|
Bunuh Diri Ibu dan
Empat Anak
”Saya Ajak Anak-anak Biar Masuk Surga”
Malang - Tak tahan menghadapi krisis ekonomi keluarga, seorang ibu
warga Jl Taman Sakura 12 RT 01 RW10 Lowokwaru Kota Malang tega
mengajak keempat anaknya bunuh diri massal dengan cara meminum racun
dalam bentuk kapsul.
Junania Mercy (37) beserta anak-anaknya, Athena Latonia (11),
Prinsessa Ladova (9), Hendrison (7) dan Gabriela Al Cein (1,4)
ditemukan membujur kaku di tempat tidur, Minggu (11/3). Polresta
Malang masih menyelidiki kasus ini dan menunggu hasil otopsi atas
kelima korban.
Kapolresta Malang AKBP Erwin Chahara Rusmana yang datang ke TKP
menyatakan, untuk sementara penyebab kematian para korban adalah
bunuh diri. “Namun untuk memastikannya kami membawanya ke rumah
sakit untuk diotopsi guna mengetahui secara detail penyebab kematian
mereka,” jelas Erwin.
Diduga, Mercy sengaja menghabisi nyawa keempat anaknya lebih dulu.
Setelah keempat buah hatinya meregang nyawa, giliran dirinya bunuh
diri dengan meminum racun.
Dari olah TKP, polisi menemukan beberapa butir kapsul yang diduga
racun. Dugaan bunuh diri ini diperkuat temuan tiga lembar surat
wasiat. Lembar pertama surat tanpa tanggal sengaja diletakkan di
dekat tempat tidur anak-anak, sedang dua lembar surat lain
tertanggal 10 Maret 2007 ditemukan di meja belajar, menyatu dengan
sejumlah obat yang diduga digunakan Mercy untuk bunuh diri.
Dalam lembaran surat wasiat tersebut tertulis keluhan Mercy atas
suaminya Hendri Suwarno (35) yang dianggap tidak mampu memenuhi
kebutuhan hidup keluarga. “Pa! Dananya sudah habis, sisanya uang
diambil ibuk. Saya ajak anak-anak biar mereka masuk surga”, tulis
Mercy. Pada bagian lain Mercy yang juga anggota jemaah Gereja Maria
Diangkat Ke Surga (GMDKS) ini juga meminta agar dia dan anak-anaknya
dikremasi dengan baju yang mereka senangi.
Suami Buka Bengkel
Pada saat kejadian, Hendri sedang berada di Surabaya. Bersama
temannya, Hendri memang membuka usaha bengkel di Kota Pahlawan.
Sementara peristiwa tragis ini kali pertama diketahui Rudy Suwarno,
adik kandung Hendri, sekitar pukul 12.30 WIB. Rudy yang berkunjung
ke rumah kakaknya curiga melihat pintu rumah dalam kondisi terkunci
rapat, sementara lampu teras masih menyala. Saat diintip, kondisi
ruang tamu belum tertata rapi. Padahal, biasanya sejak pagi kakak
iparnya sangat rajin membersihkan rumah.
Pria yang dikenal sebagai mekanik Moge (motor gedhe) kemudian
menghubungi dua saudaranya di Kota Batu, yakni Gala Rony Suwarno dan
Wahyu Rizal Suwarno, untuk menanyakan keberadaan kakak ipar beserta
keempat anaknya. Namun, Rudy tak memperoleh jawaban yang memuaskan.
Merasa ada yang tidak beres, Rudy kemudian melaporkannya ke Handoko,
Ketua RT setempat. Karena Handoko tak ada di rumah, hal ini
dilaporkan ke Ketua RW Sutoyo, dilanjutkan ke Mapolsek Lowokwaru.
Bersama anggota polisi, Handoko berusaha memasuki rumah melalui
jendela pintu dapur yang terletak di halaman samping.
Ketika ditemukan petugas, Mercy dalam posisi tengkurap di atas kasur
yang diletakkan di lantai, posisi kepala membelakangi pintu kamar.
Sementara itu, keempat anaknya ditidurkan di tempat tidur dalam
posisi berjajar rapi dengan kedua tangan bersedekap di dada dan
badan mereka ditutupi selimut. Semula kelima korban dikira sedang
tidur pulas, namun setelah diperiksa mereka ternyata sudah tak
bernyawa.
(eka susanti)
|
|