|
Sejumlah Organisasi
Islam:
Tunda Eksekusi Terpidana Mati Kasus Poso
Palu – Sejumlah organisasi Islam dan tokoh agama Kristen, Rabu
(14/12) pagi tadi mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan (LP) Palu,
Sulawesi Tengah, untuk memberikan semangat kepada tiga terpidana
mati kasus kekerasan di Poso, agar berani mengungkapkan kebenaran.
Namun, mereka juga mengkritik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang
telah menolak grasi terhadap tiga terpidana mati itu.
Menurut Pastor Jimmy Tumbelaka dari Tentena, Presiden Yudhoyono
belum mempelajari adanya kejanggalan dalam kasus Poso. Menurutnya,
sangat tidak adil jika eksekusi harus dijalani oleh Dominggus Da
Silva, Marinus Riwu, dan Fabianus Tibo.
”Kalau pun memang eksekusi Tibo harus dijalani, itu harus ditunda
dulu, karena perlu ada investigasi lagi tentang kasus ini,” tegasnya.
Jimmy juga mengingatkan bahwa 16 nama di balik kerusuhan Poso yang
telah disebutkan Tibo juga harus diproses.
Dewan Penasihat Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia, Nawawi
Sangkilat, mengatakan Tibo dan kawan-kawan adalah korban, hanya
”prajurit” yang diperintahkan oleh 16 ”panglima” untuk melaksanakan
tugas di Poso. Menurutnya, seharusnya 16 orang itulah yang dihukum
mati. Nawawi juga meminta Presiden Yudhoyono meninjau kembali
penolakan grasi tersebut.
”Kalau pemerintah melakukan eksekusi dalam waktu dekat ini,
pemerintah telah memutuskan benang merah kasus Poso, karena mereka
bertiga ini saksi kunci,” tegas Nawawi. Beberapa organisasi lainnya
juga menginginkan hal sama, yaitu agar eksekusi terhadap Dominggus
Da Silva, Marinus Riwu dan Fabianus Tibo ditunda.
Sejumlah organisasi Islam yang datang ke LP Palu tersebut adalah
Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia, Laskar Merah Putih, Keluarga
Besar Pelajar Islam Indonesia Sulawesi Tengah, serta Pemuda Bulan
Bintang. Sedangkan dari tokoh Kristen hadir Pastor Jimmy Tumbelaka
dari Tentena. (erna dwi lidiawati)
|
|