Rabu,  18  Januari  2006

J A B O T A B E K

No.  5204

 
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Nasional
Ekonomi
Uang & Efek
Jabotabek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Iptek
Hiburan
Feature
Mandiri
Ritel
Hobi
Wisata
Eureka
Kesehatan
Cafe & Resto
Hotel & Resor
Asuransi
Otomotif
Properti
Promarketing
Budaya
CEO
Opini
Foto
Karikatur
Komentar Anda
Tentang SH

 

Pedagang Keluhkan Air di Pasar Palmerah 



Jakarta Barat - Puluhan pedagang pasar Slipi Jaya Palmerah, Jakarta Barat, mengeluhkan pasokan air dari mesin pompa di pasar tersebut yang tidak mengucur sejak dua bulan terakhir. Akibatnya, para pedagang terpaksa mengeluarkan uang tambahan untuk membeli air dari pedagang air gerobak.
”Sudah hampir dua bulan di pasar ini tidak ada air. Untuk membersihkan lapak maupun dagangan, kami terpaksa harus membawa dari rumah,” ungkap Nasrul pedagang nasi padang di pasar Slipi Jaya kepada SH, Selasa (17/1).
Keluhan serupa juga diungkapkan Narti, pedagang tahu tempe itu terpaksa membiarkan lapaknya kotor karena pasokan air terhenti. Menurutnya, meskipun ada air yang berasal dari salah satu musholah di lantai dua pasar tersebut, kondisinya kurang memadai untuk membersihkan lapak maupun untuk membersihkan barang dagangannya. ”Air yang didapat dari musholah tersendat-sendat, kadang mengalir juga kadang tidak. Lagipula kita harus antre dengan pedagang lainnya,”ujarnya.
Para pedagang sendiri telah berulang kali menyampaikan keluhan mereka kepada pihak PD Pasar Jaya sebagai pengelola. Sampai saat ini belum juga ditanggapi. Meski keberadaan pompa air di pasar Slipi Jaya tersebut merupakan hasil swadaya para pedagang, namun para pedagang tetap dipungut biaya retribusi air sebesar Rp 30.000 per bulan.
Terputusnya pasokan air di pasar Slipi Jaya itu tidak hanya dikeluhkan para pedagang saja. Sejumlah pengunjung pasar juga merasa prihatin dengan kondisi pasar yang menjadi bau dan kotor, karena kotoran sisa dagangan tidak bisa dibersihkan para pedagang.
Staf Oprasional PD Pasar Jaya Slipi Sundoro yang dikonfirmasi secara terpisah mengakui kalau mesin pompa air di pasarnya memang bermasalah. Kendala yang dihadapi untuk memperbaiki pompa tersebut adalah di dalam galian pompa yang dalamnya 100 m terdapat patahan pipa sepanjang 52 m.
”Kalau dipaksakan ditancap pipa baru, kemungkinan air yang keluar tidak maksimal. Jadi kami berusaha mencabut pipa yang patah itu terlebih dahulu, mudah-mudahan hari ini akan bisa di perbaiki,” tandasnya.
(moh. ridwan)

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2003