Kamis, 24  Agustus  2006

N U S A N T A R A

No.  5383

 
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Nasional
Ekonomi
Uang & Efek
Jabotabek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Iptek
Hiburan
Feature
Mandiri
Ritel
Hobi
Wisata
Eureka
Kesehatan
Cafe & Resto
Hotel & Resor
Asuransi
Otomotif
Properti
Budaya
CEO
Opini
Foto
Karikatur
Komentar Anda
Tentang SH

 

Ratusan Senjata Disita di Poso



Poso – Satuan tugas teritorial TNI dari Batalyon Infanteri 714 Sintuvu Maroso, Poso, Sulawesi Tengah, menyita puluhan pucuk senjata api rakitan, ratusan butir amunisi serta tiga granat. Barang-barang yang lazim digunakan polisi atau TNI itu didapat dari warga sipil setempat melalui Operasi Pemulihan Keamanan yang digelar sejak Juli hingga Agustus 2006.
Senjata, amunisi dan bom yang disita dari warga maupun hasil penyerahan serta hasil operasi tersebut, terdiri dari 49 senjata api rakitan laras panjang dan sepucuk senjata api organik laras pendek jenis revolver. Barang-barang tersebut didapat dari Sulewana dan Pendolo, Kecamatan Pamona Utara, Poso. Sebagian besar senjata dan bom itu ditanam warga di kebun-kebun dan hutan setempat.
Panglima Komando Daerah Militer VII Wirabuana, Mayjen Arief Budi Sampurno, menyatakan sesungguhnya kondisi Poso saat ini telah damai. Namun, masih ada warga yang menyimpan senjata, amunisi dan bahan peledak sisa-sisa konflik. “Kami mengharapkan warga yang masih memiliki senjata, amunisi dan bahan peledak ilegal itu menyerahkannya kepada aparat keamanan,” imbau Arief.
Pangdam VII Wirabuana juga menyatakan bahwa masih ada sejumlah kelompok yang terus menebar teror di Poso guna menciptakan kondisi yang tidak aman. “Namun yang menggembirakan, secara keseluruhan warga Poso tidak lagi mudah terpancing aksi-aksi yang dilakukan pelaku teror,” katanya di Poso, Rabu (23/8). (erna dwi lidiawati)

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2003