Sabtu, 31 Desember 2005

Memperjuangkan Kemerdekaan dan Keadilan Kebenaran dan Perdamaian Berdasarkan Kasih

No.  5190

 
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Nasional
Ekonomi
Uang & Efek
Jabotabek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Iptek
Hiburan
Feature
Mandiri
Ritel
Hobi
Wisata
Eureka
Kesehatan
Cafe & Resto
Hotel & Resor
Asuransi
Otomotif
Properti
Budaya
CEO
Opini
Foto
Karikatur
Komentar Anda
Tentang SH

 

Presiden Mengutuk
Palu Kembali Diguncang Bom, 7 Orang Tewas  




Palu – Tujuh orang tewas dan 40 lainnya luka-luka menyusul ledakan bom mengguncang tempat pemotongan dan penjualan daging babi di Jalan Sulawesi Maesa, Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Sabtu (31/12) pagi pukul 07.10 Wita.
Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Bala Keselamatan Palu, Rumah Sakit Polri Bhayangkara, Rumah Sakit Budi Agung, serta Rumah Sakit Oendata.
Korban tewas yang sudah teridentifikasi di antaranya suami-istri penjual daging babi, Yopie (43) dan Ny. Mei (39), Akiang, dan seorang pembeli bernama Bambang (40).
Saksi mata, Naturanda, yang rumahnya hanya berjarak 10 meter dari pasar tersebut menuturkan, ledakan itu cukup keras dan saat ia keluar rumah mendapati korban Bambang sudah tergeletak di tanah. Begitu juga dengan Yopie dan Ny. Mei.
“Saya punya barang-barang di atas lemari jatuh semua, dan anak-anak saya menjerit menangis ketakutan,” tuturnya. Adrie (42), saksi mata lainnya mengatakan bom di pasar daging babi satu-satunya di Kota Palu itu meledak saat umat Kristiani ramai membeli daging babi untuk kebutuhan Tahun Baru.

Satu Belum Meledak
Dia menyatakan tidak menyangka kalau ada orang yang berhasil menyelinap dan meledakkan bom di kawasan itu.

Ketika bom meledak para pedagang dan pembeli berhamburan menyelamatkan diri meninggalkan daging babi berserakan di meja dagangan dan lantai kios masing-masing.
Adrie mengaku meja dagangannya kebetulan berdekatan dengan Yopie, salah seorang korban yang meninggal akibat terkena serpihan bom.
Tim Jihandak Brimob Polda Sulteng yang melakukan penyisiran menemukan sebuah bom rakitan yang belum meledak sekitar empat meter dari tempat kejadian perkara (TKP). Kapolda Sulteng, Brigjen Oegroseno dan Kapolresta Palu, Ajun Komisaris Besar Guntur Widodo, langsung menuju ke lokasi dan memimpin langsung operasi pengamanan.
Puluhan aparat kepolisian dari berbagai kesatuan sudah menutup lokasi kejadian agar tidak mengganggu tindakan penyelidikan. Kapolri Jenderal Sutanto langsung terbang ke Palu, Sabtu pagi ini.
Sejumlah pejabat di Provinsi Sulawesi Tengah juga langsung menuju TKP, termasuk Gubernur Sulawesi Tengah, Aminuddin Ponulele, Wali Kota Palu, Rusdi Mastura dan Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Sulawesi Tengah, Azis M Godal.

Tingkatkan Kewaspadaan
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sangat menyesalkan dan sangat mengutuk tindakan pengeboman di Palu. Pada kesempatan itu Presiden juga menyampaikan belangsukawa atas kejadian yang menimpa para korban.
“Presiden memerintahkan untuk melakukan pengusutan pengeboman ini dan kaitannya jika ada dengan kejadian-kejadian sebelumnya. Presiden juga meminta aparat keamanan meningkatkan kewaspadaan dalam rangka tahun baru ini,” kata juru bicara Presiden, Andi Malarangeng dalam jumpa pers di kompleks Istana Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, Sabtu pagi ini.
Menurut Andi, Presiden mendapat laporan dari Kapolri Jenderal Sutanto pada pukul 07.10 WIB tadi. Saat itu dilaporkan korban tewas tercatat empat orang, luka-luka lima orang dan sejumlah korban lain luka ringan.
“Jumlah korban tergantung perkembangan situasi, tetapi kita harapkan mudah-mudahan tidak bertambah lagi,” kata Andi. Presiden juga memerintahkan untuk mengambil langkah-langkah penyelamatan terutama bagi korban yang luka berat dan luka ringan. Kepala Negara juga meminta identifikasi korban yang tewas.

PGI Prihatin
Menyikapi kejadian itu, Wakil Sekretaris Umum PGI Pdt Weinata Sairin yang dihubungi SH, Sabtu pagi menyatakan sangat menyesalkan dan mengecam kejadian pengeboman di Palu tersebut. ”Kami sangat prihatian dengan kejadian itu padahal baru saja umat Kristiani menikmati kenyamanan perayaan Natal, tapi kemudian terjadi lagi aksi pengeboman di Palu ini,” katanya.
Dia meminta aparat keamanan mengusut tuntas kasus pengeboman di tempat pemotongan dan penjualan daging babi di Palu tersebut. Pengusutan itu penting untuk menghilangkan citra yang berkembang bahwa daerah Palu, Poso serta sejumlah daerah lainnya sengaja ”dipelihara” oleh pihak-pihak tertentu.
”Aparat keamanan harus mampu membuktikan bahwa tidak ada image itu,” tegasnya.
(erna dwi lidiawati/mega christina/norman meoko)




 

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2003