Kamis, 03 Mei  2007

O P I N I

No.  5590

 

 
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Nasional
Ekonomi
Uang & Efek
Jabotabek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Iptek
Hiburan
Feature
Mandiri
Ritel
Hobi
Wisata
Eureka
Kesehatan
Cafe & Resto
Hotel & Resor
Asuransi
Otomotif
Properti
Promarketing
Budaya
CEO
Opini
Foto
Karikatur
Komentar Anda
Tentang SH

 

KONTAK PEMBACA

 

WWF dan TB Aksara Putar ”Film Panas”

Redaksi Yth,
Saya adalah orang tua dari dua orang anak, masing-masing duduk di TK B (5th) dan kelas 2 (7th) di sebuah sekolah TK & SD di Kemang, Jakarta Selatan. Sebagai bagian dari ekstrakurikuler, pada 29 April 2007, kedua anak saya tersebut memperoleh undangan dari sekolahnya untuk mengikuti workshop lingkungan hidup yang diselenggarakan TB Aksara bekerja sama dengan World Wildlife Fund (WWF) Indonesia, judulnya “WWF-Aksara Goes Green”.
Dituliskan di surat undangan bahwa kegiatan akan berupa bercerita, permainan, berdiskusi dan membuat prakarya green project, dan untuk kegiatan ini tidak dipungut biaya sama sekali.
Saat hari H, kami sekeluarga lengkap pergi ke acara tersebut dengan harapan selain memperoleh pengetahuan sekaligus hiburan positif bagi keluarga kami. Tetapi justru di sini awal bencana terjadi.
Dari awal terlihat ketidaksiapan kerja panitia, acara molor, komputer serta LCD/layar lebar tidak berfungsi dan lain-lain. Di tengah acara saat pergantian VCD penyuluhan, di mana terdapat beberapa orang dari WWF lengkap dengan seragam, petugas TB Aksara melakukan kesalahan fatal yang sangat tidak perlu terjadi apabila telah dipersiapkan sebelumnya, yaitu memutar video porno rated XXX yang file-nya kebetulan berada di dalam komputer dan salah klik oleh petugas.
Selama puluhan detik adegan tersebut ditayangkan pada layar lebar dan lengkap disaksikan oleh guru-guru, petugas WWF dan TB Aksara juga tentunya puluhan siswa TK serta SD beserta orang tua masing-masing sampai (maaf) adegan pemeran film ejakulasi. Coba bayangkan!
Kepanikan terjadi, wajah-wajah pucat pun terlihat ada beberapa anak yang menjerit, tapi ada pula yang bertepuk tangan, dan untuk beberapa saat acara sempat terhenti. Banyak dari kami, termasuk petugas (seperti telah diterka), yang terkesima dan tak berbuat sesuatu, sampai salah seorang petugas mencoba mematikan komputer tersebut (komputer memerlukan beberapa detik untuk off, alias tidak langsung mati).
Setelah kejadian tersebut memang baik video WWF maupun video porno tidak tayang sama sekali. Setelah saling menyalahkan antara pihak WWF dan TB Aksara, salah seorang staf TB Aksara mengumpulkan para orangtua murid seraya meminta maaf dan menyampaikan bahwa hal ini terjadi karena “kecelakaan” tanpa didampingi oleh pihak WWF (karena menurut mereka, laptop milik salah satu staf TB Aksara serta yang mengundang adalah TB Aksara).
Kami memang sangat menyesalkan kejadian tersebut, dan ada pertanyaan dari kami sebagai salah satu orang tua murid yang hadir .
WWF sebagai sebuah organisasi dunia profesional apakah tidak melakukan persiapan secara matang seperti layaknya apabila hendak melakukan sebuah presentasi? Misal, peralatan yang compatible, karena komputer yang ada tidak compatible dengan DVD, kata petugas, sehingga harus mencari pinjaman laptop dan orang lain.
Apakah mereka menganggap hal ini sepele? Sehingga jawaban dari petugas (yang cukup membuat kami terkejut), yaitu tidak perlu dibahas dengan anak-anak. Mari kita berharap bahwa anak-anak tersebut tidak menyimpan dalam memori otak masing-masing tentang hal yang telah mereka lihat pada tayangan di layar lebar tersebut.
Presentasi penyuluhan disampaikan bagi siswa-siswi SD yang menggunakan bahasa Inggris secara penuh tanpa sepatah katapun bahasa Indonesia lengkap dengan istilah-istilah ilmiah, yang membuat banyak siswa tidak mendengarkan sama sekali dan mengerjakan hal lain.
Saat kami pancing anak kami menceritakan tentang acara WWF dan TB Aksara, anak kami yang kecil cuma berkomentar bahwa ada seorang perempuan tanpa busana yang (maaf) mukanya penuh ingus. Bagaimana cara menjelaskan kepada anak-anak kami?
Mohon kiranya bantuan serta perhatian dari yang berwenang, bagaimanakah hal ini bisa dihindari dan ditanggulangi bersama?

Edi Tjahjono
Jalan Mesjid
Cawang, Jakarta Tfmur

 

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2003