Selasa,  14 Juni 2005

J A B O T A B E K

No.  5023

 
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Nasional
Ekonomi
Uang & Efek
Jabotabek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Iptek
Hiburan
Feature
Mandiri
Ritel
Hobi
Wisata
Eureka
Kesehatan
Cafe & Resto
Hotel & Resor
Asuransi
Otomotif
Properti
Promarketing
Budaya
CEO
Opini
Foto
Karikatur
Komentar Anda
Tentang SH

 

LINTAS METRO



 

Polisi Tangkap Enam Pemerkosa Pelajar

BEKASI - Polsek Bantar Gebang berhasil menangkap enam dari 12 pemerkosa dua pelajar SMU dan SLTP. Kaniv Reserse Polsek Bantar Gebang Inspektur I JM Silaban yang dihubungi SH, Selasa (14/6) pagi mengakui keenam tersangka kini sedang dalam proses penyidikan. Sedang enam pelaku lainnya yang sudah diketahui identitasnya masih dalam pengejaran.
Dari enam pelaku yang sudah tertangkap, menurut Silaban, tiga orang di antaranya mengaku melakukan pemerkosaan terhadap kedua wanita pelajar. Selain itu, sekitar 12 orang saksi dan dua orang di antaranya saksi utama yang melihat pemerkosaan dilakukan juga sudah dimintai keterangan.
Seperti diketahui, dua orang gadis berusia 18 tahun dan 15 tahun diperkosa secara bergiliran dalam waktu terpisah di lapangan sepak bola Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi.
Dari dua peristiwa tersebut diketahui pelaku berjumlah 12 orang dan sampai saat ini polisi masih melakukan pemeriksaan motif terhadap dua kasus pemerkosaan yang sempat menjadi perhatian khusus dari jajaran kepolisian, termasuk Polres Metropolitan Bekasi.
JM Silaban menuturkan, dua dari tersangka yang kini mendekam dalam tahanan polisi, ternyata sempat merayu dan memaksa kedua korban untuk menenggak minuman keras mengakibatkan dua korban tidak sadar dan akhirnya diperkosa secara bergiliran. (jon)

Rp 200 Juta Dirampok Empat Pemuda

BEKASI – Ali Imron (32) dirampok empat pemuda ketika melintas di Perumahan Taman Harapan Baru, Bekasi, Senin malam (13/6) sekitar pukul 23.00 WIB. Pelaku berhasil membawa tas berisi uang Rp 200 juta .
Warga Permata Hijau Blok C, Kelurahan Perwira Bekasi yang melintas di jalan tersebut tiba-tiba diadang empat pelaku. Korban langsung ditodong dengan senjata tajam dan para pelaku meminta dengan paksa tas yang dibawa korban.
Karena diancam dengan senjata tajam, akhirnya pelaku menyerahkan tas yang berisi uang tunai Rp 200 juta. Keempat pelaku berhasil kabur setelah merampas tas-tas milik Ali Imron. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polres Metro Bekasi. (han)

Polri Belum Tahu Soal Lima Mobil Berisi Bom

Jakarta, Sinar Harapan
Mabes Polri hingga kini tidak mengetahui, soal lima kendaraan yang membawa bom dan berkeliaran di Indramayu, Jawa Barat. Pihak kepolisian masih akan mengecek sumber informasi tersebut.
Demikian Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Soenarko kepada wartawan, Senin, 13/6. ”Yang jelas, Mabes Polri belum mengetahui informasi yang mengatakan adanya lima mobil boks yang diduga membawa bom. Kalau memang ada, tentu polisi tidak tinggal diam. Namun hingga kini kita belum mendapat keterangan adanya lima mobil yang membawa bom tersebut,” tegasnya.
Sebelumnya beredar berita mengenai lima mobil boks berisi bom berkeliaran di Indramayu. Kelima mobil tersebut berjenis Feroza, Kijang, Panther, Hino dan Starwagon. Kelima mobil itu berplat nomor B alias mobil Jakarta.

Bom Tentena
Sementara itu darihasil pemeriksaan Pusat Laboratorium Mabes Polri (Puslabfor) diketahui bahan bom di Tentena dan Pamulang, jenis bahannya sama.
Bom Pamulang bersifat bom tradisionil, dengan bahan-bahan peledak kurang dari 500 gram. Bahan tersebut terdiri dari wadah plastik, lap mobil , flash powder, potasium klorat, alumunium sulfur serta rangkaian elektronik yang menggunakan timer.
”Bahan-bahan bom tersebut ada kesamaannya dengan bom Tentena, yaitu sama-sama menggunakan flas powder, potasium klorat dan alumunium sulfur, meskipun daya ledaknya berbeda. Daya ledak bom Pamulang rendah, sedang bom Tentena daya ledaknya tinggi,” tutur Soenarko
Meskipun ada kesamaan kedua bom tersebut, polisi belum dapat memastikan apakah ada kaitannya antara pelaku bom Tentena dan Pamulang. Yang jelas hingga kini polisi masih terus memburu tersangka bom Pamulang, sedangkan kedua tersangka bom Tentena Erwin dan Atuk juga masih dalam pengejaran pihak berwajib. (han)

Perampok Lukai Korban, Rp 28 Juta Dibawa Kabur

Bekasi, Sinar Harapan
Empat perampok berhasil menggasak uang tunai Rp 28 juta, setelah melukai dan menendang korbannya, Senin (13/6) di Jl.Muhamad Yamin, Kelurahan Duren Jaya Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.
Fitro Haki (19) yang melihat ayahnya Isarudin (40) terkapar ditendang pelaku dari atas sepeda motor, menderita luka di pelipis. Ia mengalami luka parah dan dilarikan ke sebuah klinik, sementara keempat perampok yang mengendarai dua sepeda motor Yamaha RX King, berhasil melarikan diri.
Perampokan terjadi tidak jauh dari show room sepeda motor milik korban. Sedang keempat pelaku sudah mengikuti korban yang saat itu membawa uang Rp 28 juta. Setiba di tempat kejadian, penjahat itu langsung mengadang Isarudin.
Salah seorang dari mereka menendang Isarudin yang sedang mengendarai sepeda motor, mengakibatkan korban jatuh. Pelakupun merampas uang yang disimpan di balik jaket Isarudin.
Fitro Haki anak korban yang saat itu sedang berdiri di depan show room, tidak mengira bahwa yang jatuh dari sepeda motor adalah orang tuanya. Mendegar teriakan Isarudin, Fitropun segera menolong ayahnya. Fitro mencoba menyelamatkan uang yang sudah sempat dirampas pelaku. Tetapi, ia tak berdaya setelah salah seorang pelaku membacok pelipisnya.
Aksi perampokan di siang hari ini, dilaporkan ke Polsek Bekasi Timur. Hingga saat ini, keempat pelaku masih dalam penyidikan polisi.
Perampokan dengan mengendarai sepeda motor siang hari, mulai marak di Bekasi. Minggu lalu, seorang nasabah bank, Albert Zulkifli Can, juga dibacok empat pelaku di Jalan Boulevard Raya Perumahan Boulevard Kecamatan Medansatria Kota Bekasi. Namun uang Rp 35 juta tidak sempat dibawa kabur pelaku. (jon)

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2003