Kamis, 08 April 2004

J A B O T A B E K

No.  4672

 
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Nasional
Ekonomi
Uang & Efek
Jabotabek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Iptek
Hiburan
Feature
Mandiri
Ritel
Hobi
Wisata
Eureka
Kesehatan
Cafe & Resto
Hotel & Resor
Asuransi
Otomotif
Properti
Promarketing
Budaya
CEO
Opini
Foto
Karikatur
Komentar Anda
Tentang SH

 

Sukses Daur Ulang Sampah
Kelompok Ibu Arisan Itu Mengukir Prestasi Nasional
 

BEKASI - Sebenarnya tidak ada yang luar biasa dari kelompok ibu rumah tangga ini. Hanya bermodalkan kreatif, inovatif, kebersamaan, serta kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan dengan memanfaatkan limbah rumah tangga dan industri, mereka berhasil mengukir prestasi tingkat nasional.
Ibu-ibu rumah tangga yang membentuk kelompok arisan beranggotakan 38 orang itu berada di pelosok Kabupaten Bekasi, tepatnya di Kampung Limo, Desa Cibarusah Jaya Kecamatan Cibarusah, Bekasi. Tidak tanggung-tanggung, kelompok arisan ini menyabet juara tiga tingkat nasional dalam lomba kreasi daur ulang sampah rumah tangga dari Kementerian Lingkungan Hidup.
Dengan ide, kreativitas, dan rasa kebersamaan itulah kelompok ibu-ibu rumah tangga dan PKK Sari Asih Mandiri yang dipimpin Ny Wazarita, guru honor SLTP Negeri I Cibarusah, Bekasi, menerima penghargaan yang diserahkan bertepatan dengan Hari Ibu 22 Desember 2003. Kelompok yang berlokasi di Kampung Limo RT 09 RW 03 Cibarusah Jaya ini ternyata juga pernah mendapat piagam dari Menteri Pemberdayaan Perempuan.
Kelompok berprestasi yang satu ini semula hanya kegiatan arisan ibu-ibu rumah tangga di Kampung Limo, Cibarusah Jaya, Kabupaten Bekasi. Namun, tingginya rasa gotong royong ditambah kepedulian terhadap lingkungan belakangan membuat kelompok ibu-ibu rumah tangga ini benar-benar berarti buat warga di sekitarnya.
Ny Wazarita, wanita asal Bengkulu Sumatera yang lulusan Universitas Hamka Jakarta jurusan MIPA ini bertindak selaku Ketua Kelompok Sari Asih Mandiri, kepada SH, mencerita panjang lebar tentang kelompok yang tidak disangka-sangka mendapat juara tingkat nasional dalam daur ulang limbah.
”Yang mereka lakukan awalnya hanya mengumpulkan kaleng dan botol bekas. Kemudian, di dua ujung kaleng ini, dilubangi lalu disusun menjadi saluran air di lingkungan tempat tinggal warga. Suatu pekerjaan yang mudah, karena mereka juga hanya memanfaatkan kaleng bekas yang ditemukan di mana-mana,” katanya.
Dia menyatakan dengan pemanfaatan kaleng bekas menjadi saluran air, lingkungan juga menjadi bersih dan tidak ada genangan air yang terbuka sehingga sangat membantu ketika penyakit demam berdarah dangue mengamuk beberapa waktu lalu.
Menurut Ny. Wazarita, guru matematika ini, dari 38 orang kelompok masing-masing memisahkan sampah rumah tangga jenis basah dan kering. Sampah basah seperti potongan sayur mereka kumpulkan. Sampah kering seperti kaleng, botol dan sejenisnya dipisahkan. Kemudian sampah basah tadi disatukan dari masing-masing rumah anggota kelompok, termasuk rumah penduduk lainnya.
”Sampah itu dijadikan pupuk kompos setelah diproses selama tiga bulan di sebuah lobang yang sengaja digali. Hampir tidak ada modal membuat kompos dan hanya beberapa kilo pupuk urea dan zat kimia F4 guna mencegah bau busuk. Tumpukan sampah di lobang dalam dua kali seminggu diaduk dan tiga bulan kemudian, menjadi pupuk kompos yang dapat menyuburkan tanaman,” ungkapnya.
Pupuk kompos inilah mereka gunakan untuk memupuk ‘warung hidup’ seluas 400 meter yang ditanami berbagai jenis sayuran. Hasilnya, untuk kebutuhan anggota kelompok mereka. Hanya inilah yang sebenarnya dilakukan kelompok ibu-ibu rumah tangga yang dibina Ny. Wazarita.
Keberhasilan ini ternyata juga tidak lepas dari pembinaan PKK tingkat Kabupaten Bekasi pimpinan, Ny Cut Rosmah Salah Manaf.
”Memang dalam kegiatan kelompok ini, kita tidak menjumpai hal yang luar biasa. Tetapi, adanya ide serta kreasi ditambah rasa kegotongroyongan dan kebersamaan membuat kelompok ibu-ibu rumahtangga dan PKK Desa Cibarusah Jaya ‘Sari Asih Mandiri’ menjadi sesuatu yang patut dicontoh,” tuturnya.

Melalui Tahapan
Ide program daur ulang limbah rumah tangga harus melalui tahapan sosialisasi dan identifikasi. Bagaimana memperkenalkan jenis limbah rumahtangga, menyadarkan anggota untuk mendukung pengolaan limbah secara bersama-sama. Termasuk menyamakan persepsi masyarakat tentang manfaat dan cara mengolah sampah secara berkelompok serta menyiapkan rencana aksi lingkungan.
Setelah melalui sosialisasi dan identifikasi, dilanjutkan dengan pertemuan kelompok, serta pembagian masing-masing tugas serta kampanye lingkungan dengan membuat modul kampanye dan mengadakan pertemuan massal dengan masyarakat untuk mengumpulkan kaleng dan botol bekas, termasuk sampah rumah tangga.
Dari rangkaian ini, dilanjutkan dengan pengolahan limbah dan memanfatkan kaleng, botol dan limbah lainnya membuat saluran air dari masing-masing rumah anggota sebagai saluran pembuangan limbah dapur serta membangun bak kolektif dan membuat gerobak sampah. Kegiatan kelompok ibu-ibu rumah tangga ini, tidak mengganggu pekerjaan rutin sebagai ibu rumah tangga.
Kelompok Sari Asih Mandiri menjadi salah satu model yang juga mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Bekasi, khususnya Dinas Lingkungan Hidup karena kreatif terhadap daur ulang limbah. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Ir Cahyono Msi mengakui, keberhasilan kelompok ini.
Ny Wazarita selaku ketua kelompok menyatakan, kunci sukses ibu-ibu rumah tangga yang satu ini cuma para prinsip kelompok yang menekankan partisipatif, demokratis, inovatif, bertanggung jawab, dan berkelanjutan dalam menjalankan ide program daur ulang sampah rumah tangga, termasuk peduli terhadap lingkungan hidup.
(SH/jonder sihotang)

 

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2003