|
“Jalan Sesama”
“Sesame Street” Versi Indonesia
Jakarta – Anak-anak generasi ‘80-an telah akrab dengan boneka-boneka
dari Jalan Kecil alias “Sesame Street”, salah satu acara favorit
anak-anak di Amerika Serikat. Big Bird, Elmo, Cookies dan Telly
Monster telah dikenal oleh mereka yang kini mungkin telah menjadi
orang tua. Tidak lama lagi, film boneka kesayangan anak-anak yang
telah diadaptasi oleh sekitar 30 negara itu akan ditayangkan di
Indonesia.
Program tayangan yang dananya dibantu oleh USAID ini rencananya akan
dibuat tiga musim sampai tahun 2010 sebanyak 156 episode, dengan
tiap-tiap tayangan berdurasi setengah jam. “Jalan Sesama”, yang akan
mulai diproduksi oleh griya produksi Creative Indigo awal Mei
mendatang rencananya mulai menyapa pemirsa Oktober tahun ini. Judul
tersebut dipilih dengan makna “jalan di mana anak-anak bisa bermain
bersama-sama” dan sesuai dengan tujuannya yakni memperkenalkan
keberagaman Indonesia.
“Film ini diharapkan dapat mendidik sekaligus menghibur anak-anak
Indonesia,” kata Muhammad Zuhdi dalam acara peluncuran nama dan
memperkenalkan para pemain boneka, Kamis (22/3), di Jakarta. Empat
hal yang akan diajarkan dalam film ini, selain mengenalkan huruf dan
angka, juga keberagaman Indonesia, kesadaran lingkungan dan
pembentukan karakter.
“Tapi bukan yang muluk-muluk, melainkan hal-hal sederhana seperti
mengucapkan terima kasih dan minta maaf. Kami berusaha menanamkan
karakter yang positif bagi anak-anak Indonesia,” kata Zuhdi. Film
ini diharapkan dapat menjangkau anak-anak usia 3-6 tahun yang tidak
dapat mengenyam pendidikan taman kanak-anak di seluruh Indonesia.
Meski diadaptasi dari film boneka hasil ciptaan Jim Henson,
karakter-karakter dan muatan pendidikan dalam “Jalan Sesama”
sepenuhnya diambil dari Indonesia. Empat karakter dalam film
tersebut antara lain seekor orang utan yang bijaksana dan suka
mendongeng bernama Tantan, kemudian Jabrik, bayi badak yang bandel
tapi tulus, senang tertawa namun suka mengeluh, seorang anak
laki-laki berusia lima tahun, Momon yang sudah bisa membaca tapi
sedang belajar berhitung dan suka sekali menggambar, dan Putri,
sahabat Momon yang mandiri, selalu ingin tahu dan senang bertualang.
Para pemain boneka (muppeteer) dilatih langsung oleh Marty Robinson,
pemain boneka “Sesame Street” yang selama ini telah memerankan Telly
Monster, Slimey, Snuflleupagus dan banyak karakter lainnya.
Sutradara yang menangani “Jalan Sesama” telah akrab dengan film
boneka sejak kecil. “Waktu kecil saya suka sekali nonton ‘The Muppet
Show’, sampai-sampai saya rekam dan diputar berulang-ulang,” kata
Key Mangunsong, sang sutradara. Karena itu mendengar “Sesame Street”
akan diadaptasi dalam versi Indonesia, sutradara muda yang pernah
menangani film Strawberry dan Lupus Milenia itu langsung melamar dan
berusaha untuk diterima.
Belum Pasti
Namun, hingga kini belum dipastikan stasiun mana yang hendak
menayangkannya. “Kami tidak sekadar mencari stasiun televisi yang
memiliki jaringan siaran yang luas, tetapi juga bisa menjadi ‘rumah’
yaitu memiliki visi dan misi yang sama, bukan sekadar komersial,”
kata Atun Purbo, Managing Director iMediaworks, yang menangani
publikasi “Jalan Sesama”. Dia menambahkan stasiun tersebut bisa saja
stasiun televisi kecil. Atun tidak menampik jika stasiun yang
bersangkutan ingin menempatkan iklan, namun seperti pada film
“Sesame Street” yang ditayangkan di AS, tidak boleh ada iklan di
tengah tayangan. “Kalau ada, ditempatkan pada akhir dan awal acara,”
kata Atun. Penempatan iklan di tengah acara dikhawatirkan akan
membingungkan anak. (natalia santi)
|
|