|
Badak Borneo
Berhasil Difoto
KUALA LUMPUR – Worlwide Fund for Nature (WWF) menyatakan jebakan
kamera mereka berhasil merekam gambar badak di hutan Sabah, Borneo,
atau biasa kita sebut Kalimantan.
Badak yang difoto ini diyakini satu dari tinggal 13 ekor saja di
negara bagian Sabah, Malaysia. Sedang di kawasan lain Kalimantan
diduga sudah tidak ada lagi badak. Keberadaan badak di Kalimantan
ini sudah diumumkan sejak setahun lalu oleh WWF.
“Badak di Sabah ini hidup dalam hutan yang sangat rapat hingga
jarang dilihat, ini penyebabnya mengapa selama ini belum ada foto
badak di alam,” demikian penjelasan dalam rilis WWF.
Lebih lanjut diutarakan bahwa upaya pemotretan dengan pemicu jebakan
ini dalam rangka konservasi yang bertujuan meningkatkan populasi
badak melalui penelitian kebutuhan, pencegahan perburuan liar dan
pelestarian habitatnya. “Ini menjadi titik awal bangkitnya upaya
pelestarian badak di Sabah,” jelas Mahedi Andau, direktur departemen
satwa liar (wildlife) Sabah.
“Memang jumlah total badak di Borneo tidak jelas, tetapi kita
meyakini jumlahnya sangat, sangat sedikit. Mendapatkan gambar badak
setelah penempatan kamera hanya dalam beberapa bulan merupakan hal
yang luar biasa,” ujar dia.
WWF menyatakan juga bahwa ada beberapa badak lainnya di Sabah selain
ke-13 ekor, mereka tersebar di negara bagian itu dan saling terpisah.
Sabah, Serawak dan Brunei Darussalam merupakan bagian utara dari
Kalimantan. Selain dari laporan di Sabah ini tidak ada laporan lain
selama 20 tahun ini di seluruh Kalimantan. Menurut para pakar
kemungkinannya badak sudah punah dari bagian lain di Kalimantan.
“Mereka hewan yang pemalu dan tidak pernah ditemukan hidup di alam,”
ungkap Raymond Alfred dari WWF Malaysia. Foto yang dihasilkan
menunjukkan satwa yang dewasa dan sehat yang bisa mendapatkan
pakannya di hutan. “Kami berharap bisa mendapatkan lebih banyak foto
lagi pada bulan-bulan mendatang supaya bisa didapat gambaran
mengenai populasi badak yang kecil dan ringkih ini,” lanjut dia.
Badak Borneo ini diduga merupakan sub-spesies dari badak Sumatera.
Jadi berbeda dengan badak di pulau Sumatera dan juga di Semanjung
Malaysia. Badak Sumatera sendiri juga termasuk satwa langka yang
sudah nyaris punah akibat perburuan liar dan rusaknya hutan habitat
mereka. (pr/ads)
|
|