|
70 Persen Pengusaha
Warnet Terancam Bangkrut
Jakarta-Sekitar 70 persen pengusaha warnet terancam bangkrut jika
pemerintah menaikkan tarif dasar listrik (TDL). Ancaman kebangkrutan
itu terbuka karena kebanyakan anggota asosiasi warnet Indonesia (Awari)
adalah pengusaha kecil dengan modal terbatas, dan listrik menjadi
komponen utama operasional mereka.
“Dari sekitar 4.000 warnet di seluruh Indonesia, yang menjadi
anggota Awari, 90 persennya adalah pengusaha kecil dengan jumlah
komputer di bawah 10 unit,” ujar Ketua Presidium Awari Judith
Monique Samatha ke SH, di Jakarta, Kamis (2/2).
Judith menegaskan jika pemerintah tetap menaikkan TDL, anggota Awari
akan memboikot dengan tidak membayar tagihan listrik.
Keluhan yang sama disampaikan Ketua Asosiasi Pengusaha Warnet
Komunitas Telematika (APWKomitel) Rudy Rusdiah.
Ia menjelaskan meski tergolong memiliki usaha lebih besar dari
anggota Awari, tetap saja 60 persen anggota APWKomitel masuk
golongan UKM.
“Jika TDL jadi naik, sekitar 30 persen anggota akan bangkrut. Ini
karena dengan tarif yang sekarang, pengusaha hanya dapat menarik
marjin 10 sampai 20 persen. Kenaikan itu belum tepat untuk pengusaha
warnet karena saat ini masih banyak pengusaha yang belum pulih
akibat kenaikan harga BBM Oktober 2005 lalu,” katanya.
Sementara itu, untuk menaikkan tarif sewa, menurut Rudy, hal itu
tidak mungkin. Pasalnya, bisnis ini sangat kompetitif. Jika ada satu
saja warnet yang menaikkan tarif, pelanggan akan lari.
Rudy menambahkan, akan ada dampak lain jika pengusaha warnet
bangkrut, yaitu banyak tenaga kerja yang kehilangan pekerjaan.
(sap)
|
|