|
Kusmayanto Kadiman
Menteri yang Hobi SMS dan Aktiv
di Milis
JAKARTA- Pejabat yang merakyat dapat dihitung dengan jari. Salah
satu yang “langka” itu adalah Kusmayanto Kadiman. Ia dikatakan
merakyat, karena lelaki kelahiran Bandung, 1 Mei 1954, ini kerap
menolak diperlakukan istimewa dengan prosedur protokoler. Maka
begitu menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek)
sejak 2004 silam, KK, begitu Kusmayanto akrab disapa, seringkali
merasa risih kalau harus diistimewakan sebagai pejabat.
Suami dari Sri Sumarni ini memang sangat konsen terhadap
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tidak heran, ia sempat
menjabat sebagai Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) sejak
2001-2004.
Gelar Ph.D-nya sendiri sukses disabet Kusmayanto dari Australian
National University, Australia pada 1988 bidang System Engineering.
Walau berdarah Jawa, lelaki yang senang mengenakan batik ini sangat
fasih berbahasa Sunda karena memang lahir di Bandung dan sarjana
Teknik Fisika ITB tahun 1977.
Sebelumnya, Kusmayanto adalah Sekretaris Rektor ITB Bandung Bidang
Kerja Sama 1998-2000. Ayah tiga anak ini juga pendiri dan pelaksana
harian Program Studi S-2 bidang Instrumentasi dan Kontrol Teknik
Fisika ITB.
Karakternya yang membumi dan senang melemparkan canda bisa jadi
adalah berkat ia pernah menjadi pengajar mata kuliah Ilmu dan
Rekayasa Kontrol, ITB Bandung, sejak 1980. Ia juga pernah menjabat
sebagai Kepala Pusat Komputer PIKSI, Institut Teknologi Bandung.
Latar belakang inilah yang membuat Kusmayanto punya kepedulian
khusus pada bidang Teknologi Informasi (TI), suatu hal yang jarang
dimiliki oleh menteri lainnya. Sejak menjabat sebagai menteri di
Kabinet Indonesia Bersatu, visinya terhadap Iptek Indonesia sangat
jelas.
Ia tak lelah mengumandangkan program Indonesia Go Open Source (IGOS).
Dengan program ini, penggunaan sistem operasi Open Source diharapkan
segera tersosialisasi di seluruh Indonesia. Selain sebagai
antisipasi pembajakan, gerakan ini juga sebagai kendaraan pemintar
bangsa.
Kusmayanto juga punya obsesi positif mengenai TI. ”Kalau dulu BBM
menjadi pemersatu bangsa, kini saatnya TI menjadi pemersatu bangsa,”
ungkapnya saat mengundurkan diri dari jabatan Kepala Badan
Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan menyerahkannya kepada
koleganya, Said Djuarsjah Jeni. Kepeduliannya terhadap TI ini
dibuktikan juga dengan hobinya berkirim SMS dan aktif di milis.(mer)
|
|