|
Enam Orang Ditangkap
Komplotan Noordin M Top Terus Diburu
Surabaya – Pengejaran terhadap komplotan yang dicurigai sebagai
jaringan aktor pengemboman di Indonesia, Noordin M Top, di lereng
Gunung Semar, Mojokerto, Jawa Timur (Jatim), terus dilakukan. Hari
Rabu (2/8) pagi ini, sekitar 70 personel Batalyon Raider 500 Kodam V
Brawijaya juga dilibatkan.
Kecurigaan kehadiran komplotan ini sudah berlangsung sejak beberapa
hari lalu, khususnya dirasakan warga Desa Dilem, Desa Kali Katir,
Desa Begagan Limo, dan Desa Ngembat di Kecamatan Gondang, Kabupaten
Mojokerto. Komplotan ini melakukan teror dengan mencuri bahan
makanan dan barang milik warga.
Kabareskrim Mabes Polri Komjen Makbul Padmanegara yang dihubungi SH
di Jakarta, Rabu (2/8) pagi, membenarkan pengejaran tersebut. Namun,
dia belum dapat memastikan apakah ikut juga diburu aktor pengemboman
di Indonesia, Noordin M Top.
”Yang pasti kami telah mengamankan enam orang pria. Mereka kini
sedang diperiksa di Mapolres Mojokerto,” katanya singkat.
Direktur Reserse Kriminal Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim)
Kombes Amhar Azeth yang dihubungi SH pagi ini juga membenarkan
adanya penyergapan di lereng Gunung Semar, Mojokerto, Jatim.”Kami
telah mengamankan enam orang dan kini masih terus diperiksa secara
intensif di Mapolres Mojokerto,” katanya singkat.
Amhar Zien menjelaskan penyergapan itu dilakukan aparat TNI dari
Kodam V Brawijaya, Jatim. Aparat kepolisian datang kemudian setelah
diinformasikan adanya penyergapan itu. Keenam pria tersebut
ditangkap aparat TNI pada Rabu (2/8) dini hari sekitar pukul 01.00
WIB.
Kepala Bidang Humas Polda Jatim Kombes Wijaya Purbaya menegaskan
bahwa secara teknis pengejaran terhadap komplotan yang dicurigai
sebagai jaringan Noordin M Top sedang dilakukan oleh Densus 88
Antiteror. Tapi, pihaknya tidak bisa menjelaskan secara detil sampai
sejauh mana hasil dari pengejaran tersebut.
“Secara teknis hal ini sedang dilakukan oleh pasukan khusus, dan
sifatnya sangat rahasia. Karena itu, kita belum bisa memberikan
penjelasan apa-apa terkait soal ini,” kata Wijaya Purbaya, saat
dihubungi SH, Rabu (2/8) pagi.
Pihaknya baru bisa memberikan penjelasan jika memang sudah ada kabar
bahwa pelaku tertangkap, barang bukti ditemukan dan tempat kejadian
perkara (TKP) sudah jelas, serta berbagai informasi lain yang sudah
final.
“Selama penyusuran yang dilakukan Densus 88 belum dilaporkan, maka
kami belum bisa menjelaskan. Untuk masalah ini memang sangat rahasia.
Jika nanti sudah ada penemuan final, kita akan ekspos,” ungkapnya.
Dari berbagai sumber di lokasi kejadian, anggota Densus 88 melakukan
penyusuran terhadap Gunung Semar di wilayah Desa Begagan Limo,
kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto. Tapi penyusuran tersebut
dilakukan dengan sangat rahasia karena tidak ingin buronan yang
dicurigai lari.
“Anggata Densus 88 bergerak sejak Selasa (1/8) siang di wilayah
Gunung Semar. Tidak jelas penyusuran itu sampai di mana, karena saat
naik dari gunung tersebut, bisa turun di wilayah Batu Malang, Tretes,
Pasuruan, dan Majokerto,” kata sumber tadi.
Di samping itu, salah seorang warga di desa tersebut juga menyatakan
pada Rabu (2/8) dini hari tadi datang lagi pasukan baru yang ikut
melakukan penyisiran. “Setahu saya pasukan yang datang tersebut
adalah pasukan Raider milik TNI Angkatan Darat,” kata Basuki, warga
Mojokerto.
Kecurigaan kehadiran komplotan Noordin M Top sudah dirasakan oleh
warga Desa Dilem, Desa Kali Katir, Desa Begagan Limo, dan Desa
Ngembat di Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Kabar tersebut
semakin santer terdengar karena komplotan itu melakukan teror dengan
mencuri berbagai bahan makanan dan barang milik warga.
“Yang dicuri adalah bahan-bahan makanan dan alat-alat memasak. Saya
juga kehilangan 2 kg beras dan secangkir minyak goreng. Mungkin
inilah yang membuat aksi pencurian ini dikaitkan dengan buronan
Noordin M Top,” kata Rukiyah, warga Desa Dilem.
Karena desas-desus itulah, dalam beberapa hari terakhir ini, desa
tersebut didatangi oleh sejumlah personel dari Polda Jatim, Kodam V
Brawijaya, Kodim 0815 dan dari Denpom V/2 Mojokerto. Mereka melacak
adanya komplotan Noordin M Top tersebut.
Dibenarkan Warga
Perihal keberadaan Noordin M Top di lereng Gunung Semar dibenarkan
sejumlah warga Desa Ngembat dan Desa Blentreng, Mojokerto, Jatim.
Seorang warga setempat sempat mengetahui ada orang mirip buron dalam
jaringan Noordin M Top yang berkeliaran di lereng itu.
Informasi itu diperkuat oleh kesaksian sejumlah warga Ngembat,
termasuk Sekretaris Desa (Sekdes) Ngembat, Sulisno (30), yang
menyebutkan, adanya enam orang asing yang telah memasuki wilayah
lereng Gunung Semar (3.156 mdpl). ”Orang asing itu, masuk Dusun
Begagan Limo, Desa Ngembat sejak tiga hari yang lalu. Mereka membawa
bekal untuk mencukupi kebutuhannya selama di dalam hutan,” ungkap
Sekdes Ngembat itu.
Kesaksian Sekdes itu juga diperkuat oleh seorang pencari bambu di
hutan bernama Gono (37), dari Desa Kalikatir yang membenarkan
keterangan Sekdes Ngembat itu. Namun, ia mengaku sudah bertemu orang
asing tersebut sejak sebulan yang lalu.
”Akhir Juni lalu, saya bertemu orang yang tidak saya kenal dengan
ciri-ciri berbadan kekar dengan tinggi sekitar 170 cm, berambut
keriting, berjambang, dan berkumis. Ia memakai rompi warna hitam dan
celana Levis,” paparnya.
Menurutnya, pertemuan dengannya sekitar 11 kali itu hanya membagi
makanan, namun tidak pernah ada komunikasi. Setelah makan, orang itu
berpesan jangan bilang kepada siapapun kalau mereka bertemu. ”Jangan
bilang same siape-siape,” ujar Gono menirukan logat Melayu dari
orang yang pernah ditemui itu.
Pada 31 Juli sekitar pukul 12.00 WIB, Gono saat mencari bambu hutan
didatangi empat orang yang tidak dikenalnya itu lagi, termasuk orang
yang sering bertemu dan pernah diberinya makanan. ”Keempat orang
tersebut membawa peralatan tas bulat panjang, sangkur, ransel besar
warna hijau, karpet warna coklat, dan membawa tas jinjing, serta
berompi,” katanya.
Namun, selama mereka bercakap-cakap tidak pernah berhadapan langsung,
karena mereka selalu memalingkan kepala. Kemudian salah seorang dari
mereka meminta air dan menanyakan arah jalan yang ada di tempat itu,
terutama salah satu jalan ke arah Pacet dengan menanyakan losmen/penginapan
dan tempat yang banyak dikunjungi orang.
Dengan keberadaan enam orang yang tak dikenal itu, wilayah hutan
bambu di Kecamatan Gondang itu sering kehilangan makanan di dapur,
bahkan kejadian itu berlangsung setiap malam.
Usai pertemuan dengan orang itu, Gono dan Sulistyo pernah dipanggil
Polda Jatim sebanyak dua kali untuk dimintai keterangan dan
diperlihatkan foto-foto teroris dalam jaringan Noordin M Top.(chusnun
hadi/maya handhini/norman meoko/ant)
|
|