Rabu,  28  Juni  2006

Memperjuangkan Kemerdekaan dan Keadilan Kebenaran dan Perdamaian Berdasarkan Kasih

No.  5336

 
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Nasional
Ekonomi
Uang & Efek
Jabotabek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Iptek
Hiburan
Feature
Mandiri
Ritel
Hobi
Wisata
Eureka
Kesehatan
Cafe & Resto
Hotel & Resor
Asuransi
Otomotif
Properti
Budaya
CEO
Opini
Foto
Karikatur
Komentar Anda
Tentang SH

 

Pro-kontra Syariat Islam Ancam Integrasi Bangsa  
 


Pontianak-Dewan Pimpinan Daerah Persekutuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) Provinsi Kalimantan Barat menilai sikap pro dan kontra yang terus menajam terhadap wacana pembatalan Peraturan Daerah (Perda) Syariat Islam di sejumlah daerah di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bisa mengancam integrasi bangsa.
Sekretaris DPD PIKI Provinsi Kalbar Andreas Lani kepada SH, Rabu (28/6) pagi, mengatakan sikap pro dan kontra bagaikan membangun macan tidur di tengah keterpurukan bangsa. Sikap sektarian yang telah ditunjukkan ratusan anggota legislatif dengan ramai-ramai mendatangi pimpinan DPR bisa berimplikasi negatif di daerah.
”Anggota DPR mesti memikirkan kepentingan yang lebih besar demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sejak dulu, masalah pemberlakuan Syariat Islam, apalagi wacana akan ada perda di sejumlah daerah sudah merupakan persoalan sensitif, sehingga semua pihak mesti bersikap hati-hati,” kata Lani.
Menurut Lani, sikap yang telah ditunjukkan anggota DPR memperlihatkan betapa segenap komponen bangsa di Indonesia membutuhkan pedoman etika berperilaku yang disesuaikan dengan alam dan budaya pluralistik.
Dalam etika berperilaku, kata Lani, segenap komponen masyarakat, terutama kalangan anggota DPR, idealnya tidak hanya semata-mata mengedepankan kesalehan individu dengan hanya menganggap diri dan kelompoknya saja yang paling hebat dan paling benar.
”Mesti pula diseimbangkan dengan kesalehan sosial, dengan menghargai perbedaan, menerima kelompok lain apa adanya, sebagai potensi besar dalam membangun bangsa di berbagai aspek kehidupan sosial, politik dan ekonomi,” tambahnya. (aju)
 

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2003