Jumat,  03 Februari  2006

E K O N O M I    &    B I S N I S

No.  5217

 
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Nasional
Ekonomi
Uang & Efek
Jabotabek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Iptek
Hiburan
Feature
Mandiri
Ritel
Hobi
Wisata
Eureka
Kesehatan
Cafe & Resto
Hotel & Resor
Asuransi
Otomotif
Properti
Promarketing
Budaya
CEO
Opini
Foto
Karikatur
Komentar Anda
Tentang SH

 

70 Persen Pengusaha Warnet Terancam Bangkrut



Jakarta-Sekitar 70 persen pengusaha warnet terancam bangkrut jika pemerintah menaikkan tarif dasar listrik (TDL). Ancaman kebangkrutan itu terbuka karena kebanyakan anggota asosiasi warnet Indonesia (Awari) adalah pengusaha kecil dengan modal terbatas, dan listrik menjadi komponen utama operasional mereka.
“Dari sekitar 4.000 warnet di seluruh Indonesia, yang menjadi anggota Awari, 90 persennya adalah pengusaha kecil dengan jumlah komputer di bawah 10 unit,” ujar Ketua Presidium Awari Judith Monique Samatha ke SH, di Jakarta, Kamis (2/2).
Judith menegaskan jika pemerintah tetap menaikkan TDL, anggota Awari akan memboikot dengan tidak membayar tagihan listrik.
Keluhan yang sama disampaikan Ketua Asosiasi Pengusaha Warnet Komunitas Telematika (APWKomitel) Rudy Rusdiah.
Ia menjelaskan meski tergolong memiliki usaha lebih besar dari anggota Awari, tetap saja 60 persen anggota APWKomitel masuk golongan UKM.
“Jika TDL jadi naik, sekitar 30 persen anggota akan bangkrut. Ini karena dengan tarif yang sekarang, pengusaha hanya dapat menarik marjin 10 sampai 20 persen. Kenaikan itu belum tepat untuk pengusaha warnet karena saat ini masih banyak pengusaha yang belum pulih akibat kenaikan harga BBM Oktober 2005 lalu,” katanya.
Sementara itu, untuk menaikkan tarif sewa, menurut Rudy, hal itu tidak mungkin. Pasalnya, bisnis ini sangat kompetitif. Jika ada satu saja warnet yang menaikkan tarif, pelanggan akan lari.
Rudy menambahkan, akan ada dampak lain jika pengusaha warnet bangkrut, yaitu banyak tenaga kerja yang kehilangan pekerjaan.
(sap)

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2003