Sabtu, 24 Maret  2007

I N T E R N A S I O N A L

No.  5558

 

 
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Nasional
Ekonomi
Uang & Efek
Jabotabek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Iptek
Hiburan
Feature
Mandiri
Ritel
Hobi
Wisata
Eureka
Kesehatan
Cafe & Resto
Hotel & Resor
Asuransi
Otomotif
Properti
Promarketing
Budaya
CEO
Opini
Foto
Karikatur
Komentar Anda
Tentang SH

 

“Jalan Sesama”
“Sesame Street” Versi Indonesia



Jakarta – Anak-anak generasi ‘80-an telah akrab dengan boneka-boneka dari Jalan Kecil alias “Sesame Street”, salah satu acara favorit anak-anak di Amerika Serikat. Big Bird, Elmo, Cookies dan Telly Monster telah dikenal oleh mereka yang kini mungkin telah menjadi orang tua. Tidak lama lagi, film boneka kesayangan anak-anak yang telah diadaptasi oleh sekitar 30 negara itu akan ditayangkan di Indonesia.
Program tayangan yang dananya dibantu oleh USAID ini rencananya akan dibuat tiga musim sampai tahun 2010 sebanyak 156 episode, dengan tiap-tiap tayangan berdurasi setengah jam. “Jalan Sesama”, yang akan mulai diproduksi oleh griya produksi Creative Indigo awal Mei mendatang rencananya mulai menyapa pemirsa Oktober tahun ini. Judul tersebut dipilih dengan makna “jalan di mana anak-anak bisa bermain bersama-sama” dan sesuai dengan tujuannya yakni memperkenalkan keberagaman Indonesia.
“Film ini diharapkan dapat mendidik sekaligus menghibur anak-anak Indonesia,” kata Muhammad Zuhdi dalam acara peluncuran nama dan memperkenalkan para pemain boneka, Kamis (22/3), di Jakarta. Empat hal yang akan diajarkan dalam film ini, selain mengenalkan huruf dan angka, juga keberagaman Indonesia, kesadaran lingkungan dan pembentukan karakter.
“Tapi bukan yang muluk-muluk, melainkan hal-hal sederhana seperti mengucapkan terima kasih dan minta maaf. Kami berusaha menanamkan karakter yang positif bagi anak-anak Indonesia,” kata Zuhdi. Film ini diharapkan dapat menjangkau anak-anak usia 3-6 tahun yang tidak dapat mengenyam pendidikan taman kanak-anak di seluruh Indonesia.
Meski diadaptasi dari film boneka hasil ciptaan Jim Henson, karakter-karakter dan muatan pendidikan dalam “Jalan Sesama” sepenuhnya diambil dari Indonesia. Empat karakter dalam film tersebut antara lain seekor orang utan yang bijaksana dan suka mendongeng bernama Tantan, kemudian Jabrik, bayi badak yang bandel tapi tulus, senang tertawa namun suka mengeluh, seorang anak laki-laki berusia lima tahun, Momon yang sudah bisa membaca tapi sedang belajar berhitung dan suka sekali menggambar, dan Putri, sahabat Momon yang mandiri, selalu ingin tahu dan senang bertualang.
Para pemain boneka (muppeteer) dilatih langsung oleh Marty Robinson, pemain boneka “Sesame Street” yang selama ini telah memerankan Telly Monster, Slimey, Snuflleupagus dan banyak karakter lainnya.
Sutradara yang menangani “Jalan Sesama” telah akrab dengan film boneka sejak kecil. “Waktu kecil saya suka sekali nonton ‘The Muppet Show’, sampai-sampai saya rekam dan diputar berulang-ulang,” kata Key Mangunsong, sang sutradara. Karena itu mendengar “Sesame Street” akan diadaptasi dalam versi Indonesia, sutradara muda yang pernah menangani film Strawberry dan Lupus Milenia itu langsung melamar dan berusaha untuk diterima.

Belum Pasti
Namun, hingga kini belum dipastikan stasiun mana yang hendak menayangkannya. “Kami tidak sekadar mencari stasiun televisi yang memiliki jaringan siaran yang luas, tetapi juga bisa menjadi ‘rumah’ yaitu memiliki visi dan misi yang sama, bukan sekadar komersial,” kata Atun Purbo, Managing Director iMediaworks, yang menangani publikasi “Jalan Sesama”. Dia menambahkan stasiun tersebut bisa saja stasiun televisi kecil. Atun tidak menampik jika stasiun yang bersangkutan ingin menempatkan iklan, namun seperti pada film “Sesame Street” yang ditayangkan di AS, tidak boleh ada iklan di tengah tayangan. “Kalau ada, ditempatkan pada akhir dan awal acara,” kata Atun. Penempatan iklan di tengah acara dikhawatirkan akan membingungkan anak. (natalia santi)

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2003