Senin, 12 Maret  2007

N U S A N T A R A

No.  5548

 
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Nasional
Ekonomi
Uang & Efek
Jabotabek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Iptek
Hiburan
Feature
Mandiri
Ritel
Hobi
Wisata
Eureka
Kesehatan
Cafe & Resto
Hotel & Resor
Asuransi
Otomotif
Properti
Budaya
CEO
Opini
Foto
Karikatur
Komentar Anda
Tentang SH

 

Bunuh Diri Ibu dan Empat Anak
”Saya Ajak Anak-anak Biar Masuk Surga”



Malang - Tak tahan menghadapi krisis ekonomi keluarga, seorang ibu warga Jl Taman Sakura 12 RT 01 RW10 Lowokwaru Kota Malang tega mengajak keempat anaknya bunuh diri massal dengan cara meminum racun dalam bentuk kapsul.
Junania Mercy (37) beserta anak-anaknya, Athena Latonia (11), Prinsessa Ladova (9), Hendrison (7) dan Gabriela Al Cein (1,4) ditemukan membujur kaku di tempat tidur, Minggu (11/3). Polresta Malang masih menyelidiki kasus ini dan menunggu hasil otopsi atas kelima korban.
Kapolresta Malang AKBP Erwin Chahara Rusmana yang datang ke TKP menyatakan, untuk sementara penyebab kematian para korban adalah bunuh diri. “Namun untuk memastikannya kami membawanya ke rumah sakit untuk diotopsi guna mengetahui secara detail penyebab kematian mereka,” jelas Erwin.
Diduga, Mercy sengaja menghabisi nyawa keempat anaknya lebih dulu. Setelah keempat buah hatinya meregang nyawa, giliran dirinya bunuh diri dengan meminum racun.
Dari olah TKP, polisi menemukan beberapa butir kapsul yang diduga racun. Dugaan bunuh diri ini diperkuat temuan tiga lembar surat wasiat. Lembar pertama surat tanpa tanggal sengaja diletakkan di dekat tempat tidur anak-anak, sedang dua lembar surat lain tertanggal 10 Maret 2007 ditemukan di meja belajar, menyatu dengan sejumlah obat yang diduga digunakan Mercy untuk bunuh diri.
Dalam lembaran surat wasiat tersebut tertulis keluhan Mercy atas suaminya Hendri Suwarno (35) yang dianggap tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup keluarga. “Pa! Dananya sudah habis, sisanya uang diambil ibuk. Saya ajak anak-anak biar mereka masuk surga”, tulis Mercy. Pada bagian lain Mercy yang juga anggota jemaah Gereja Maria Diangkat Ke Surga (GMDKS) ini juga meminta agar dia dan anak-anaknya dikremasi dengan baju yang mereka senangi.

Suami Buka Bengkel
Pada saat kejadian, Hendri sedang berada di Surabaya. Bersama temannya, Hendri memang membuka usaha bengkel di Kota Pahlawan. Sementara peristiwa tragis ini kali pertama diketahui Rudy Suwarno, adik kandung Hendri, sekitar pukul 12.30 WIB. Rudy yang berkunjung ke rumah kakaknya curiga melihat pintu rumah dalam kondisi terkunci rapat, sementara lampu teras masih menyala. Saat diintip, kondisi ruang tamu belum tertata rapi. Padahal, biasanya sejak pagi kakak iparnya sangat rajin membersihkan rumah.
Pria yang dikenal sebagai mekanik Moge (motor gedhe) kemudian menghubungi dua saudaranya di Kota Batu, yakni Gala Rony Suwarno dan Wahyu Rizal Suwarno, untuk menanyakan keberadaan kakak ipar beserta keempat anaknya. Namun, Rudy tak memperoleh jawaban yang memuaskan.
Merasa ada yang tidak beres, Rudy kemudian melaporkannya ke Handoko, Ketua RT setempat. Karena Handoko tak ada di rumah, hal ini dilaporkan ke Ketua RW Sutoyo, dilanjutkan ke Mapolsek Lowokwaru. Bersama anggota polisi, Handoko berusaha memasuki rumah melalui jendela pintu dapur yang terletak di halaman samping.
Ketika ditemukan petugas, Mercy dalam posisi tengkurap di atas kasur yang diletakkan di lantai, posisi kepala membelakangi pintu kamar. Sementara itu, keempat anaknya ditidurkan di tempat tidur dalam posisi berjajar rapi dengan kedua tangan bersedekap di dada dan badan mereka ditutupi selimut. Semula kelima korban dikira sedang tidur pulas, namun setelah diperiksa mereka ternyata sudah tak bernyawa.
(eka susanti)

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2003