Rabu, 02  Agustus  2006

I N T E R N A S I O N A L

No.  5366

 
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Nasional
Ekonomi
Uang & Efek
Jabotabek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Iptek
Hiburan
Feature
Mandiri
Ritel
Hobi
Wisata
Eureka
Kesehatan
Cafe & Resto
Hotel & Resor
Asuransi
Otomotif
Properti
Promarketing
Budaya
CEO
Opini
Foto
Karikatur
Komentar Anda
Tentang SH

 

Gelombang Panas di Belahan Timur AS
New York Menghemat Listrik 



New York – Gelombang panas kini melanda separuh wilayah Amerika Serikat sebelah timur, Selasa (1/8). Kota New York dan kota-kota besar lain melakukan penghematan energi. Sementara itu, orang-orang mencari tempat-tempat dingin untuk berlindung dari sengatan panas. Mereka menyerbu kereta bawah tanah berpendingin di New York atau berendam di Samudera Atlantik di New Jersey. Puluhan ternak di Ohio disemprot air dingin untuk mencegah dehidrasi.
Korban tewas terkait gelombang panas di California hingga saat ini telah mencapai 164 orang. Panas tinggi telah lima hari berturut-turut menerpa Chicago sementara kota metropolitan New York telah mengalaminya selama tiga hari terakhir.
Ratusan penduduk South Side, Chicago dievakuasi sehari setelah listrik yang digunakan 20.000 warga padam. Pejabat Illinois mengatakan tiga orang tewas terkait gelombang panas. Di Conyers, Georgia, seorang pemain sepakbola meninggal dunia setelah sehari sebelumnya pingsan saat latihan.
Selasa tengah hari, suhu udara di Chicago mencapai 37,8 derajat Celsius, Baltimore 37,2 derajat C, dan Washington mencapai 36 derajat C, meski kelembaban udara membuatnya terasa seperti 41,8 derajat Celsius.
Di Central Park, New York temperatur udara tercatat 35 derajat C, sementara di Bandara LaGuardia, Queens tercatat 37,8 derajat C. Badan Cuaca Nasional mengatakan suhu udara bisa mencapai 40 derajat C, Rabu (2/8), sementara Kamis temperatur tidak akan lebih dingin.
“Gelombang panas ini sangat berbahaya,” kata Wali Kota New York, Michael Bloomberg. “Bukan sekadar tidak nyaman, tapi juga mengancam nyawa kita.”
Hari Selasa, suhu udara di Boston mencapai 33,9 derajat Celsius, Philadelphia 36 dengan indeks panas 43,3, sementara di Atlanta temperatur mencapai 35 derajat Celsius.
Di Washington, agen transit kota membagi-bagikan botol air kepada ribuan komuter di tiga stasiun kereta yang jumlah eskalatornya terbatas. “Kami tidak ingin terjadi masalah kesehatan,” kata juru bicara badan tersebut.
Karena tidak ingin peristiwa padamnya listrik selama 10 hari di Queens terjadi lagi, Kota New York memberlakukan pembatasan penggunaan energi. (ap/nat)

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2003