|
Presiden Mengutuk
Palu Kembali Diguncang Bom, 7 Orang Tewas
Palu – Tujuh orang tewas dan 40 lainnya luka-luka menyusul ledakan
bom mengguncang tempat pemotongan dan penjualan daging babi di Jalan
Sulawesi Maesa, Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Sabtu (31/12) pagi
pukul 07.10 Wita.
Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Bala Keselamatan
Palu, Rumah Sakit Polri Bhayangkara, Rumah Sakit Budi Agung, serta
Rumah Sakit Oendata.
Korban tewas yang sudah teridentifikasi di antaranya suami-istri
penjual daging babi, Yopie (43) dan Ny. Mei (39), Akiang, dan
seorang pembeli bernama Bambang (40).
Saksi mata, Naturanda, yang rumahnya hanya berjarak 10 meter dari
pasar tersebut menuturkan, ledakan itu cukup keras dan saat ia
keluar rumah mendapati korban Bambang sudah tergeletak di tanah.
Begitu juga dengan Yopie dan Ny. Mei.
“Saya punya barang-barang di atas lemari jatuh semua, dan anak-anak
saya menjerit menangis ketakutan,” tuturnya. Adrie (42), saksi mata
lainnya mengatakan bom di pasar daging babi satu-satunya di Kota
Palu itu meledak saat umat Kristiani ramai membeli daging babi untuk
kebutuhan Tahun Baru.
Satu Belum Meledak
Dia menyatakan tidak menyangka kalau ada orang yang berhasil
menyelinap dan meledakkan bom di kawasan itu.
Ketika bom meledak para pedagang dan pembeli berhamburan
menyelamatkan diri meninggalkan daging babi berserakan di meja
dagangan dan lantai kios masing-masing.
Adrie mengaku meja dagangannya kebetulan berdekatan dengan Yopie,
salah seorang korban yang meninggal akibat terkena serpihan bom.
Tim Jihandak Brimob Polda Sulteng yang melakukan penyisiran
menemukan sebuah bom rakitan yang belum meledak sekitar empat meter
dari tempat kejadian perkara (TKP). Kapolda Sulteng, Brigjen
Oegroseno dan Kapolresta Palu, Ajun Komisaris Besar Guntur Widodo,
langsung menuju ke lokasi dan memimpin langsung operasi pengamanan.
Puluhan aparat kepolisian dari berbagai kesatuan sudah menutup
lokasi kejadian agar tidak mengganggu tindakan penyelidikan. Kapolri
Jenderal Sutanto langsung terbang ke Palu, Sabtu pagi ini.
Sejumlah pejabat di Provinsi Sulawesi Tengah juga langsung menuju
TKP, termasuk Gubernur Sulawesi Tengah, Aminuddin Ponulele, Wali
Kota Palu, Rusdi Mastura dan Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama
Sulawesi Tengah, Azis M Godal.
Tingkatkan Kewaspadaan
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sangat menyesalkan dan sangat
mengutuk tindakan pengeboman di Palu. Pada kesempatan itu Presiden
juga menyampaikan belangsukawa atas kejadian yang menimpa para
korban.
“Presiden memerintahkan untuk melakukan pengusutan pengeboman ini
dan kaitannya jika ada dengan kejadian-kejadian sebelumnya. Presiden
juga meminta aparat keamanan meningkatkan kewaspadaan dalam rangka
tahun baru ini,” kata juru bicara Presiden, Andi Malarangeng dalam
jumpa pers di kompleks Istana Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, Sabtu
pagi ini.
Menurut Andi, Presiden mendapat laporan dari Kapolri Jenderal
Sutanto pada pukul 07.10 WIB tadi. Saat itu dilaporkan korban tewas
tercatat empat orang, luka-luka lima orang dan sejumlah korban lain
luka ringan.
“Jumlah korban tergantung perkembangan situasi, tetapi kita harapkan
mudah-mudahan tidak bertambah lagi,” kata Andi. Presiden juga
memerintahkan untuk mengambil langkah-langkah penyelamatan terutama
bagi korban yang luka berat dan luka ringan. Kepala Negara juga
meminta identifikasi korban yang tewas.
PGI Prihatin
Menyikapi kejadian itu, Wakil Sekretaris Umum PGI Pdt Weinata Sairin
yang dihubungi SH, Sabtu pagi menyatakan sangat menyesalkan dan
mengecam kejadian pengeboman di Palu tersebut. ”Kami sangat
prihatian dengan kejadian itu padahal baru saja umat Kristiani
menikmati kenyamanan perayaan Natal, tapi kemudian terjadi lagi aksi
pengeboman di Palu ini,” katanya.
Dia meminta aparat keamanan mengusut tuntas kasus pengeboman di
tempat pemotongan dan penjualan daging babi di Palu tersebut.
Pengusutan itu penting untuk menghilangkan citra yang berkembang
bahwa daerah Palu, Poso serta sejumlah daerah lainnya sengaja
”dipelihara” oleh pihak-pihak tertentu.
”Aparat keamanan harus mampu membuktikan bahwa tidak ada image itu,”
tegasnya.
(erna dwi lidiawati/mega christina/norman meoko)
|
|