Kamis, 28 Juli 2005

Memperjuangkan Kemerdekaan dan Keadilan Kebenaran dan Perdamaian Berdasarkan Kasih

No.  5061

 
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Nasional
Ekonomi
Uang & Efek
Jabotabek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Iptek
Hiburan
Feature
Mandiri
Ritel
Hobi
Wisata
Eureka
Kesehatan
Cafe & Resto
Hotel & Resor
Asuransi
Otomotif
Properti
Budaya
CEO
Opini
Foto
Karikatur
Komentar Anda
Tentang SH

 

Flu Burung Rugikan Rp 80 Miliar Per Hari



Jakarta – Kalangan peternak dan pengusaha unggas mengaku sangat dirugikan oleh berita isolasi unggas. Kerugian yang diderita peternak maupun pengusaha mencapai Rp 80 miliar per hari. Pada tahun 2004, kerugian akibat merebaknya virus flu burung di Indonesia Rp 7,7 triliun.
Oleh karena itu para peternak dan pengusaha merencanakan bertemu dengan Menteri Pertanian Anton Apriantono, Kamis, (28/7) malam.
Hartono, Ketua Pinsar (Pusat Informasi dan Pemasaran Hasil Unggas) kepada SH, di Jakarta, Kamis (28/7) pagi mengatakan merebaknya kabar soal isolasi unggas telah menyebabkan menurunnya harga jual ayam secara drastis sebesar 30-50 persen.
Hal ini disebabkan kekhawatiran yang besar dari pihak konsumen mengonsumsi ayam karena takut terjangkit virus flu burung.
“Tidak benar itu. Tidak ada kebijakan soal isolasi unggas yang dikeluarkan pemerintah. Kami (peternak dan pengusaha) selalu dirugikan oleh informasi yang tidak benar dari media massa soal flu burung,” tegasnya.
Perihal isolasi unggas, Hartono menegaskan pihaknya telah mengklarifikasi kebenaran hal tersebut dari bagian Kesehatan Hewan (Keswan) Dr. Tata.
Dr. Tata mengatakan tidak ada atau belum ada pelarangan atau kebijakan isolasi unggas dari Departemen Pertanian. Menurut Hartono, isu isolasi tersebut beredar dari pernyataan Bupati Sragen terhadap salah satu media massa di Jawa Tengah yang kemudian berkembang.
(rafael sebayang)

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2003