|
Sajian Memukau PS
Unpar Jelang Natal
Jakarta, Sinar Harapan
Tidak banyak warga masyarakat yang beruntung dapat menyaksikan
penampilan langsung Paduan Suara Universitas Katolik Parahiyangan
(Unpar) Bandung. Kesempatan langka itu dinikmati komunitas Jerman di
Jakarta pada konser Natal PS Unpar ini, pada Selasa (9/12) malam di
Kedutaan Besar Jerman di Jakarta.
”Memukau” begitulah kata yang pantas untuk menggambarkan kecanggihan
para mahasiswa pimpinan konduktor Avip Priyatna itu bernyanyi.
Sebagian lagu yang disuguhkan merupakan nomor-nomor klasik dan
lagu-lagu tradisional Indonesia. Dari lima lagu yang mereka
nyanyikan pada babak pertama, dua adalah lagu-lagu madrigal
renaissance yakni ”Nel dolce seno – Perche I’una” karya Luna Merenzo
dan ”Io mi son giovinetta” karya Claudio Monteverdi (keduanya dari
Italia), serta dua lagu romantisme ”Letztes Gluck” dan ”Verlorene
Jugend” karya komponis Jerman Johannes Brahms.
Klimaks babak pertama adalah ”Gloria 3” karya Hyo Won Woo dari Korea
Selatan—sebuah lagu pujian untuk Tuhan yang diciptakan pada abad
ke-20. Dengan penuh semangat mereka menyanyikan secara
bersahut-sahutan lagu pujian (sacred) dalam bahasa dan nuansa musik
Korea ini. Sangat agung apalagi ketika pada akhir lagu mereka
menyanyikan ”Amin”, penonton seolah dibawa untuk memuji Tuhan di
tempat-Nya yang mahatinggi.
Menurut Christian Widi Nugraha, Presiden PS Unpar, ”Gloria 3” yang
mereka bawakan ini memenangkan special price for the best
interpretation of religious choral work pada The 8th International
Chamber Choir Competion di Marktoberdorf, Jerman. Pada ajang yang
diikuti berbagai paduan suara internasional itu PS Unpar juga
menyabet Juara I Mixed Choir Category.
”Jadi, selain lagu-lagu Natal, yang kami tampilkan kali ini adalah
nomor-nomor yang kami nyanyikan di Marktoberdorf,” kata Avip
Priyatna, dalam perbincangan dengan SH. Jadi, wajar saja bila mereka
menyanyi dengan sangat baik.
Memang Avip adalah tokoh kunci paduan suara ini, selain juga
kekompakan para anggotanya. Latar belakang pendidikan konduktor muda
ini sebenarnya arsitektur, namun dia juga mendalami pengetahuan
memimpin paduan suara di Universitas Parahiyangan. Dia kemudian
mendapat beasiswa dari Rotary dan pemerintah Austria untuk belajar
di University for Music and the Arts Vienna, di bawah bimbingan
Gunther Teuring (untuk memimpin paduan suara) dan Leopold Hager
(untuk memimpin orkestra). Dia mendapat diploma dengan pujian, dan
pada 1998 mendapat gelar master. Ketika itu dia sudah ditunjuk
sebagai asisten konduktor pada Vienna Jeunesse Choir.
Tiga lagu rakyat yang dinyanyikan pada babak kedua yakni ”Karaban
Sape” (Madura-Jatim), ”Luk-Luk Lumbu” (Banyuwangi-Jatim) dan
”Janger” (Bali) juga ditampilkan di Marktoberdorf. Ketiga lagu ini
dinyanyikan secara acapela dengan sangat indah dan hidup.
Puncak konser mereka memang tiga lagu Natal yakni ”Es ist ein Ros
entsprungen” (lagu Natal tradisional dari Jerman pada abad ke-16),
”Cantate Domino” (madrigal renaissance) karya Claudio Monteverdi
dari Italia, dan ”Hymn to the Virgin” karya Benjamin Britten (abad
ke-20) dari Inggris. Sungguh, hadirin seperti tidak mau angkat
pantat untuk meninggalkan konser ini dan terus bertepuk tangan minta
tambah. Bahkan setelah Duta Besar Jerman Gerhard Fulda dan istri
menyerahkan bunga kepada Avip, hadirin tetap memaksa paduan suara
ini bernyanyi lagi.
Tiga nomor bonus mereka tampilkan yakni sebuah lagu mengenai Orang
Majus dari Timur yang hanya mengikuti cahaya bintang tanpa tahu apa
yang harus mereka lakukan dengan irama jazzy, kemudian ”Santa Claus
is Coming to Town” secara acapela dan diakhiri ”Silent Nach”, secara
anggun dan khusuk.
Meski muncul dengan formasi tak lengkap, hanya 22 dari 70 anggotanya
karena banyak yang tengah ujian semester, harus diakui PS
Universitas Katolik Parahiyangan tetap tampil prima dan cantik.
Ditanya apa rencana pada 2004, Avip berkata mungkin mereka akan ikut
festival paduan suara internasional di Spanyol pada bulan Oktober,
meski dia mengaku agak lelah setiap tahun mempersiapkan festival.
”Semua tergantung dananya. Kalau ada ya kami berangkat,” ujarnya.
(xha)
|
|