Rabu, 17 Oktober  2007

N U S A N T A R A

No.  5725

 

 
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Nasional
Ekonomi
Uang & Efek
Jabotabek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Iptek
Hiburan
Feature
Mandiri
Ritel
Hobi
Wisata
Eureka
Kesehatan
Cafe & Resto
Hotel & Resor
Asuransi
Otomotif
Properti
Budaya
CEO
Opini
Foto
Karikatur
Komentar Anda
Tentang SH

 

Penembakan Tiga Warga Sipil di Mamberamo



Jayapura – Tiga warga sipil terkena timah panas peluru dari oknum polisi Polres Sarmi, di Distrik Mamberamo Hilir-Kabupaten Mamra di hari kedua Idul Fitri, Minggu (14/10). Peristiwa itu terjadi pukul 10.00 WIT, di lokasi Camp PT Kodeco Mamberamo Alam Mandiri Distrik Mamberamo.
Ketiga korban itu adalah Kabag Humas di PT Mamberamo Alam Mandiri Yohanes Lolo Payung (45), menderita luka tembakan (tembus) di lutut kaki kanannya, dan Lukas Balembah (34) warga Mamberamo Hilir mengalami luka tembak di dada dan selangkangan kanan.
Selanjutnya Corneles Silo (50) mengalami luka tembak di bagian bagian dada kiri hingga tembus dada kanan. Sedangkan ketiga korban sendiri, saat ini telah berada di RSUD Dok II Jayapura setelah diterbangkan dengan heliklopter dari Sarmi pada Senin (15/10) lalu.
Dua oknum aparat kepolisian Polres Sarmi yang melakukan penembakan, yakni Bripka Zainudin dan Bripda Jupri.
Pejabat Bupati Mamberamo Raya (Mamra) Demianus Kieuw Kieuw, Selasa (16/10), tiba di lokasi penembakan. Kedatangan Bupati Demianus di lokasi kejadian membuat situasi pascabentrok agak mereda.
Sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Pol Max D Aer dalam jumpa persnya kepada wartawan di Mapolda Papua menandaskan masyarakat dinilainya tak kooperatif, sehingga anggotanya melakukan penembakan peringatan. Tetapi karena tembakan itu tidak menyurutkan emosi masyarakat, malahan mereka melakukan penyerangan kepada anggota, akibatnya tembakan mengenai warga.
Kapolda berjanji akan tetap memproses secara hukum dua anggotanya itu. “Keterangan yang ada akan kita tampung dari dua versi, dan saya tetap memerintahkan agar kasus ini diproses,” tuturnya.
Dari informasi yang diperoleh SH, peristiwa terjadi ketika korban Corneles Silo (50) karyawan harian PT Kodeco Mamberamo Alam Mandiri (KMAM) mendatangi Yohanis Lolo Payung (45) Humas PT KMAM untuk meminjam truk perusahaan, yang akan digunakan untuk mencari ikan di KM 18.
Namun karena cuaca buruk, Yohanis tidak mengizinkan. Namun Corneles menemui mandor perusahaan dan memaksa sopir membawa mereka ke KM 18.. Truk dipinjam selama dua hari. Saat hendak kembali, hujan turun sehingga truk tidak bisa kembali, sementara sore harinya, truk akan digunakan menjemput karyawan perusahaan kembali ke kamp.
Hari Sabtu (13/10), Kabag Humas bersama anggota polisi dan beberapa orang lainnya menuju ke KM-18 dengan maksud memberitahukan kepada masyarakat agar jangan memaksa bila meminta diantar dengan kendaraan.
Keesokan harinya, Minggu (14/10), masyarakat membawa panah, parang, dan senjata tajam datang dan mengepung Kantor Humas. Situasi tak terkendali sehingga terjadi cekcok dan berakhir dengan pemukulan terhadap Corneles Silo.
Masyarakat makin emosi dan berusaha melakukan penyerangan, sehingga anggota polisi mengeluarkan banyak tembakan, yang menyebabkan tiga warga terkena tembakan. Pengamanan di Camp milik PT Kodeco itu sebanyak 11 orang, yakni tujuh dari Polres Persiapan Sarmi, dua orang dari Polsek Mamberamo Hilir, dan dua orang dari Koramil.
(odeodata h julia)

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2003