|
Minahasa Dilirik Jadi Pangkalan
Peluncuran Roket Rusia
Manado, Sinar Harapan
Pemerintah Rusia dikabarkan sedang melirik wilayah Kabupaten
Minahasa, Sulawesi Utara untuk dijadikan salah satu pangkalan
peluncuran roket maupun pesawat ulang alik ataupun bisnis satelit
dunia lainnya. Daerah yang bakal beruntung itu letak persisnya yakni
di Kecamatan Belang. Selain Minahasa, daerah lainnya yang dilirik
yakni Biak di Provinsi Papua.
Direktur Pemasaran Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (Kapet)
Manado-Bitung, Ir. JWT Lengkey yang dimintai dikonfirmasi, Selasa
(29/4) membenarkan hal tersebut. Menurutnya, pihak Lembaga
Pengembangan Angkasa Luar Nasional (Lapan) bahkan telah menanyakan
hal tersebut ke pihak Kapet Manado-Bitung. Tak itu saja, sebab
ternyata sudah ada calon investor yang menanyakan kemungkinan Belang
dijadikan lokasi tersebut. "Kami sedang menyiapkan negosiasi dengan
calon investor tersebut bersama Lapan agar mengalihkan lirikan
peluang itu dari Biak ke Belang saja," kata Lengkey.
Diakuinya, sebenarnya lirikan negara asing terhadap Belang untuk
bisnis angkasa luar seperti itu sudah pernah diutarakan calon
investor dari Amerika Serikat beberapa waktu lalu. "Namun, karena
ketika itu ada ribut-ribut penolakan masyarakat di Belang terhadap
oprasional PT Newmont Minahasa Raya, maka calon investor mundur.
Alasan mereka, takut tersinggung dengan masyarakat dan mereka
menseriusi Biak," katanya.
Namun, pascakunjungan Presiden Megawati ke Rusia, hal itu mencuat
lagi. "Calon investor sudah menghubungi Lapan, dan pihak Lapan
mengontak kami. Peluang itu harus kita tangkap," katanya.
Mengapa Belang dan Biak yang dipilih, Lengkey mengatakan, kalau
secara geografis posisi Indonesia, khususnya Belang dan Biak tepat
berada di sekitar satu derajat Lintang Utara di garis katulistiwa.
Dengan posisi ini, peluncuran roket maupun pesawat ulang alik lebih
murah biayanya. Artinya, jika meluncurkan roket maupun pesawat
angkasa luar dari Biak ataupun dari Belang Minahasa maka roket
ataupun pesawat tersebut akan lebih cepat keluar dari orbit bumi.
Berbeda dengan pangkalan angkasa luar yang ada di Rusia maupun di
negara Eropa ataupun di Amerika Serikat, di semua kawasan itu, roket
ataupun pesawat ulang alik begitu ditembakkan dari bumi, masih harus
mengitari orbit bumi sebanyak 2 hingga 3 kali dulu baru kemudian
bisa masuk ke angkasa luar. (nov)
|
|