|
Sergey Karjakin,
Grandmaster Termuda dalam Sejarah
PECATUR legendaris Bobby Fischer
dari Amerika Serikat memperoleh gelar grandmaster pada usia 15 tahun
enam bulan plus satu hari, sedangkan pecatur wanita paling hebat di
dunia, Judit Polgar dari Hongaria mendapatkannya pada usia 15 tahun
empat bulan dan 28 hari.
Boleh jadi tak kalah mencengangkan, bahwa dewasa ini ada seorang
bocah berusia 13 tahun dari Ukraina memperoleh gelar tertinggi dalam
dunia catur itu pada usia 12 tahun tujuh bulan. Entahlah, apakah
masih ada manusia di muka bumi yang kelak akan memecahkan rekor
tersebut, siapa tahu ada yang meraihnya di bawah usia 10 tahun.
Karjakin menciptakan sejarah catur itu, yakni memenuhi norma GM yang
terakhir dalam turnamen internasional yang berlangsung di kota Sudak
di Semenanjung Krimea, Ukraina tanggal 2 hingga 12 Agustus tahun
lalu. Dewasa ini memang ialah grandmaster paling muda di seluruh
dunia.
Bocah kelahiran 12 Januari 1990 ini kini mempunyai Elo-rating 2523.
Bandingkan misalnya Elo-rating pecatur nomor satu Indonesia Utut
Adianto yang kini 2573 (pernah di atas 2600), sementara Kasparov
kini menempati rangking pertama dengan Elo di atas 2800.
Bocah ini mencatat kemajuan pesat dalam permainan adu otak ini di
bawah bimbingan Alexander Alexikov dan juara Uni Soviet 1971, GM
Vladimir Savon.
Karyakin tercatat pula sebagai juara dunia catur di bawah 12 tahun,
dan berkali-kali menjuarai turnamen catur untuk anak-anak. Dan tak
kalah menakjubkan, selama tahun 2002 saja dua kali ia ambil bagian
dalam turnamen besar yang dinamakan sebagai Grand Prix FIDE,
masing-masing di Dubai dan Moskow.
Sedangkan pada bulan Januari 2002, ia dipercaya sebagai salah satu
sekondan Ruslan Ponomariov sewaktu berhadapan dengan Vasyl Ivanchuk
dalam kejuaraan dunia.
Ponomariov sendiri hingga kini jadijuara catur versi FIDE, yang
harus dipertahankannya dalam turnamen kejuaraan dunia versi
terbarubulan Oktober mendatang.
Pukul Kosteniuk 4-2
Belum afdol rasanya hanya mengetahui bahwa anak ajaib dari Ukraina,
negara pecahan Uni Soviet ini, menjadi pencetak rekor usia muda saat
meraih gelar grandmaster. Tanggal 1 hingga 6 Februari 1993, ia
dipertemukan dalam dwitarung dengan runner-up juara dunia wanita, si
cantik Alexandra Kosteiuk dari Rusia yang saat itu berusia 18 tahun.
Pecatur wanita paling populer itu, yang pernah mengalahkan
anggota-anggota Dream Team Indonesia Megaranto Susanto, Andrean
Susilo dan Tirta Chandra secara berturut-turut ternyata hamapir tak
berkutik menghadapi Karjakin.
Dalam enam partai, Kosteniuk hanya mampu bertahan remis sebanyak
empat kali, dan kalah dua kali tanpa pernah menang. Padahal usia
mereka saat pertarungan itu berbeda lima tahun, berarti Kosteniuk
sudah jauh lebih banyak makan asam garam catur dalam berbagai
turnamen besar.
Karakteristik permainan catur Kosteniuk sendiri plus kepribadian
serta kecantikannya membuat ia lebih favorit dari pecatur nomor
wahid sejagat Garry Kasparov menurut hasil jajak pendapat oleh
sebuah lembaga di Jerman belum lama ini.
Melihat data-data itu, anak ajaib dari Ukraina ini boleh jadi kelas
bisa menandingi atau bahkan melampaui kebesaran pecatur seperti
Bobby Fischer atau Garry Kasparov sekali pun. Sejarah tentu akan
mencatatnya.
Berikut satu partai cukup panjang antara Karjakin dengan Kosteniuk
yang dimainkan di Swiss, 3 Februai 2003.
Catatan langkah: langkah 17 … Rh5 perlu atas langkah ancaman
terselubung 18. e6 f6 19. f5 atau 18 … Bxe6 19.Bg7.
Hingga langkah 23 posisi masih berimbang, keduanya bermain sangat
cermat. Mulai langkah 24 hingga 26 berlangsung langkah-langkah
penentuan yang tajam, di mana Karjakin menempatkan perwira-perwira
ringannya pada posisi yang optimal. Meningkat ke langkah 27. Nf3
Nf5+ 28 Ke2 Bh4 mulai terasa posisi Karjakin lebih nyaman.
Langkah-langkah 29 hingga 32 berlangsung keras, dan sewaktu
meningkat ke langkah 57 Kosteniuk mengalami krisis waktu berpikir
menyebabkan ia hanya sekadar melangkah saja seperti h7 yang
mengundang tanya.
Saat itu ia hanya punya sisa waktu berpikir 5 menit. Maka untuk
selanjutnya hanya masalah teknis belaka, dan tanpa berbuat
kesalahan, apalagi blunder dapat diselesaikan oleh Karjakin untuk
kemenangannya pada langkah 73.
(vic)
|
|