|
ILMUWAN
Dr Warsito, Ahli “Tembus Pandang” yang Bukan Klenik
JAKARTA – Melihat tembus pandang di zaman dulu hanya sebatas wacana.
Bahkan, dihubungkan dengan ilmu klenik. Tapi di masa kini, dengan
keandalan teknologi, hal itu bukan suatu yang mustahil. Berkat
teknologi tomografi, kita bisa melihat suatu objek tanpa harus
membuka penampangnya.
Inilah yang ditekuni Dr Warsito, ilmuwan senior bidang kimia dan
biomolekuler Ohio State University, Amerika Serikat (AS). Lelaki
kelahiran Solo, 15 Mei 1967 ini telah mengembangkan tomografi
volumetrik. Apa pula ini?
“Ini merupakan prototip tomografi terkini yang mampu melakukan
rekonstruksi objek secara real time dan tiga dimensi dengan
kecepatan hingga milidetik per volume,” papar Warsito dalam
presentasinya di acara “Meeting of Indonesian Scientist in the 21st
Century” di Jakarta baru-baru ini.
Walau sudah melanglang buana belajar di negeri orang, Warsito masih
tercatat sebagai warga negara Indonesia. Ilmu kimia memang sudah
diminati Warsito sejak belia. Tak heran ia menuntut ilmu tersebut
sampai ke Negeri Sakura, tepatnya Universitas Shizouka.
Setelah itu, ia melanjutkan ke jenjang S2 di kampus serupa. Pada
1997 Warsito berhasil menuntaskan PhD-nya di kampus itu juga dengan
disertasi tentang yomografi ultrasonik. Kini ia tercatat sebagai
ilmuwan senior di Department of Chemical and Biomolecular
Engineering di Ohio State University. Di sinilah ia bersama timnya
mengembangkan tomografi bolumeytrik.
Walau lama di negeri orang, Warsito masih menjadi dosen tamu di
jurusan fisika Universitas Indonesia hingga saat ini. Ia juga sempat
menjadi dosen tamu di kampus yang membesarkannya, Universitas
Shizouka.
Ada serangkaian penghargaan yang pernah diraih lelaki murah senyum
ini. Tahun 2002 ia dianugerahi American Institute of Chemist
Foundation Outstanding Post-doctoral Award. Ia juga menjadi lulusan
terbaik bidang kimia di Universitas Shizouka. Bahkan di awal
kariernya pada 1985 Warsito sempat meraih Baiquni Award bidang sains
dan matematika dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
Berkat segudang prestasinya itu, lelaki ini termasuk dalam 16
ilmuwan Indonesia yang diberi kesempatan unjuk gigi di depan Douglas
D Osheroff, peraih Nobel Fisika 1996 yang berkunjung ke Indonesia,
akhir pekan silam. (mer) |
|