I P T E K   &   L I N G K U N G A N

No.  5432

 
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Nasional
Ekonomi
Uang & Efek
Jabotabek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Iptek
Hiburan
Feature
Mandiri
Ritel
Hobi
Wisata
Eureka
Kesehatan
Cafe & Resto
Hotel & Resor
Asuransi
Otomotif
Properti
Budaya
CEO
Opini
Foto
Karikatur
Komentar Anda
Tentang SH

 

Kefir, Susu Fermentasi Pengobat Alergi   





JAKARTA- Susu memang salah satu sumber gizi yang dibutuhkan tubuh. Tahukah Anda bahwa susu fermentasi juga berkhasiat menghilangkan energi? Adalah kefir, sejenis susu fermentasi yang terbuat dari bakteri hidup. Kefir ini merupakan makanan tradisional orang Eropa Timur. Biasanya kefir terbuat dari susu sapi atau kambing yang dibiarkan diurai oleh bakteri.
Studi teranyar ilmuwan dari Society of Chemical Industry mengatakan bahwa kefir mampu memerangi alergi pada anak-anak. Selama ini, 5-8 persen anak-anak di bawah usia tiga tahun menderita alergi makanan. Kondisi ini sulit dihindari.
Ternyata pada kefir terdapat khasiat mengurangi kandungan antibodi bernama Immunoglobulin E (IgE). Antibodi ini berfungsi sebagai penahan aktivitas organisme yang menyebabkan alergi. Setelah diuji, kandungan Ovalbumin dalam IgE bisa berkurang tiga kali lipat berkat konsumsi kefir. Uji coba ini dilakukan pada tikus. Ovalbumin adalah zat yang membuat anak-anak alergi terhadap telur.
“Di masa mendatang, mungkin kita bisa mencari tahu komponen pasti kefir dan menggunakannya sebagai obat,” ujar Ji-Ruei Liu, pimpinan studi dari National Formosa Universitas Taiwan seperti yang dikutip BBC News baru-baru ini.
Kefir disebut juga kephir, kewra, talai, mudu kekiya, matsoun, matsoni, waterkefir, milkkefir, búlgaros. Susu ini merupakan makanan tradisional orang Kaukasus. Kefir mengandung protein, lipid, dan gula. Bakteri yang dipakai adalah Lactobacillus acidophilus dan Saccharomyces.
Cara pembuatannya dengan menginkubasi susu dalam ruangan bertemperatur tinggi selama satu hari atau lebih. Selama itu terjadi fermentasi laktosa. Hasilnya adalah susu kental dengan rasa masam, berkarbonasi dan sedikit mengandung alkohol, mirip sekali dengan yoghurt, hanya lebih cair.
Di beberapa daerah tersedia kefir yang bebas alkohol juga. Kini kefir juga dikembangkan dalam berbagai rasa selayaknya yoghurt yang kita kenal. Ada yang dicampur dengan sari buah dan jus. Di Cile, kefir dikenal dengan nama"Yoghurt de Pajaritos".(mer)

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2003