|
Kenaikan Harga BBM, TDL,
Telepon
Megawati Minta Pengertian
dan Dukungan Rakyat
Denpasar, Sinar Harapan
Presiden Megawati Soekarnoputri menegaskan, keputusan pemerintah
menaikkan harga BBM, telepon dan listrik adalah semata–mata untuk
memperbaiki kondisi perekonomian bangsa Indonesia. Untuk itu
masyarakat diimbau agar mengerti, kendati keputusan menaikkan harga
tersebut dirasakan sangat berat.
”Pemerintah tak punya pilihan lain, kecuali menaikkan harga BBM,”
ujar Megawati ketika menyampaikan pidato politiknya selaku Ketua
Umum DPP PDIP pada perayaan HUT PDIP ke-30 di lapangan Mengwi,
Badung, Bali, Minggu (12/1).
Hadir pada acara itu antara lain Gubernur Bali Dewa Made Beratha,
Ketua DPRD Bali dan juga Ketua DPD PDIP Bali IBP Wesnawa serta
pejabat muspida lainnya.
Di hadapan ribuan massa PDIP dari berbagai daerah, Megawati
menyatakan, pemerintah ingin segera keluar dari krisis yang dihadapi
sekarang ini dan sekaligus ingin mengurangi beban utang luar negeri.
Pilihan yang diambil untuk mengatasi segala krisis itu, menurut
Megawati, adalah dengan menaikkan harga BBM.
Dia menjelaskan, selama ini rakyat Indonesia lebih sering
dininabobokkan, sehingga tanpa menyadari perekonomian Indonesia
runtuh akibat besarnya utang luar negeri. ”Pengalaman 5 tahun lalu,
masyarakat kita sering dininabobokkan.
Hanya mengharapkan dukungan politik rakyat, perekonomian menjadi
runtuh,” paparnya sembari menyatakan keyakinannya bahwa keputusan
menaikkan harga BBM tersebut akan membawa kehidupan masyarakat lebih
baik lagi pada masa mendatang.
Ia mengakui, kebijakan menaikkan harga BBM yang menjadi isu politik
pada awal 2003 tersebut tidak populis. Namun, imbuh Megawati, pada
masa mendatang keputusan menaikkan harga BBM ini akan membawa dampak
konstruktif bagi rakyat. Berkaitan dengan hal itu, Megawati
berulangkali meminta pengertian dan sekaligus dukungan dari
masyarakat.
”Saya minta pengertian dan dukungan masyarakat untuk membangun
ekonomi bangsa ini, walau keputusan menaikkan harga BBM terasa
berat,” ucapnya seraya mengingatkan rakyat supaya hidup sederhana
dalam menghadapi kondisi seperti sekarang ini, sehingga bangsa
Indonesia bisa terlepas dari beban utang luar negeri.
”Pemerintah tidak punya pilihan lain untuk membangun kondisi
perekonomian bangsa, sehingga diperlukan pengertian dan dukungan
masyarakat,” lanjut Megawati berulangkali, dan disambut aplaus dari
ribuan massa partai berlambang banteng dalam lingkaran tersebut.
Pada HUT PDIP ke 30 yang dihadiri Taufiq Kiemas dan Guruh
Soekarnoputra tersebut, Megawati juga banyak menyoroti masalah
penegakan hukum, terutama pada tingkat Mahkamah Agung (MA). Ia
menilai, banyak perkara pidana yang akhirnya dibebaskan pada tingkat
MA, meski ditemukan sejumlah bukti. ”Walau ada bukti, penegakan
hukum di tingkat MA sering bebas,” tandasnya.
Seusai perayaan HUT PDIP ke 30 yang berjalan aman dan tertib
tersebut, Megawati dengan didampingi sejumlah pejabat muspida di
Bali menyempatkan diri mengunjungi Kabupaten Tabanan.
Di salah satu persawahan di desa di Tabanan ini, Kepala Negara
secara simbolis menanam bibit padi, sebagai tanda menetapkan
Kabupaten Tabanan sebagai daerah lumbung beras bagi Provinsi Bali.
Bagian Demokrasi
Di Ambon, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal Pol.
Da'i Bachtiar, mengatakan maraknya aksi unjukrasa menentang kenaikan
harga bahan bakar minyak (BBM), tarif dasar listrik (TDL) dan
telepon yang terjadi di seluruh Indonesia merupakan hal yang wajar
dalam alam demokrasi khususnya dalam menyampaikan pikiran dan
pendapat.
Kapolri mengungkapkan hal itu kepada pers, seusai memberikan
pengarahan kepada jajaran Polda Maluku, Sab-tu (11/1) di Mapolda
Maluku.
Dikatakan, walaupun aksi unjuk rasa dilancarkan untuk menyampaikan
pikiran dan pendapat tetapi yang diharapkan aksi tersebut
berlangsung dengan tertib dan damai.
(cmg/izc)
|
|