Rabu, 30 April 2003

N U S A N T A R A

No.  4395

 
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Nasional
Ekonomi
Jabotabek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Iptek
Hiburan
Feature
Mandiri
Ritel
Hobi
Wisata
Eureka
Kesehatan
Cafe & Resto
Hotel & Resor
Asuransi
Otomotif
Properti
Promarketing
Budaya
CEO
Opini
Foto
Karikatur
Komentar Anda
Tentang SH

 

Minahasa Dilirik Jadi Pangkalan
Peluncuran Roket Rusia
 

Manado, Sinar Harapan
Pemerintah Rusia dikabarkan sedang melirik wilayah Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara untuk dijadikan salah satu pangkalan peluncuran roket maupun pesawat ulang alik ataupun bisnis satelit dunia lainnya. Daerah yang bakal beruntung itu letak persisnya yakni di Kecamatan Belang. Selain Minahasa, daerah lainnya yang dilirik yakni Biak di Provinsi Papua.
Direktur Pemasaran Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (Kapet) Manado-Bitung, Ir. JWT Lengkey yang dimintai dikonfirmasi, Selasa (29/4) membenarkan hal tersebut. Menurutnya, pihak Lembaga Pengembangan Angkasa Luar Nasional (Lapan) bahkan telah menanyakan hal tersebut ke pihak Kapet Manado-Bitung. Tak itu saja, sebab ternyata sudah ada calon investor yang menanyakan kemungkinan Belang dijadikan lokasi tersebut. "Kami sedang menyiapkan negosiasi dengan calon investor tersebut bersama Lapan agar mengalihkan lirikan peluang itu dari Biak ke Belang saja," kata Lengkey.
Diakuinya, sebenarnya lirikan negara asing terhadap Belang untuk bisnis angkasa luar seperti itu sudah pernah diutarakan calon investor dari Amerika Serikat beberapa waktu lalu. "Namun, karena ketika itu ada ribut-ribut penolakan masyarakat di Belang terhadap oprasional PT Newmont Minahasa Raya, maka calon investor mundur. Alasan mereka, takut tersinggung dengan masyarakat dan mereka menseriusi Biak," katanya.
Namun, pascakunjungan Presiden Megawati ke Rusia, hal itu mencuat lagi. "Calon investor sudah menghubungi Lapan, dan pihak Lapan mengontak kami. Peluang itu harus kita tangkap," katanya.
Mengapa Belang dan Biak yang dipilih, Lengkey mengatakan, kalau secara geografis posisi Indonesia, khususnya Belang dan Biak tepat berada di sekitar satu derajat Lintang Utara di garis katulistiwa. Dengan posisi ini, peluncuran roket maupun pesawat ulang alik lebih murah biayanya. Artinya, jika meluncurkan roket maupun pesawat angkasa luar dari Biak ataupun dari Belang Minahasa maka roket ataupun pesawat tersebut akan lebih cepat keluar dari orbit bumi.
Berbeda dengan pangkalan angkasa luar yang ada di Rusia maupun di negara Eropa ataupun di Amerika Serikat, di semua kawasan itu, roket ataupun pesawat ulang alik begitu ditembakkan dari bumi, masih harus mengitari orbit bumi sebanyak 2 hingga 3 kali dulu baru kemudian bisa masuk ke angkasa luar. (nov)
 

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2003