|
LINTAS METRO
Polisi Tangkap Enam Pemerkosa
Pelajar
BEKASI - Polsek Bantar Gebang berhasil menangkap enam dari 12
pemerkosa dua pelajar SMU dan SLTP. Kaniv Reserse Polsek Bantar
Gebang Inspektur I JM Silaban yang dihubungi SH, Selasa (14/6) pagi
mengakui keenam tersangka kini sedang dalam proses penyidikan.
Sedang enam pelaku lainnya yang sudah diketahui identitasnya masih
dalam pengejaran.
Dari enam pelaku yang sudah tertangkap, menurut Silaban, tiga orang
di antaranya mengaku melakukan pemerkosaan terhadap kedua wanita
pelajar. Selain itu, sekitar 12 orang saksi dan dua orang di
antaranya saksi utama yang melihat pemerkosaan dilakukan juga sudah
dimintai keterangan.
Seperti diketahui, dua orang gadis berusia 18 tahun dan 15 tahun
diperkosa secara bergiliran dalam waktu terpisah di lapangan sepak
bola Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi.
Dari dua peristiwa tersebut diketahui pelaku berjumlah 12 orang dan
sampai saat ini polisi masih melakukan pemeriksaan motif terhadap
dua kasus pemerkosaan yang sempat menjadi perhatian khusus dari
jajaran kepolisian, termasuk Polres Metropolitan Bekasi.
JM Silaban menuturkan, dua dari tersangka yang kini mendekam dalam
tahanan polisi, ternyata sempat merayu dan memaksa kedua korban
untuk menenggak minuman keras mengakibatkan dua korban tidak sadar
dan akhirnya diperkosa secara bergiliran. (jon)
Rp 200 Juta Dirampok Empat Pemuda
BEKASI – Ali Imron (32) dirampok empat pemuda ketika melintas di
Perumahan Taman Harapan Baru, Bekasi, Senin malam (13/6) sekitar
pukul 23.00 WIB. Pelaku berhasil membawa tas berisi uang Rp 200 juta
.
Warga Permata Hijau Blok C, Kelurahan Perwira Bekasi yang melintas
di jalan tersebut tiba-tiba diadang empat pelaku. Korban langsung
ditodong dengan senjata tajam dan para pelaku meminta dengan paksa
tas yang dibawa korban.
Karena diancam dengan senjata tajam, akhirnya pelaku menyerahkan tas
yang berisi uang tunai Rp 200 juta. Keempat pelaku berhasil kabur
setelah merampas tas-tas milik Ali Imron. Kejadian ini selanjutnya
dilaporkan ke Polres Metro Bekasi. (han)
Polri Belum Tahu Soal Lima Mobil
Berisi Bom
Jakarta, Sinar Harapan
Mabes Polri hingga kini tidak mengetahui, soal lima kendaraan yang
membawa bom dan berkeliaran di Indramayu, Jawa Barat. Pihak
kepolisian masih akan mengecek sumber informasi tersebut.
Demikian Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Soenarko kepada
wartawan, Senin, 13/6. ”Yang jelas, Mabes Polri belum mengetahui
informasi yang mengatakan adanya lima mobil boks yang diduga membawa
bom. Kalau memang ada, tentu polisi tidak tinggal diam. Namun hingga
kini kita belum mendapat keterangan adanya lima mobil yang membawa
bom tersebut,” tegasnya.
Sebelumnya beredar berita mengenai lima mobil boks berisi bom
berkeliaran di Indramayu. Kelima mobil tersebut berjenis Feroza,
Kijang, Panther, Hino dan Starwagon. Kelima mobil itu berplat nomor
B alias mobil Jakarta.
Bom Tentena
Sementara itu darihasil pemeriksaan Pusat Laboratorium Mabes Polri
(Puslabfor) diketahui bahan bom di Tentena dan Pamulang, jenis
bahannya sama.
Bom Pamulang bersifat bom tradisionil, dengan bahan-bahan peledak
kurang dari 500 gram. Bahan tersebut terdiri dari wadah plastik, lap
mobil , flash powder, potasium klorat, alumunium sulfur serta
rangkaian elektronik yang menggunakan timer.
”Bahan-bahan bom tersebut ada kesamaannya dengan bom Tentena, yaitu
sama-sama menggunakan flas powder, potasium klorat dan alumunium
sulfur, meskipun daya ledaknya berbeda. Daya ledak bom Pamulang
rendah, sedang bom Tentena daya ledaknya tinggi,” tutur Soenarko
Meskipun ada kesamaan kedua bom tersebut, polisi belum dapat
memastikan apakah ada kaitannya antara pelaku bom Tentena dan
Pamulang. Yang jelas hingga kini polisi masih terus memburu
tersangka bom Pamulang, sedangkan kedua tersangka bom Tentena Erwin
dan Atuk juga masih dalam pengejaran pihak berwajib. (han)
Perampok Lukai Korban, Rp 28 Juta Dibawa Kabur
Bekasi, Sinar Harapan
Empat perampok berhasil menggasak uang tunai Rp 28 juta, setelah
melukai dan menendang korbannya, Senin (13/6) di Jl.Muhamad Yamin,
Kelurahan Duren Jaya Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.
Fitro Haki (19) yang melihat ayahnya Isarudin (40) terkapar
ditendang pelaku dari atas sepeda motor, menderita luka di pelipis.
Ia mengalami luka parah dan dilarikan ke sebuah klinik, sementara
keempat perampok yang mengendarai dua sepeda motor Yamaha RX King,
berhasil melarikan diri.
Perampokan terjadi tidak jauh dari show room sepeda motor milik
korban. Sedang keempat pelaku sudah mengikuti korban yang saat itu
membawa uang Rp 28 juta. Setiba di tempat kejadian, penjahat itu
langsung mengadang Isarudin.
Salah seorang dari mereka menendang Isarudin yang sedang mengendarai
sepeda motor, mengakibatkan korban jatuh. Pelakupun merampas uang
yang disimpan di balik jaket Isarudin.
Fitro Haki anak korban yang saat itu sedang berdiri di depan show
room, tidak mengira bahwa yang jatuh dari sepeda motor adalah orang
tuanya. Mendegar teriakan Isarudin, Fitropun segera menolong
ayahnya. Fitro mencoba menyelamatkan uang yang sudah sempat dirampas
pelaku. Tetapi, ia tak berdaya setelah salah seorang pelaku membacok
pelipisnya.
Aksi perampokan di siang hari ini, dilaporkan ke Polsek Bekasi
Timur. Hingga saat ini, keempat pelaku masih dalam penyidikan
polisi.
Perampokan dengan mengendarai sepeda motor siang hari, mulai marak
di Bekasi. Minggu lalu, seorang nasabah bank, Albert Zulkifli Can,
juga dibacok empat pelaku di Jalan Boulevard Raya Perumahan
Boulevard Kecamatan Medansatria Kota Bekasi. Namun uang Rp 35 juta
tidak sempat dibawa kabur pelaku. (jon) |
|