|
Memori Piala Dunia 1938
Indonesia Tampil dengan Bendera Hindia Belanda
Jakarta – Untuk kali kedua
Eropa menjadi tuan rumah Piala Dunia. Kali ini giliran Prancis yang
menjadi penyelenggara turnamen sepakbola terakbar sejagad itu.
Konflik politik yang tengah berkecamuk di Prancis membuat sejumlah
Eropa menarik diri. Austria yang lolos babak kualifikasi awal
kemudian menarik diri lantaran sejumlah pemain mereka membelot ke
negara tetangga Jerman. Hal serupa juga dialami Spanyol yang
memutuskan absen lantaran perang sipil bergejolak di negara mereka.
Eropa hanya diwakili tuan rumah Prancis, Swiss, Jerman, Rumania,
Cekoslovakia, Belanda, Polandia, Belgia, Hungaria, Norwegia serta
juara bertahan Italia. Sementara benua Amerika hanya diwakili Brasil
dan Kuba.
Catatan penting pada Piala Dunia 1938 adalah keikutsertaan Dutch
East Indies (Hindia Belanda) yang merupakan cikal bakal negara
Indonesia. Memang tak banyak informasi tentang skuad Hindia Belanda
tersebut tapi dari nama-nama pemain yang terdaftar di skuad inti
Hindia Belanda adalah nama pribumi atau keturunan Tionghoa. Mereka
adalah Sutan Anwar, Tan Djien, Frans Meeng, Jack Sanniels, A Nawir,
Tan Mo Heng, Henks Sommers, Suvarte Soedermadji, Tjaak Pattiwael,
Frans Hu Kom dan Hans Taihuttu.
Berdasarkan fakta tersebut kita boleh berbangga bahwa setidaknya
Indonesia adalah bangsa Asia pertama yang tampil di Piala Dunia
meski saat itu masih di bawah bendera Hindia Belanda. Kini, setelah
68 tahun, Indonesia bukannya semakin mendekati Piala Dunia, malah
semakin jauh. Ini menunjukkan bahwa prestasi tim nasional Indonesia
berjalan di tempat.
Seperti Piala Dunia 1934, format yang digunakan FIFA adalah sistem
gugur, di mana tim yang lolos babak kualifikasi awal langsung diundi
untuk mendapatkan lawan di parta penyisihan. Partai pembuka di
Stadion Parc des Princes, Paris tanggal 4 Juni 1938 mempertemukan
Swiss dengan Jerman. Hasil imbang 1-1 hingga babak perpanjangan
waktu membuat keduanya harus menjalani partai ulangan yang akhirnya
dimenangkan Jerman 4-2.
Hasil serupa juga terjadi saat Kuba ditahan imbang Rumania 3-3.
Namun pada partai ulangan Kuba unggul atas Rumania 2-1. Sementara
Hindia Belanda yang memulai debut Piala Dunia harus mengakui
keperkasaan Hungaria 6-0. Sementara itu, saudara tua Hindia Belanda,
Belanda, ditekuk Cekoslowakia 0-3.
Pada pertandingan lain, Brasil mengalahkan Polandia (6-5), Prancis
vs Belgia (3-1) serta juara bertahan Italia vs Norwegia 2-1.
Di babak perempatfinal terjadi dua partai menarik dimana runner-up
Piala Dunia 1934, Cekoslowakia berhadapan dengan Brasil yang tampil
buas dengan bintang mereka Leonidas.
Sementara tuan rumah juga mendapat ujian terberat saat menjamu sang
juara bertahan Italia. Usai imbang 1-1, Brasil akhirnya memastikan
langkah ke semifinal karena di partai ulangan mereka unggul 2-1 atas
Cekoslowakia. Sedangkan Italia berada di jalur juara dengan
mengatasi Prancis 3-1.
Sayang kedua tim unggulan itu harus berjumpa di semifinal. Kala itu
Italia mampu menghentikan Brasil dengan skor 2-1.
Swedia yang tampil mengesankan diperempatfinal dengan menekuk Kuba
8-0, menyerah 1-5 dari Hungaria yang melaju ke semifinal usai
membungkam Swiss 2-0.
Partai final yang berlangsung di Stadion Olympique, Colombes, 19
Juni 1938 menjadi milik tim Azzurri yang kembali mempertahan gelar
juara dunia untuk kedua kalinya. Sang legenda Italia Giuseppe Meazza
dan Ferrari tampil mengesankan dengan melibas Hungaria 4-2.
Di sisi lain, perjalanan jauh Brasil ke Eropa tak sia-sia karena
pada perebutan Juara III di Stadion Parc Lescure, Bordeaux Leonidas
dkk sukses menundukan Swedia 4-2. Tim Samba juga pulang dengan
senyuman karena bintang mereka Leonidas dianungrahi sepatu emas
sebagai pemain paling subur dengan koleksi 8 gol sepanjang turnamen.
(fifaworldcup/rid)
|
|