Selasa, 25 Maret 2003

N U S A N T A R A

No.  4366

 
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Nasional
Ekonomi
Jabotabek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Iptek
Hiburan
Feature
Mandiri
Ritel
Hobi
Wisata
Eureka
Kesehatan
Cafe & Resto
Hotel & Resor
Asuransi
Otomotif
Properti
Promarketing
Budaya
CEO
Opini
Foto
Karikatur
Komentar Anda
Tentang SH

 

  ANTARNUSA
 

Mogok Makan Tolak Operasional PT TPL

MEDAN — Dua puluh mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Suara Rakyat (Asura) melakukan aksi mogok makan di halaman kantor DPRD Sumut, Senin (24/3). Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap pengoperasion kembali PT Inti Indorayon Utama –kini berubah nama menjadi PT Toba Pulp Lestari (TPL).
Mereka menuntut pemerintah segeramenghentikan dan menutup operasional Indorayon. Menurut salah seorang mahasiswa Golap Silaban (23), reoperasional pabrik tersebut telah menyebabkan berbagai tindak kekerasan yang dialami warga. Selain itu, katanya, warga menganggap keberadaan Indorayon tak ramah lingkungan.
Anggota Komisi I DPRD Sumut, Victor M Simamora yang menangani persoalan Indorayon mengaku bingung menyelesaikan persoalan pro kontra reoperasional Indorayon tersebut. Sebab berbagai cara telah ditempuh, tetapi tidak pernah tertuntaskan. (dal)

Pedagang Kembali ke Pasar Besar Malang

MALANG — Pemerintah Kota Malang akhirnya mengizinkan 4.426 pedagang kembali berjualan di Pasar Besar Malang. Izin itu diberikan setelah hasil pemeriksaan konstruksi bangunan pasar ternyata kondisi pasar terbesar di Kota Malang itu dalam keadaan baik dan masih layak dipergunakan.
Sebenarnya, desakan agar pedagang bisa berjualan kembali di
pasar yang terbakar 3 Maret lalu, berulang kali
dilayangkan. Namun Pemkot menolaknya karena masih harus dilakukan uji konstruksi untuk mengetahui layak tidaknya bangunan PBM itu dimanfaatkan kembali.
Di sisi lain, Pemkot Malang segera mengatur pertemuan pihak Matahari Departemen Store dengan PT Satrya Fortunasetia (SF) yang mengelola gedung pasar. Sebab, keduanya masih terikat kontrak yang berakhir tahun 2011. (eka)

Jalinsum Putus Total, Antrean Mobil 30 Km

PALEMBANG — Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Palembang-Jambi putus total selama empat hari sejak Jumat (21/3) hingga Senin (24/3). Akibatnya, antrean panjang kendaraan baik truk, bus, maupun pribadi yang terjebak kemacetan mencapai 30 km.
Titik kerusakan terdapat di Km 197, Desa Telang, Kecamatan Bayung Lencir, Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan. Ruas jalan itu hancur berlubang-lubang dan menjebak kendaraan yang melewatinya.
Pengamatan SH yang juga terjebak kemacetan, dua truk Fuso terkurung lumpur selain satu truk pengangkut kopi terbalik di Tebing Es, sekitar ? km dari Desa Telang. Akibatnya, sejak Jumat (21/3) kendaraan lain dari dua arah tidak bisa melintas dan macet sepanjang sekitar 30 km.
Baru Senin, salah satu truk yang terbenam lumpur bisa ditarik keluar. Dan, lalu lintas pun berangsur-angsur lancar. Namun karena antrean kendaraan sudah cukup panjang, hingga tadi malam antrean tak kunjung habis (sir)
 

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2003