|
Gerhana Bulan
Tengadah ke Langit Subuh Nanti
Oleh
Adiseno
JAKARTA – Bagi kita yang tinggal di daerah perkotaan alam kerap
tersembunyi di balik dinding beton. Namun, Minggu (4/3) dini hari
besok marilah kita keluar rumah dan tengadah ke ufuk di sebelah
barat. Lihat gerhana bulan penuh mulai 04.30 sampai menjelang pukul
07.00. Ini untuk sekadar mengingatkan bahwa kita hidup di alam, dan
karya budaya seperti gedung dan listrik kerap menjauhkan kita dari
alam.
Gerhana bulan nanti dapat terlihat khususnya di wilayah Indonesia
bagian barat. Paling jelas di Sumatera, dan terus ke barat hingga
India, Eropa, Afrika, sampai Samudera Atlantik bagian timur.
“Secara fisik untuk bumi tidak ada yang membahayakan, namun jika
menguntungkan memang ada manfaatnya yakni terjadinya pasang surut,”
kata Kepala Observatorium ITB-Boscha, Lembang, Taufiq Hidayat ketika
dihubungi SH, Jumat (2/3). Ia menjelaskan dari segi pengetahuan
gerhana bulan tidak terkait dengan apa-apa. Namun, Taufiq
mengingatkan bahwa fenomena alam seperti gerhana kerap dikaitkan
dengan kepercayaan.
Di Jawa gerhana dimitoskan sebagai wujud bahwa bulan dimakan Batara
Kala. Kepercayaan itu terkait dengan agama Hindu yang berasal dari
India. Di India pun gerhana dipercaya akibat ulah sang Naga. Selama
gerhana mereka yang percaya membenamkan diri ke air sampai leher,
berharap bulan dan matahari, yang juga bisa mengalami gerhana, dapat
mempertahankan diri dari Naga. Di Jawa, masyarakat memukul kentongan
dan membuat bunyi-bunyian agar Batara Kala takut dan melepaskan
bulan.
Keributan pun dilakukan orang China sejak 20 abad lalu. Mereka juga
meyakini Naga memakan bulan atau matahari. Keributan itu untuk
mengusir Naga yang tidak terlihat. Bahkan di Asia Tengah pada 28 Mei
585 perang antara dua negara Timur Tengah kala itu dihentikan akibat
hari menjadi gelap seperti malam.
Menghitung Gerhana
Pada 19 Maret mendatang gerhana matahari parsial (sebagian) akan
terjadi, namun gerhana ini tidak dapat dilihat di wilayah Indonesia.
Gerhana akan mulai sejak 07.30 pagi hingga pukul 11.24. Mereka yang
berada di Thailand, Burma, China, Korea dan bagian Barat Jepang
dapat menyaksikan ini.
Gerhana sendiri merupakan kejadian astronomi di mana satu objek di
angkasa bergerak ke dalam bayangan objek astronomi lainnya. Gerhana
bulan hanya terjadi ketika bulan purnama. Saat itu bulan masuk dalam
bayangan Bumi. Sedangkan, pada gerhana matahari, bintang terdekat
dengan bumi itu masuk dalam bayangan satelit bumi, bulan.
Gerhana terjadi ketika bulan bumi dan matahari yang saling
berkeliling atau rotasi dan berporos pada matahari berada pada satu
garis. Pertemuan ini bisa diperhitungkan oleh para pakar astronomi.
Edar bumi mengelilingi matahari selama 365 hari dan rotasi bulan
pada bumi selama 27 hari lebih mengakibatkan secara berkala ketiga
objek astronomi ini akan berada pada satu garis. Para astronom
tinggal menghitung hari, untuk memprediksi gerhana.
Kegagalan ahli bintang memprediksi datangnya gerhana di Kekaisaran
Tiongkok pada masa lalu, berakibat fatal. Kaisar yang menjadi tidak
siap untuk membuat ribut, marah dan menghukum mati para ahli
perbintangan dia.
“Pada gerhana matahari itu kan siang hari perlahan mulai gelap dan
itu bisa mempengaruhi perilaku satwa, burung malam jadi keluar,”
ucap Taufiq Hidayat, mengenai pengaruh gerhana pada kehidupan.
Selebihnya ia meyakinkan tidak akan ada pengaruh langsung pada
manusia. Tinggal kita saja menikmati fenomena alam ini agar sadar
bahwa alam masih berlaku bagi kita semua. n
|
|