|
Becak
Bertenaga Surya dari PENS-ITS
SURABAYA-Di era 1990-an, mahasiswa dan dosen Institut Teknologi
Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pernah merancang mobil tenaga surya.
Belasan tahun berselang, empat mahasiswa Politeknik Elektronika
Negeri Surabaya (PENS) dari perguruan tinggi yang sama melakukan hal
serupa.
Bedanya, kalau dulu yang dituju adalah mobil, kini pemanfaatan
tenaga surya atau matahari disiapkan untuk becak, angkutan roda tiga
yang selama ini bertenaga manusia. “Saya ingin melestarikan becak
agar tidak tergusur dari kota besar. Selama ini, becak akan
dihilangkan karena dinilai kendaraan yang tidak manusiawi dan
menyebabkan kemacetan karena lajunya sangat lamban,” ujar juru
bicara tim perancang becak elektrik PENS-ITS, Andik Tri S.
Dengan tenaga matahari, becak akan dapat melaju dengan kecepatan
maksimal hingga 30 kilometer per jam. Tentu saja akan menjadi
kendaraan yang manusiawi, karena tenaga dari matahari menggantikan
tenaga manusia yang biasa mengayuh pedal. “Dengan memanfaatkan sinar
matahari melalui solar sel yang dipasang di bagian belakang atas
becak, kendaraan itu tidak lagi digerakkan dengan kayuhan manusia,
tapi dengan tenaga matahari dan listrik,” ucapnya.
Ia menuturkan becak elektrik bertenaga surya itu menggunakan dua
plat solar sel sebagai sumber tenaga untuk mengisi aki dan untuk
mengantisipasi minimnya arus listrik yang dihasilkan dari solar sel.
“Aki juga dapat diisi dari sumber listrik seperti dari PLN,” katanya.
Becak elektrik rancangan mahasiswa PENS itu merupakan salah satu
karya penelitian yang didanai Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
(Ditjen Dikti) lewat Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) “Karena itu,
dana yang dihabiskan juga menyesuaikan dengan dana dari Ditjen Dikti
sebesar Rp 6 juta,” katanya.
Akibat keterbatasan dana itu, beberapa komponen yang dibutuhkan
untuk mewujudkan prototipe becak listrik itu dipenuhi dengan cara
meminjam ke laboratorium, misalnya solar sel yang harganya cukup
mahal. Becak yang dipakai untuk rancangan itu juga dipinjami sebuah
bank syariah yang memang sedang merancang becak bertenaga listrik.
“Kalau dipikir-pikir mungkin (harga becak elektrik) terlalu mahal
untuk seorang tukang becak, tapi desain teknologi untuk becak itu
justru untuk melestarikan becak,” katanya.
Menurut Andik, ada tiga komponen penting pada becak elektrik itu,
yakni motor DC, aki, dan solar sel. “Ketiga komponen utama itu
terhubung kabel,” katanya.
Mahasiswa semester VIII Program D-4 Jurusan Listrik Industri itu
mengatakan aki digunakan sebagai tempat menyimpan energi, baik dari
pembangkit maupun solar sel. “Kami menempatkan tiga aki di belakang
jok becak yang masing-masing berkekuatan 12 volt dan 26 amphere. Dua
aki digunakan motor penggerak dan satu aki lagi untuk pencatu
aksesori, seperti lampu sen, pengeras suara dan lainnya,” katanya.
Dalam uji coba yang dilakukan selama ini, Andik dan kawan-kawan
telah berhasil mengisi ketiga aki itu, baik dari aliran listrik
maupun tenaga surya.
“Bila penuh, becak mampu berputar sekitar empat hingga enam jam
tanpa henti, apalagi solar sel dapat bergerak secara otomatis
mengikuti fokus maksimal penyinaran matahari, sehingga energi
matahari yang diserap bisa maksimal,” katanya.
(antara/edy m ya'kub)
|
|