|
Bibir Pantai
Elpaputih Patah Akibat Gempa
Ambon—Gempa dengan kekuatan 7,2 Skala Richter (SR) yang mengguncang
seluruh wilayah di Provinsi Maluku pada hari Sabtu (28/1) sekitar
pukul 02.00 WIT, menimbulkan kerusakan di beberapa wilayah,
khususnya di Pulau Seram.
Buktinya, selain Tanjung Mahu di Kecamatan Tehoru mengalami patahan
yang mengakibatkan dua rumah hancur, di Negeri Elpaputih, Kecamatan
Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, juga terjadi patahan di bibir
pantai sepanjang 100 meter lebih.
Dari pantauan SH di Negeri Elpaputih, terdapat dua patahan di bibir
pantai, tepatnya di Dusun Samasuru, yang di bagian pertama retakan
terjadi penurunan pasir sekitar 50 cm, selanjutnya sekitar tiga
meter dari retakan pertama, terjadi penurunan sekitar lima meter,
yang mengakibatkan lokasi pantai tersebut kini berubah menjadi curam
dan tidak landai lagi.
Akibat gempa tersebut, seluruh warga Negeri Elpaputih yang terdiri
dari tiga dusun, yaitu Dusun Samasuru, Paulohi dan Pokuoloni, Sabtu
lalu mengungsi ke hutan, sehingga aktivitas sehari-hari masyarakat
Elpaputih selama satu hari itu lumpuh total.
Hingga Minggu (29/1) masih banyak warga Negeri Elpaputih yang belum
kembali ke rumah mereka karena takut akan terjadi gempa susulan.
Kepanikan masyarakat Negeri Elpaputih, menurut Penjabat Sementara (Pjs)
Raja Negeri Elpaputih Eliza Upessy, diakibatkan adanya informasi
tentang akan adanya tsunami dan gempa susulan yang lebih dahsyat.
Selain itu, masyarakat Negeri Elpaputih memang masih trauma dengan
tsunami 105 tahun lalu, yang menenggelamkan Negeri Elpaputih ke laut.
Oleh masyarakat Maluku, musibah itu dikenal dengan nama ”Bahaya
Tanah Seram”.
Langsung Panik
”Itulah yang membuat warga langsung panik begitu mendengar kabar
akan adanya tsunami. Kepanikan warga Elpaputih semakin bertambah
setelah melihat kondisi bibir pantai mereka yang mengalami patahan,”
ungkap Upessy.
Dari pantauan SH di Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah,
Minggu (29/1), bukan hanya masyarakat Negeri Elpaputih yang
mengungsi, namun hampir semua warga dari negeri-negeri yang ada di
Kecamatan Amahai juga mengungsi mencari lokasi yang aman dari
kemungkinan tsunami.
Kepala Stasiun Geofisika Ambon, Benny Sipolo, yang dihubungi SH,
mengungkapkan bahwa patahan yang terjadi di Dusun Samasuru, Negeri
Elpaputih bersamaan dengan gempa yang cukup dahsyat yang terjadi
Sabtu (28/1) pukul 01.58 WIT.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Palang Merah Indonesia (PMI)
Mar’ie Muhammad mengatakan pihaknya telah menginstruksikan kepada
PMI Daerah Maluku untuk melakukan diseminasi bahaya gempa dan
langkah-langkah yang dapat dilakukan masyarakat saat terjadinya
gempa.
”Provinsi Maluku merupakan daerah yang rawan gempa sehingga PMI
Daerah Maluku diinstruksikan untuk melakukan diseminasi kepada semua
warga dan khususnya kepada warga yang masih mengungsi karena
ketakutan,” jelas Mar’ie Muhammad kepada SH di Ambon, Senin (30/1).
(izaac tulalessy)
|
|