Sabtu, 30 Juli 2005

S E N I   &   H I B U R A N

No.  5063

 
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Nasional
Ekonomi
Uang & Efek
Jabotabek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Iptek
Hiburan
Feature
Mandiri
Ritel
Hobi
Wisata
Eureka
Kesehatan
Cafe & Resto
Hotel & Resor
Asuransi
Otomotif
Properti
Promarketing
Budaya
CEO
Opini
Foto
Karikatur
Komentar Anda
Tentang SH

 

“Konser Erwin Gutawa Salute to Koes Plus Bersaudara”
Karya Lawas dalam Perspektif Baru



Oleh
John JS


Jakarta – Usai sudah penantian Erwin Gutawa sepanjang satu tahun. Kini impiannya telah kesampaian, dan siap terlaksana di Plenary Hall, Jakarta Convention Centre pada 9 Agustus mendatang.

Dengan tajuk Konser Erwin Gutawa Salute to Koes Plus Bersaudara—bentuk visual dan performa dari album laris yang beredar tahun lalu itu akan menampilkan seratus pemusik orkestra, 75 personel paduan suara serta puluhan penyanyi dan instrumentalis. Erwin padahal peluang semacam ini susah didapat.
“Apalagi banyak artis pemusik asing yang datang (ke Indonesia). Ini konserku yang terbesar,” sambung Erwin saat jumpa wartawan di Hard Rock Café, (27/7).
Mengenai muatannya, akan ada beberapa penambahan nomor lagu. Itulah kenapa ikut diajak partisipasi Baim dan Marshanda. Ini, menurut Erwin, adalah bentuk penghargaan tambahan untuk legenda Koes Bersaudara yang jadi kebanggaan bangsa. Ia juga menjelaskan tentang pilihan mengubah aransemen, sebagai perspektif baru dari karya lagu Koes Plus.
“Saya sengaja membuatnya untuk semua orang. Meski anak sekarang rata-rata cuek, tetapi ada harapan mereka (terdorong) bisa nanya kepada orangtua,” ungkap aranjer terbaik di Indonesia itu.
Menjawab keraguan orang terhadap aransemen yang lumayan berbeda dari keasliannya, “Itulah visi baru pada komposisi mereka. Ternyata komposisi lagu-lagu mereka begitu lentur, transparan dan megah. Bisa dimainkan dengan segala jenis musik,” urai Erwin.
Selain itu, Konser Erwin Gutawa Salute to Koes Plus Bersaudara bermaksud sebagai penghargaan untuk para pahlawan musik negeri sendiri. “Apalagi mereka (Koes Plus/Bersaudara) memiliki wawasan dan menjadi kebanggaan pada tanah airnya,” ujar Erwin, lebih jauh.
Sebagai penata artistik sekaligus produser, Jay Subyakto mengingatkan konser ini bukan sekadar nostalgia dan tembang kenangan. Akan tetapi membangkitkan minat anak muda pada nasionalisme dari musik legenda negeri sendiri.

Terkait Ulang Tahun RI
Secara kebetulan, penyelenggaraan Konser Erwin Gutawa Salute to Koes Plus Bersaudara terkait dengan usia Republik Indonesia 60 tahun, yang memberi inspirasi PT Djarum sebagai sponsor utama, serta mendapatkan dukungan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dan program Enjoy Jakarta.
Kepastian penyelenggaraan ini ikut ditentukan oleh konsep kemasan konser yang ditangani Erwin Gutawa. Sebagai bentuk kelanjutan dari kolaborasi antara Erwin dan Jay, setelah tujuh konser ditangani keduanya dengan cemerlang: Konser Chrisye “Sendiri”, Konser Chrisye “Badai Pasti Berlalu”, Rockestra 2000, Konser Decade, Konser Erwin Gutawa, Konser Kris Dayanti, dan KD 1530.
Kali ini dengan Konser Erwin Gutawa Salute to Koes Plus Bersaudara, penampilan terbaik turut dipercayakan pada 12 penyanyi yakni Andy “/rif”, Armand Maulana, Audy, Baim, Fadly “Padi”, Fithriana, Glenn Fredly, Kikan, Rio Febrian, Ruth Sahanaya, Syaharani, Marshanda. Serta dukungan dari para pemusik kelas atas, semacam Andi Rianto, Eet Syahrani, Tohpati, Hendry Lamiri, Dewa Budjana, perkusionis Djalu, Indra Lesmana, Matez, Cendi Luntungan, Oele Pattiselano, Saat, Thomas “Gigi”, Hendi “Gigi”, bassis Indro, dan Hypersax.
Penampilan konser kolaborasi Erwin dan Jay kali ini jauh berbeda. Mereka menghadirkan various artists dengan perbedaan corak genre musik, serta kekuatan dan audiens yang beragam. Lebih lagi, karena mengemas lagu-lagu seri “Nusantara” dari Koes Plus dengan aransemen baru, sebagai wujud sumbangsih dari pemusik dan penyanyi Indonesia dalam rangka 60 tahun Indonesia merdeka.
“Keberadaan Koes Plus/Bersaudara bisa dibilang sebagai salah satu tonggak sejarah musik Indonesia. Mereka adalah band yang produktif, variatif dan nasionalis. Paling produktif sepanjang masa, karena sebagai leading band yang telah melahirkan puluhan album di era tahun 1960/80-an. Variatif, karena memainkan banyak jenis musik, mulai dari pop, rock, Melayu, keroncong, hingga lagu anak,” demikian Erwin.
“Sepak terjang Koes Plus/Bersaudara ketika itu sangat mendominasi, sangat melekat di hati masyarakat, dan terbukti masih mempunyai penggemar setia hingga kini. Koes Plus/Berasudara telah meletakkan dasar-dasar musik pop Indonesia,” dipaparkan Erwin, panjang lebar.
Erwin juga memperjelas tentang loyalitas Koes Plus/Berasudara yang pantas untuk diteladani oleh artis Indonesia saat ini. “Loyalitas tinggi, attitude yang baik, serta kemampuan yang terjaga akan membuat seorang seniman dapat bertahan melewati sekian zaman,” diakhiri Erwin.

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2003