Jum'at,  13  Januari  2006

S E N I   &   H I B U R A N

No.  5200

 
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Nasional
Ekonomi
Uang & Efek
Jabotabek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Iptek
Hiburan
Feature
Mandiri
Ritel
Hobi
Wisata
Eureka
Kesehatan
Cafe & Resto
Hotel & Resor
Asuransi
Otomotif
Properti
Promarketing
Budaya
CEO
Opini
Foto
Karikatur
Komentar Anda
Tentang SH

 

Murry’s Group
Diharap Lepas dari Bayang-bayang Koes Plus
 


Jakarta – Sekitar tahun 1970-an, ketika Koes Plus sempat vakum dan menyatu dengan Nomo Koeswoyo (atau menamakan diri Koes Bers). Saat itu pula drumer Koes Plus, Murry membentuk band lain bernama Murry’s Group. Kendati berjalan sendiri, pasar musik ternyata menyambut hangat lagu-lagu ciptaan Murry. Di samping bermain drum, saat itu Murry sekaligus berperan sebagai vokalisnya.
Namun pada akhirnya, Koes Bers tidak mampu bertahan lama dan kembali lagi menjadi Koes Plus. Yang pasti, Koes Plus tetap eksis hingga kini – meski para personelnya satu persatu mengundurkan diri sehingga tertinggal Yon Koeswoyo dan Murry ditambah Jack Kashbie dan Andolin Sibuea. Dalam perjalanannya, Koes Plus pecah lagi lantaran timbul berbagai hal yang tidak sejalan. Dari situlah Murry berinisiatif menghidupkan kembali Murry’s Group (Murry, Jack Kasbie, Andolin dan Warno).
“Tetapi Murry’s Group dan Koes Plus tetap seiring dan sejalan. Tetap bersaudara, tidak saing-saingan, tidak santet-santetan,” jelas Murry, saat meluncurkan album Murry’s Group bertajuk Amit-amit Jabang Bayi di resto-kafe-galeri Bebek Bali, (11/1). “Mas Murry kan identik dengan Koes Plus, maka sudah sewajarnya lagu-lagu Murry’s Group mirip dengan Koes Plus,” tambah Andolin.

Tetap Eksis
Murry’s Group yang vokalisnya kini bernama baru, Warno, tetap merasa optimis masih bisa bersaing di pasar musik. Mereka yakin, musiknya masih dinantikan para penggemarnya di tanah air. Oleh karena itu, Murry’s Group belum mau pindah ke jalur musik lain. Namun bukan berarti mereka tak mampu membuat musik berbeda.
“Terus terang, kami bisa membuat lagu-lagu yang tren saat ini. Akan tetapi melihat usia dan pasar kita bukan di situ, jadi ya kami tetap setia di jalur musik kami,” ungkap Andolin.
Hal senada juga diungkapkan produser Erwin Malau dari Eka Records, “Nama Murry di blantika musik nasional cukup dikenal. Atas dasar reputasi tersebut, Murry’s Group akan tetap eksis justru karena tetap mempertahankan warna musiknya.”
Drumer senior Jelly Tobing yang ikut hadir dalam peluncuran Amit-amit Jabang Bayi, berharap Murry’s Group bisa menambah perbendaharaan musik Indonesia dan lepas dari bayang-bayang Koes Plus. Murry’s Group harus punya ciri sendiri. Karena Murry sudah satu nyawa dengan Koes Plus bersama lagu-lagu ciptaannya. Saya percaya, Murry bisa diandalkan,” sambungnya.

Easy Listening
Album terbaru Murry’s Group ini menggunakan konsep musik easy listening. Akan tetapi jika dicermati, ada beberapa lagu yang mengusung tren sekarang seperti pada lagu “Kunanti Cintamu” dan “Bohong”.
Warno sebagai vokalis baru, mengaku masih merasa seperti mimpi bisa masuk Murry’s Group. “Koes Plus adalah idola saya. Suatu keajaiban yang sulit dipercaya, saya kini bisa menyatu dengan para mantan Koes Plus,” ditambahkannya.
Proses rekaman Murry’s Group berlangsung mulus. Nyaris semua pemikiran dari setiap personelnya menyatu dengan bagus. Demi menjaga keutuhan dan kelanggengan Murry’s Group, mereka sepakat akan tetap menjaga kekompakan. Mereka sadar, hancurnya sebuah grup band tak lebih karena nilai kekompakan diabaikan.
Akan hal tren pasar, mereka mengaku tak pernah kuatir. Lebih dari itu, yang membuat mereka yakin adalah janji dari Kapolri Jenderal Soetanto yang menginstruksikan kepada seluruh Kapolda buat memberantas pembajakan kaset dan CD mulai awal Desember 2005. Untuk itu, Murry’s Group mengucapkan terima kasih banyak atas atensi besar dari Kapolri.(john js)

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2003