|
Sukses Daur Ulang Sampah
Kelompok Ibu Arisan Itu Mengukir Prestasi Nasional
BEKASI - Sebenarnya tidak ada yang
luar biasa dari kelompok ibu rumah tangga ini. Hanya bermodalkan
kreatif, inovatif, kebersamaan, serta kepedulian yang tinggi
terhadap lingkungan dengan memanfaatkan limbah rumah tangga dan
industri, mereka berhasil mengukir prestasi tingkat nasional.
Ibu-ibu rumah tangga yang membentuk kelompok arisan beranggotakan 38
orang itu berada di pelosok Kabupaten Bekasi, tepatnya di Kampung
Limo, Desa Cibarusah Jaya Kecamatan Cibarusah, Bekasi. Tidak
tanggung-tanggung, kelompok arisan ini menyabet juara tiga tingkat
nasional dalam lomba kreasi daur ulang sampah rumah tangga dari
Kementerian Lingkungan Hidup.
Dengan ide, kreativitas, dan rasa kebersamaan itulah kelompok
ibu-ibu rumah tangga dan PKK Sari Asih Mandiri yang dipimpin Ny
Wazarita, guru honor SLTP Negeri I Cibarusah, Bekasi, menerima
penghargaan yang diserahkan bertepatan dengan Hari Ibu 22 Desember
2003. Kelompok yang berlokasi di Kampung Limo RT 09 RW 03 Cibarusah
Jaya ini ternyata juga pernah mendapat piagam dari Menteri
Pemberdayaan Perempuan.
Kelompok berprestasi yang satu ini semula hanya kegiatan arisan
ibu-ibu rumah tangga di Kampung Limo, Cibarusah Jaya, Kabupaten
Bekasi. Namun, tingginya rasa gotong royong ditambah kepedulian
terhadap lingkungan belakangan membuat kelompok ibu-ibu rumah tangga
ini benar-benar berarti buat warga di sekitarnya.
Ny Wazarita, wanita asal Bengkulu Sumatera yang lulusan Universitas
Hamka Jakarta jurusan MIPA ini bertindak selaku Ketua Kelompok Sari
Asih Mandiri, kepada SH, mencerita panjang lebar tentang kelompok
yang tidak disangka-sangka mendapat juara tingkat nasional dalam
daur ulang limbah.
”Yang mereka lakukan awalnya hanya mengumpulkan kaleng dan botol
bekas. Kemudian, di dua ujung kaleng ini, dilubangi lalu disusun
menjadi saluran air di lingkungan tempat tinggal warga. Suatu
pekerjaan yang mudah, karena mereka juga hanya memanfaatkan kaleng
bekas yang ditemukan di mana-mana,” katanya.
Dia menyatakan dengan pemanfaatan kaleng bekas menjadi saluran air,
lingkungan juga menjadi bersih dan tidak ada genangan air yang
terbuka sehingga sangat membantu ketika penyakit demam berdarah
dangue mengamuk beberapa waktu lalu.
Menurut Ny. Wazarita, guru matematika ini, dari 38 orang kelompok
masing-masing memisahkan sampah rumah tangga jenis basah dan kering.
Sampah basah seperti potongan sayur mereka kumpulkan. Sampah kering
seperti kaleng, botol dan sejenisnya dipisahkan. Kemudian sampah
basah tadi disatukan dari masing-masing rumah anggota kelompok,
termasuk rumah penduduk lainnya.
”Sampah itu dijadikan pupuk kompos setelah diproses selama tiga
bulan di sebuah lobang yang sengaja digali. Hampir tidak ada modal
membuat kompos dan hanya beberapa kilo pupuk urea dan zat kimia F4
guna mencegah bau busuk. Tumpukan sampah di lobang dalam dua kali
seminggu diaduk dan tiga bulan kemudian, menjadi pupuk kompos yang
dapat menyuburkan tanaman,” ungkapnya.
Pupuk kompos inilah mereka gunakan untuk memupuk ‘warung hidup’
seluas 400 meter yang ditanami berbagai jenis sayuran. Hasilnya,
untuk kebutuhan anggota kelompok mereka. Hanya inilah yang
sebenarnya dilakukan kelompok ibu-ibu rumah tangga yang dibina Ny.
Wazarita.
Keberhasilan ini ternyata juga tidak lepas dari pembinaan PKK
tingkat Kabupaten Bekasi pimpinan, Ny Cut Rosmah Salah Manaf.
”Memang dalam kegiatan kelompok ini, kita tidak menjumpai hal yang
luar biasa. Tetapi, adanya ide serta kreasi ditambah rasa
kegotongroyongan dan kebersamaan membuat kelompok ibu-ibu
rumahtangga dan PKK Desa Cibarusah Jaya ‘Sari Asih Mandiri’ menjadi
sesuatu yang patut dicontoh,” tuturnya.
Melalui Tahapan
Ide program daur ulang limbah rumah tangga harus melalui tahapan
sosialisasi dan identifikasi. Bagaimana memperkenalkan jenis limbah
rumahtangga, menyadarkan anggota untuk mendukung pengolaan limbah
secara bersama-sama. Termasuk menyamakan persepsi masyarakat tentang
manfaat dan cara mengolah sampah secara berkelompok serta menyiapkan
rencana aksi lingkungan.
Setelah melalui sosialisasi dan identifikasi, dilanjutkan dengan
pertemuan kelompok, serta pembagian masing-masing tugas serta
kampanye lingkungan dengan membuat modul kampanye dan mengadakan
pertemuan massal dengan masyarakat untuk mengumpulkan kaleng dan
botol bekas, termasuk sampah rumah tangga.
Dari rangkaian ini, dilanjutkan dengan pengolahan limbah dan
memanfatkan kaleng, botol dan limbah lainnya membuat saluran air
dari masing-masing rumah anggota sebagai saluran pembuangan limbah
dapur serta membangun bak kolektif dan membuat gerobak sampah.
Kegiatan kelompok ibu-ibu rumah tangga ini, tidak mengganggu
pekerjaan rutin sebagai ibu rumah tangga.
Kelompok Sari Asih Mandiri menjadi salah satu model yang juga
mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Bekasi, khususnya Dinas
Lingkungan Hidup karena kreatif terhadap daur ulang limbah. Kepala
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Ir Cahyono Msi mengakui,
keberhasilan kelompok ini.
Ny Wazarita selaku ketua kelompok menyatakan, kunci sukses ibu-ibu
rumah tangga yang satu ini cuma para prinsip kelompok yang
menekankan partisipatif, demokratis, inovatif, bertanggung jawab,
dan berkelanjutan dalam menjalankan ide program daur ulang sampah
rumah tangga, termasuk peduli terhadap lingkungan hidup.
(SH/jonder sihotang)
|
|