Sabtu, 18 Januari 2003

N U S A N T A R A

No.  4313

 
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Nasional
Ekonomi
Jabotabek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Iptek
Hiburan
Feature
Mandiri
Ritel
Hobi
Wisata
Eureka
Kesehatan
Cafe & Resto
Hotel & Resor
Asuransi
Otomotif
Properti
Promarketing
Budaya
CEO
Opini
Foto
Karikatur
Komentar Anda
Tentang SH

 

Tujuh Tewas dalam Kerusuhan
di Pasaman 

Padang, Sinar Harapan
Tujuh orang meninggal dan satu orang dirawat di rumah sakit akibat kerusuhan di Air Bangih, Pasaman Sumatra Barat. Kerusuhan tersebut diduga terjadi karena perebutan penumpang.
Air Bangih adalah daerah yang terletak 350 km dari Padang arah utara. Satu orang yang sedang kritis saat ini dirawat di RSUP M.Jamil Padang. Kerusuhan itu juga menyebabkan dua angkutan pedesaan (angdes) hancur. Tujuh orang tewas itu, dua tewas tergilas mobil dan lima lainnya karena senjata tajam. Kasus tersebut sekarang ditangani Polres Pasaman.
Pada Jumat (17/1) diperoleh laporan, situasi sudah mulai tenang karena polisi sudah diturunkan ke lokasi kejadian. Keterangan yang diperoleh menyebutkan, kerusuhan itu terjadi diawali pertengkaran antara sopir angdes merek dinding Mitra Kencana dengan pengendara becak motor.
Sopir Angdes warga Air Bangih sedang pengemudi warga Ujung Gading, desa tetangganya. Perselisihan yang terjadi pada Sabtu pekan lalu itu diikuti perampasan becak motor. Becak itu dibakar massa pada Senin.
Sejak dibakar massa hingga Kamis dinihari tak ada penyelesaian, maka sejumlah pemuda Ujung Gading dengan memakai 12 unit kendaraan mini bus merangsek menuju Air Bangih. Di sana mereka mengamuk, melempari kantor Walinagari. Malam itu juga salah satu kendaraan melindas dua warga Air Bangih. Keduanya tewas di tempat kejadian. Mengetahui ada warganya yang tewas tergilas mobil, maka warga Air Bangih naik darah.
Warga membawa senjata tajam sehingga terjadi pertempuran tengah malam menyebabkan lima orang tewas, yaitu empat warga Ujung Gading dan satu warga Air Bangih. Mereka yang tewas karena senjata tajam adalah Budi Saputra, Syamsul Bahri, A. Ishaq, Yul Saputra, semuanya warga Ujung Gading, sedang satu lagi warga Air Bangih bernama Yuhendra. Bupati Pasaman Baharuddin bersama Kapolres setempat AKBP M.Zaini segera meluncur ke lokasi kejadian.
Kini warga Air Bangih ketakutan. Mereka tak bisa meninggalkan desanya karena harus meleati Ujung Gading. Warga Ujung Gading sendiri juga tak berani kemana-mana. Di desa paling utara Sumbar itu, kini kelihatan puluhan anggota Brimob dan polisi lain bersiaga penuh.
Kerusuhan semacam ini memang sering terjadi di kawasan Pasaman. Pekan lalu misalnya, gara-gara sarang walet, di Desa Tinggam, terjadi kerusuhan massal. Dalam peristiwa itu sejumlah warga mengalami luka tembak. Sementara Kapolres mengalami luka serius. (srn)  

 

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2002