|
Pedagang Keluhkan
Air di Pasar Palmerah
Jakarta Barat - Puluhan pedagang pasar Slipi Jaya Palmerah, Jakarta
Barat, mengeluhkan pasokan air dari mesin pompa di pasar tersebut
yang tidak mengucur sejak dua bulan terakhir. Akibatnya, para
pedagang terpaksa mengeluarkan uang tambahan untuk membeli air dari
pedagang air gerobak.
”Sudah hampir dua bulan di pasar ini tidak ada air. Untuk
membersihkan lapak maupun dagangan, kami terpaksa harus membawa dari
rumah,” ungkap Nasrul pedagang nasi padang di pasar Slipi Jaya
kepada SH, Selasa (17/1).
Keluhan serupa juga diungkapkan Narti, pedagang tahu tempe itu
terpaksa membiarkan lapaknya kotor karena pasokan air terhenti.
Menurutnya, meskipun ada air yang berasal dari salah satu musholah
di lantai dua pasar tersebut, kondisinya kurang memadai untuk
membersihkan lapak maupun untuk membersihkan barang dagangannya.
”Air yang didapat dari musholah tersendat-sendat, kadang mengalir
juga kadang tidak. Lagipula kita harus antre dengan pedagang
lainnya,”ujarnya.
Para pedagang sendiri telah berulang kali menyampaikan keluhan
mereka kepada pihak PD Pasar Jaya sebagai pengelola. Sampai saat ini
belum juga ditanggapi. Meski keberadaan pompa air di pasar Slipi
Jaya tersebut merupakan hasil swadaya para pedagang, namun para
pedagang tetap dipungut biaya retribusi air sebesar Rp 30.000 per
bulan.
Terputusnya pasokan air di pasar Slipi Jaya itu tidak hanya
dikeluhkan para pedagang saja. Sejumlah pengunjung pasar juga merasa
prihatin dengan kondisi pasar yang menjadi bau dan kotor, karena
kotoran sisa dagangan tidak bisa dibersihkan para pedagang.
Staf Oprasional PD Pasar Jaya Slipi Sundoro yang dikonfirmasi secara
terpisah mengakui kalau mesin pompa air di pasarnya memang
bermasalah. Kendala yang dihadapi untuk memperbaiki pompa tersebut
adalah di dalam galian pompa yang dalamnya 100 m terdapat patahan
pipa sepanjang 52 m.
”Kalau dipaksakan ditancap pipa baru, kemungkinan air yang keluar
tidak maksimal. Jadi kami berusaha mencabut pipa yang patah itu
terlebih dahulu, mudah-mudahan hari ini akan bisa di perbaiki,”
tandasnya.
(moh. ridwan)
|
|