|
Pro-kontra Syariat
Islam Ancam Integrasi Bangsa
Pontianak-Dewan Pimpinan Daerah Persekutuan Intelegensia Kristen
Indonesia (PIKI) Provinsi Kalimantan Barat menilai sikap pro dan
kontra yang terus menajam terhadap wacana pembatalan Peraturan
Daerah (Perda) Syariat Islam di sejumlah daerah di Dewan Perwakilan
Rakyat (DPR) bisa mengancam integrasi bangsa.
Sekretaris DPD PIKI Provinsi Kalbar Andreas Lani kepada SH, Rabu
(28/6) pagi, mengatakan sikap pro dan kontra bagaikan membangun
macan tidur di tengah keterpurukan bangsa. Sikap sektarian yang
telah ditunjukkan ratusan anggota legislatif dengan ramai-ramai
mendatangi pimpinan DPR bisa berimplikasi negatif di daerah.
”Anggota DPR mesti memikirkan kepentingan yang lebih besar demi
keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sejak dulu, masalah
pemberlakuan Syariat Islam, apalagi wacana akan ada perda di
sejumlah daerah sudah merupakan persoalan sensitif, sehingga semua
pihak mesti bersikap hati-hati,” kata Lani.
Menurut Lani, sikap yang telah ditunjukkan anggota DPR
memperlihatkan betapa segenap komponen bangsa di Indonesia
membutuhkan pedoman etika berperilaku yang disesuaikan dengan alam
dan budaya pluralistik.
Dalam etika berperilaku, kata Lani, segenap komponen masyarakat,
terutama kalangan anggota DPR, idealnya tidak hanya semata-mata
mengedepankan kesalehan individu dengan hanya menganggap diri dan
kelompoknya saja yang paling hebat dan paling benar.
”Mesti pula diseimbangkan dengan kesalehan sosial, dengan menghargai
perbedaan, menerima kelompok lain apa adanya, sebagai potensi besar
dalam membangun bangsa di berbagai aspek kehidupan sosial, politik
dan ekonomi,” tambahnya. (aju)
|
|