11 orang, yakni tujuh dari Polres Persiapan Sarmi, dua
orang dari Polsek Mamberamo Hilir, dan dua orang dari Koramil.
(odeodata h julia)
|
|