|
Artajasa
Optimistis Raih Target Laba Tahun 2003
Jakarta, Sinar
Harapan
Laba sebelum pajak yang diraih PT Artajasa Pembayaran Elektronis
(Artajasa) pengelola ATM Bersama beranggotakan 28 bank yang tersebar
dari Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua, sampai
akhir Agustus 2003 mencapai Rp 4 miliar. Sedangkan target sampai
akhir tahun sebesar Rp 7 miliar.
Arya Damar, Direktur Utama PT Artajasa mengatakan, setiap bulan
transaksi yang menggunakan ATM bersama sekitar 400.000 kali dan
setiap kali terjadi transaksi di ATM bersama, Artajasa memungut fee
yang berkisar antara Rp 400 sampai Rp 700. Sedangkan pertumbuhan
transaksi di ATM bersama tiap tahun sekitar 40
persen. “Dengan demikian target frekuensi transaksi tahun depan
sekitar 800.000 kali per bulan,” kata Arya.
Diakui Arya pendapatan terbesar Artajasa saat ini bukan berasal dari
fee transaksi ATM bersama, tetapi dari bill payment fee seperti
kerja sama dengan perusahaan seluler, Telkom dan PLN.
Hadi Gunawan, Direktur Artajasa menilai pencapaian laba sampai saat
ini sudah cukup baik mengingat Artajasa sendiri baru berjalan satu
setengah tahun. Sebelumnya yang menangani usaha ini adalah induk
perusahaan Artajasa yakni Lintasarta.
“Karena pemegang saham minta agar usaha ini dikembangkan kemudian di
spin off, masuklah dua investor baru,” kata Hadi kepada SH di
sela-sela syukuran 13 tahun ATM Bersama, (24/5).
Susunan pemegang saham Artajasa saat ini terdiri dari Lintasarta
yang merupakan anak perusahaan Indosat sebesar 65 persen, YKKBI
Yayasan Kesejahtaraan Karyawan Bank Indonesia sebesar 25 persen dan
Multivisi memegang 10 persen.
Dalam sisa tiga bulan tahun ini, Hadi mengatakan, pihaknya akan
melanjutkan penggarapan proyek transfer antarbank.
Sebagai tahap awal, ujicoba sudah dilakukan pada 7 bank dari 28 bank
anggota. Proyek ini sedang dalam perintisan karena banyak aturan
Bank Indonesia (BI) yang mesti dipatuhi.
“Mudah-mudahan November 2003 sudah bisa dilaksanakan pada 7 bank di
antaranya Bank BRI, Bank Permata, Bank Niaga. Tahun depan diharapkan
ke 28 bank anggota sudah bisa melakukan transfer antarbank.
Artajasa juga dipercaya berbagai bank untuk mengelola pembayaran
tagihan secara online di seluruh Indonesia untuk Telkom, Satelindo,
Excelcomindo, IM3, PLN, Federal International Finance (FIF) melalui
ATM, teller bank dan PT Pos Indonesia. Sampai saat ini tak kurang 25
bank telah bergabung ke jaringan online payment Artajasa sebagai
collecting agent.
Di forum regional, Artajasa telah menjalin kerja sama dengan Network
for Electronic Transfer Pte Ltd (NETS) yang berpusat di Singapura.
Kerja sama tersebut memungkinkan para pemegang kartu ATM dari
bank-bank yang tergabung dalam jaringan layanan Artajasa untuk dapat
menggunakan lebih dari 22.000 terminal poin of sales (POS) yang
dikelola NETS di Singapura.
Demikian juga halnya dengan pemegang kartu ATM yang tergabung dalam
jaringan NETS,mereka akan memiliki akses ke 5.500 ATM dalam jaringan
ATM yang dikelola Artajasa.
Selain itu Artajasa juga mengembangkan Link,jaringan shared ATM yang
beranggotakan bank-bank pemerintah yang tergabung dalam Himpunan
Bank Negara (Himbara) yang memiliki lebih dari 3.600 ATM.
(dan)
|
|