|
Open Source,
Pantaskah Kita Memilikinya
Jakarta - Kejadian diberangusnya warnet-warnet di Indonesia, setelah
diketahui menggunakan perangkat lunak bajakan. Membuat banyak
pengguna fasilitas ini, mengalihkan perhatian pada jenis perangkat
lunak lain. Salah satu pilihannya jelas menggunakan jenis perangkat
lunak yang lebih bersahabat. Yaitu jenis-jenis perangkat lunak yang
berbasis open source, alias gratis dan bisa di-download dari situs
internet kapan saja.
Namun semua itu sebenarnya masih bisa dibilang tak pasti. Karena tak
adanya garansi mengenai kemampuan jenis software, mereduksi semua
keinginan pemakai. Hingga para pemakai tak akan bisa mengklaim apa
pun bila ternyata jenis perangkat lunak ini ngambek, dan tidak mau
menjalankan fungsinya.
Belum lagi masalah tampilan, yang bisa berbeda jauh berbeda sekali
satu sama lain. Hingga banyak calon pemakai perangkat lunak jenis
ini menjadi terus bertanya-tanya. Bahkan beberapa operator warnet di
bilangan Margonda, Depok, terpaksa harus membiasakan diri dahulu
selama beberapa minggu. Sebelum mereka siap memakai layanan jenis
open source, sejenis Linux, kepada para pelanggannya. Beberapa
kemudian tak merekomendasikan dan beberapa yang lain meminta untuk
menahan sebentar.
Padahal sebenarnya kasus ketidakyakinan ini bisa ditekan, bila para
pemakai perangkat lunak jenis open source mengerti apa saja yang
perlu diperhatikan bila serius memakainya.
Pertama yang perlu diketahui dari perangkat lunak tersebut adalah
keterangan mengenai siapa nama pengarang asli dari sistem operasi
perangkat lunak tersebut. Sebab dengan mengetahui namanya, paling
tidak kita telah memiliki jaminan apakah jenis perangkat lunak
tersebut dapat kita pergunakan.
Adanya nama pengarang juga membuat kita memiliki daftar kemampuan
per individu para programer tersebut. Dan nantinya, apabila kita tak
suka pada jenis perangkat lunak tersebut, kita dapat membuangnya,
dan mem-black list nama tersebut dalam daftar software berbasis open
source yang bisa di-download.
Kemudian hal lain yang bisa dilakukan adalah melakukan penjajagan
mengenai perangkat lunak yang akan dipergunakan. Biasanya para
programer perangkat lunak tersebut, akan meninggalkan alamat untuk
menghubungi mereka. Catat alamat tersebut dan simpan baik-baik.
Sebab kemungkinan itu akan berguna bila kita menemui kesulitan dalam
pemakaian perangkat lunak.
Jangan lupakan juga meminta izin kepada sang pencipta sistem
perangkat lunak. Karena ini berhubungan juga dengan bentuk
penghargaan kita terhadap karya cipta mereka. Pengalaman kita dari
peristiwa terdahulu seharusnya kita jadikan pelajaran. Biar
bagaimanapun, hak cipta merupakan hal yang patut diperhatikan.
Dengan adanya sikap permisif yang direspons para pembuat program
juga, paling tidak membuat lahirnya jaminan mengenai bonaviditas
perangkat lunak tersebut. Adanya izin dari pencipta program, membuat
kita lebih nyaman dalam memakai perangkat lunak tersebut. Selain
juga menemukan tempat bertanya yang paling baik, bila kita memiliki
masalah dalam pemakaian perangkat lunak tersebut.
Namun perlu diingat juga. Keputusan kita untuk memakai program
gratisan berbasis open source ini, sebenarnya juga memiliki ancaman
yang tak kalah penting. Apalagi pada bisnis-bisnis penting, yang
memerlukan keandalan perangkat untuk memuluskan perjalanan
keprofesionalan perusahaan.
Dengan memakai perangkat open source, segala kemungkinan dapat saja
terjadi. Bahkan kejadian yang paling buruk, seperti tak berfungsinya
semua sistem bisa terjadi. Jelas ini akan menghambat laju
perusahaan, yang berarti juga kerugian akibat berkurangnya faktor
produksi. Dan inilah sulitnya, karena para pengacara kita tentu juga
tak akan mudah untuk menentukan akan menuntut siapa, pada kasus ini.
Sementara kerugian dan keluhan para konsumen terbayang di depan
mata.
Rasa-rasanya untuk kaum yang menganggap kepuasan sebagai salah satu
faktor penting yang harus diperhatikan, tentu akan berpikir ulang
memakai produk gratisan ini. Jadi disarankan, agar calon pemakai
program ini untuk memilah segala kebutuhannya. Open source mungkin
bisa menjadi jalan keluar, bila memang kita merasa cocok dan
memiliki jaminan untuk pengoperasiannya. (slg)
|
|