|
Gelombang Panas di
Belahan Timur AS
New York Menghemat Listrik
New York – Gelombang panas kini melanda separuh wilayah Amerika
Serikat sebelah timur, Selasa (1/8). Kota New York dan kota-kota
besar lain melakukan penghematan energi. Sementara itu, orang-orang
mencari tempat-tempat dingin untuk berlindung dari sengatan panas.
Mereka menyerbu kereta bawah tanah berpendingin di New York atau
berendam di Samudera Atlantik di New Jersey. Puluhan ternak di Ohio
disemprot air dingin untuk mencegah dehidrasi.
Korban tewas terkait gelombang panas di California hingga saat ini
telah mencapai 164 orang. Panas tinggi telah lima hari
berturut-turut menerpa Chicago sementara kota metropolitan New York
telah mengalaminya selama tiga hari terakhir.
Ratusan penduduk South Side, Chicago dievakuasi sehari setelah
listrik yang digunakan 20.000 warga padam. Pejabat Illinois
mengatakan tiga orang tewas terkait gelombang panas. Di Conyers,
Georgia, seorang pemain sepakbola meninggal dunia setelah sehari
sebelumnya pingsan saat latihan.
Selasa tengah hari, suhu udara di Chicago mencapai 37,8 derajat
Celsius, Baltimore 37,2 derajat C, dan Washington mencapai 36
derajat C, meski kelembaban udara membuatnya terasa seperti 41,8
derajat Celsius.
Di Central Park, New York temperatur udara tercatat 35 derajat C,
sementara di Bandara LaGuardia, Queens tercatat 37,8 derajat C.
Badan Cuaca Nasional mengatakan suhu udara bisa mencapai 40 derajat
C, Rabu (2/8), sementara Kamis temperatur tidak akan lebih dingin.
“Gelombang panas ini sangat berbahaya,” kata Wali Kota New York,
Michael Bloomberg. “Bukan sekadar tidak nyaman, tapi juga mengancam
nyawa kita.”
Hari Selasa, suhu udara di Boston mencapai 33,9 derajat Celsius,
Philadelphia 36 dengan indeks panas 43,3, sementara di Atlanta
temperatur mencapai 35 derajat Celsius.
Di Washington, agen transit kota membagi-bagikan botol air kepada
ribuan komuter di tiga stasiun kereta yang jumlah eskalatornya
terbatas. “Kami tidak ingin terjadi masalah kesehatan,” kata juru
bicara badan tersebut.
Karena tidak ingin peristiwa padamnya listrik selama 10 hari di
Queens terjadi lagi, Kota New York memberlakukan pembatasan
penggunaan energi. (ap/nat)
|
|