Senin, 13 Januari 2003

N A S I O N A L

No.  4308

 
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Nasional
Ekonomi
Jabotabek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Iptek
Hiburan
Feature
Mandiri
Ritel
Hobi
Wisata
Eureka
Kesehatan
Cafe & Resto
Hotel & Resor
Asuransi
Otomotif
Properti
Budaya
CEO
Opini
Foto
Karikatur
Komentar Anda
Tentang SH

 

Kenaikan Harga BBM, TDL, Telepon
Megawati Minta Pengertian
dan Dukungan Rakyat   

Denpasar, Sinar Harapan
Presiden Megawati Soekarnoputri menegaskan, keputusan pemerintah menaikkan harga BBM, telepon dan listrik adalah semata–mata untuk memperbaiki kondisi perekonomian bangsa Indonesia. Untuk itu masyarakat diimbau agar mengerti, kendati keputusan menaikkan harga tersebut dirasakan sangat berat.

”Pemerintah tak punya pilihan lain, kecuali menaikkan harga BBM,” ujar Megawati ketika menyampaikan pidato politiknya selaku Ketua Umum DPP PDIP pada perayaan HUT PDIP ke-30 di lapangan Mengwi, Badung, Bali, Minggu (12/1).
Hadir pada acara itu antara lain Gubernur Bali Dewa Made Beratha, Ketua DPRD Bali dan juga Ketua DPD PDIP Bali IBP Wesnawa serta pejabat muspida lainnya.
Di hadapan ribuan massa PDIP dari berbagai daerah, Megawati menyatakan, pemerintah ingin segera keluar dari krisis yang dihadapi sekarang ini dan sekaligus ingin mengurangi beban utang luar negeri. Pilihan yang diambil untuk mengatasi segala krisis itu, menurut Megawati, adalah dengan menaikkan harga BBM.
Dia menjelaskan, selama ini rakyat Indonesia lebih sering dininabobokkan, sehingga tanpa menyadari perekonomian Indonesia runtuh akibat besarnya utang luar negeri. ”Pengalaman 5 tahun lalu, masyarakat kita sering dininabobokkan.
Hanya mengharapkan dukungan politik rakyat, perekonomian menjadi runtuh,” paparnya sembari menyatakan keyakinannya bahwa keputusan menaikkan harga BBM tersebut akan membawa kehidupan masyarakat lebih baik lagi pada masa mendatang.
Ia mengakui, kebijakan menaikkan harga BBM yang menjadi isu politik pada awal 2003 tersebut tidak populis. Namun, imbuh Megawati, pada masa mendatang keputusan menaikkan harga BBM ini akan membawa dampak konstruktif bagi rakyat. Berkaitan dengan hal itu, Megawati berulangkali meminta pengertian dan sekaligus dukungan dari masyarakat.
”Saya minta pengertian dan dukungan masyarakat untuk membangun ekonomi bangsa ini, walau keputusan menaikkan harga BBM terasa berat,” ucapnya seraya mengingatkan rakyat supaya hidup sederhana dalam menghadapi kondisi seperti sekarang ini, sehingga bangsa Indonesia bisa terlepas dari beban utang luar negeri.
”Pemerintah tidak punya pilihan lain untuk membangun kondisi perekonomian bangsa, sehingga diperlukan pengertian dan dukungan masyarakat,” lanjut Megawati berulangkali, dan disambut aplaus dari ribuan massa partai berlambang banteng dalam lingkaran tersebut.
Pada HUT PDIP ke 30 yang dihadiri Taufiq Kiemas dan Guruh Soekarnoputra tersebut, Megawati juga banyak menyoroti masalah penegakan hukum, terutama pada tingkat Mahkamah Agung (MA). Ia menilai, banyak perkara pidana yang akhirnya dibebaskan pada tingkat MA, meski ditemukan sejumlah bukti. ”Walau ada bukti, penegakan hukum di tingkat MA sering bebas,” tandasnya.
Seusai perayaan HUT PDIP ke 30 yang berjalan aman dan tertib tersebut, Megawati dengan didampingi sejumlah pejabat muspida di Bali menyempatkan diri mengunjungi Kabupaten Tabanan.
Di salah satu persawahan di desa di Tabanan ini, Kepala Negara secara simbolis menanam bibit padi, sebagai tanda menetapkan Kabupaten Tabanan sebagai daerah lumbung beras bagi Provinsi Bali.

Bagian Demokrasi
Di Ambon, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal Pol. Da'i Bachtiar, mengatakan maraknya aksi unjukrasa menentang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), tarif dasar listrik (TDL) dan telepon yang terjadi di seluruh Indonesia merupakan hal yang wajar dalam alam demokrasi khususnya dalam menyampaikan pikiran dan pendapat.
Kapolri mengungkapkan hal itu kepada pers, seusai memberikan pengarahan kepada jajaran Polda Maluku, Sab-tu (11/1) di Mapolda Maluku.
Dikatakan, walaupun aksi unjuk rasa dilancarkan untuk menyampaikan pikiran dan pendapat tetapi yang diharapkan aksi tersebut berlangsung dengan tertib dan damai.
(cmg/izc)
 

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2002