|
ILMUWAN
Ir. Budi Rahardjo, Msc
Satu-satunya Pakar TI Indonesia?
JAKARTA – “Tidak ada pakar Teknologi Informasi (TI) di Indonesia.
Mungkin hanya Budi Rahardjo yang bisa dikatakan pakar TI
sesungguhnya,” demikian paparan seorang pengamat TI dalam artikel
yang dimuat di Sinar Harapan (SH). Siapa sebenarnya Budi Rahardjo?
Untuk komunitas TI, nama dosen Teknik Elektro Institut Teknologi
Bandung (ITB) ini sudah tak asing lagi. Nama Budi sudah akrab dengan
para peserta seminar TI di Indonesia. Dia begitu kerap diundang
sebagai pembicara di pelbagai arena seminar dan diskusi TI.
Dikenal sebagai pakar bidang keamanan jaringan, Budi cukup eksis di
dunia nyata maupun maya. Peraih gelas Master dan PhD bidang electric
and computer engineering dari University of Manitoba, Kanada, ini
terbilang lumayan rajin membuat weblog. Ia juga tekun menulis
artikel, materi presentasi serta buku yang berkisar seputar TI dan
pendidikan.
Bukan hanya secara teori saja, lelaki pencinta progresif rock dan
jazz ini menggeluti TI. Budi paham betul bagaimana mendesain peranti
keras seperti radio, juga menguasai bahasa pemrograman peranti
lunak. Tentu saja bukan sekadar Windows yang dikuasainya, namun juga
sejumlah sistem operasi Open Source seperti Linux. Maka tak heran
kalau dalam beberapa seminar Budi mampu mempresentasikan beragam
materi, bukan hanya seputar masalah keamanan jaringan, melainkan
juga masalah program, peranti keras, pendidikan, bahkan juga
e-government.
Budi juga terkenal sebagai penulis buku. Sudah ada dua bukunya yang
dipublikasi, yakni Memahami Teknologi Informasi (2004) dan Panduan
Menulis Karya Ilmiah (2002). Di luar hobinya membagi pengalaman
melalui tulisan di weblog, lelaki berkumis ini juga sibuk
beraktivitas sebagai direktur Pusat Penelitian dan Pengembangan
Industri dan Teknologi Informasi ITB. Ia juga salah satu pendiri dan
manajer PT Indocisc Management Information System. Interesnya di
bidang keamanan jaringan disalurkan melalui jabatannya sebagai
direktur bagian teknologi PT Insan Indonesia yang membidangi masalah
keamanan dan komunitas dunia maya. Sedangkan minatnya dalam bidang
pendidikan dikuatkan dengan eksistensinya sebagai Chief Executive
Officer (CEO) pada PT Sumber Daya Telematika Indonesia yang
memanajemeni hubungan manusia dengan TI serta menginisiasi Program
Sekolah 2000. Yang terakhir ini merupakan program pengenalan TI ke
berbagai sekolah kejuruan di Indonesia.(mer)
|
|