|
Tujuh Tewas dalam
Kerusuhan
di Pasaman
Padang, Sinar Harapan
Tujuh orang meninggal dan satu orang dirawat di rumah sakit akibat
kerusuhan di Air Bangih, Pasaman Sumatra Barat. Kerusuhan tersebut
diduga terjadi karena perebutan penumpang.
Air Bangih adalah daerah yang terletak 350 km dari Padang arah
utara. Satu orang yang sedang kritis saat ini dirawat di RSUP
M.Jamil Padang. Kerusuhan itu juga menyebabkan dua angkutan pedesaan
(angdes) hancur. Tujuh orang tewas itu, dua tewas tergilas mobil dan
lima lainnya karena senjata tajam. Kasus tersebut sekarang ditangani
Polres Pasaman.
Pada Jumat (17/1) diperoleh laporan, situasi sudah mulai tenang
karena polisi sudah diturunkan ke lokasi kejadian. Keterangan yang
diperoleh menyebutkan, kerusuhan itu terjadi diawali pertengkaran
antara sopir angdes merek dinding Mitra Kencana dengan pengendara
becak motor.
Sopir Angdes warga Air Bangih sedang pengemudi warga Ujung Gading,
desa tetangganya. Perselisihan yang terjadi pada Sabtu pekan lalu
itu diikuti perampasan becak motor. Becak itu dibakar massa pada
Senin.
Sejak dibakar massa hingga Kamis dinihari tak ada penyelesaian, maka
sejumlah pemuda Ujung Gading dengan memakai 12 unit kendaraan mini
bus merangsek menuju Air Bangih. Di sana mereka mengamuk, melempari
kantor Walinagari. Malam itu juga salah satu kendaraan melindas dua
warga Air Bangih. Keduanya tewas di tempat kejadian. Mengetahui ada
warganya yang tewas tergilas mobil, maka warga Air Bangih naik
darah.
Warga membawa senjata tajam sehingga terjadi pertempuran tengah
malam menyebabkan lima orang tewas, yaitu empat warga Ujung Gading
dan satu warga Air Bangih. Mereka yang tewas karena senjata tajam
adalah Budi Saputra, Syamsul Bahri, A. Ishaq, Yul Saputra, semuanya
warga Ujung Gading, sedang satu lagi warga Air Bangih bernama
Yuhendra. Bupati Pasaman Baharuddin bersama Kapolres setempat AKBP
M.Zaini segera meluncur ke lokasi kejadian.
Kini warga Air Bangih ketakutan. Mereka tak bisa meninggalkan
desanya karena harus meleati Ujung Gading. Warga Ujung Gading
sendiri juga tak berani kemana-mana. Di desa paling utara Sumbar
itu, kini kelihatan puluhan anggota Brimob dan polisi lain bersiaga
penuh.
Kerusuhan semacam ini memang sering terjadi di kawasan Pasaman.
Pekan lalu misalnya, gara-gara sarang walet, di Desa Tinggam,
terjadi kerusuhan massal. Dalam peristiwa itu sejumlah warga
mengalami luka tembak. Sementara Kapolres mengalami luka serius.
(srn)
|
|