Kamis, 25 September 2003

UANG & EFEK

No.  4517

 
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Nasional
Ekonomi
Uang & Efek
Jabotabek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Iptek
Hiburan
Feature
Mandiri
Ritel
Hobi
Wisata
Eureka
Kesehatan
Cafe & Resto
Hotel & Resor
Asuransi
Otomotif
Properti
Promarketing
Budaya
CEO
Opini
Foto
Karikatur
Komentar Anda
Tentang SH

 

Artajasa Optimistis Raih Target Laba Tahun 2003
 

Jakarta, Sinar Harapan
Laba sebelum pajak yang diraih PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa) pengelola ATM Bersama beranggotakan 28 bank yang tersebar dari Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua, sampai akhir Agustus 2003 mencapai Rp 4 miliar. Sedangkan target sampai akhir tahun sebesar Rp 7 miliar.
Arya Damar, Direktur Utama PT Artajasa mengatakan, setiap bulan transaksi yang menggunakan ATM bersama sekitar 400.000 kali dan setiap kali terjadi transaksi di ATM bersama, Artajasa memungut fee yang berkisar antara Rp 400 sampai Rp 700. Sedangkan pertumbuhan transaksi di ATM bersama tiap tahun sekitar 40
persen. “Dengan demikian target frekuensi transaksi tahun depan sekitar 800.000 kali per bulan,” kata Arya.
Diakui Arya pendapatan terbesar Artajasa saat ini bukan berasal dari fee transaksi ATM bersama, tetapi dari bill payment fee seperti kerja sama dengan perusahaan seluler, Telkom dan PLN.
Hadi Gunawan, Direktur Artajasa menilai pencapaian laba sampai saat ini sudah cukup baik mengingat Artajasa sendiri baru berjalan satu setengah tahun. Sebelumnya yang menangani usaha ini adalah induk perusahaan Artajasa yakni Lintasarta.
“Karena pemegang saham minta agar usaha ini dikembangkan kemudian di spin off, masuklah dua investor baru,” kata Hadi kepada SH di sela-sela syukuran 13 tahun ATM Bersama, (24/5).
Susunan pemegang saham Artajasa saat ini terdiri dari Lintasarta yang merupakan anak perusahaan Indosat sebesar 65 persen, YKKBI Yayasan Kesejahtaraan Karyawan Bank Indonesia sebesar 25 persen dan Multivisi memegang 10 persen.
Dalam sisa tiga bulan tahun ini, Hadi mengatakan, pihaknya akan melanjutkan penggarapan proyek transfer antarbank.
Sebagai tahap awal, ujicoba sudah dilakukan pada 7 bank dari 28 bank anggota. Proyek ini sedang dalam perintisan karena banyak aturan Bank Indonesia (BI) yang mesti dipatuhi.
“Mudah-mudahan November 2003 sudah bisa dilaksanakan pada 7 bank di antaranya Bank BRI, Bank Permata, Bank Niaga. Tahun depan diharapkan ke 28 bank anggota sudah bisa melakukan transfer antarbank.
Artajasa juga dipercaya berbagai bank untuk mengelola pembayaran tagihan secara online di seluruh Indonesia untuk Telkom, Satelindo, Excelcomindo, IM3, PLN, Federal International Finance (FIF) melalui ATM, teller bank dan PT Pos Indonesia. Sampai saat ini tak kurang 25 bank telah bergabung ke jaringan online payment Artajasa sebagai collecting agent.
Di forum regional, Artajasa telah menjalin kerja sama dengan Network for Electronic Transfer Pte Ltd (NETS) yang berpusat di Singapura. Kerja sama tersebut memungkinkan para pemegang kartu ATM dari bank-bank yang tergabung dalam jaringan layanan Artajasa untuk dapat menggunakan lebih dari 22.000 terminal poin of sales (POS) yang dikelola NETS di Singapura.
Demikian juga halnya dengan pemegang kartu ATM yang tergabung dalam jaringan NETS,mereka akan memiliki akses ke 5.500 ATM dalam jaringan ATM yang dikelola Artajasa.
Selain itu Artajasa juga mengembangkan Link,jaringan shared ATM yang beranggotakan bank-bank pemerintah yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara) yang memiliki lebih dari 3.600 ATM.
(dan)

 

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2003