Rabu, 13 November 2002

Memperjuangkan Kemerdekaan dan Keadilan Kebenaran dan Perdamaian Berdasarkan Kasih

No.  4263

 
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Nasional
Ekonomi
Jabotabek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Iptek
Hiburan
Feature
Mandiri
Ritel
Hobi
Wisata
Eureka
Kesehatan
Cafe & Resto
Hotel & Resor
Asuransi
Otomotif
Properti
Budaya
CEO
Opini
Foto
Karikatur
Komentar Anda
Tentang SH

 

Amrozi Rindu Istri dan Anak 

Denpasar, Sinar Harapan
Tersangka pelaku pengeboman Bali, Amrozi, ingin bertemu dengan istrinya Susiyati. Keinginan ini diutarakannya kepada penyidik. Menurutnya, istrinya tidak tahu menahu soal peledakan bom tersebut.
Demikian dikatakan oleh Ketua Tim Investigasi Bom Bali, Irjen Pol. Made Mangku Pastika. Dikarenakan itulah, Made akan mencari istri ketiga Amrozi ini. Penggeledahan oleh aparat Polda Jatim kemarin di Lamongan juga gagal menemukan istri tersangka itu.
Selain berkeinginan untuk bertemu istrinya itu, Amrozi juga ingin bertemu dengan kedua anaknya. Kerinduan itu diakibatkan pada saat berbuka puasa bersama ia selalu didampingi istri dan kedua anaknya.
”Kini kami sedang memerintahkan kepada anak buah untuk segera mencari istri ketiga Amrozi dan dapat segera didatangkan ke Bali dan bertemu dengannya,” ujar Mangku Pastika.
Made juga menjelaskan bahwa saat ditanyakan kepada tersangka untuk berhadapkan kepada wartawan, tersangka selaku eksekutor bom Bali menyatakan bersedia. Namun demikian, pihak Polda Bali akan menentukan waktu yang tepat untuk menghadirkannya. Kemungkinan besar sore ini akan dapat dipertemukan dengan wartawan. Berbarengan dengan kedatangan dengan Kapolri, Jendral Da’i Bachtiar.
Sementara itu, Polda Jatim semalam sekitar pukul 22.00 WIT, mendatangkan saksi yang telah menemukan ribuan amunisi serta senjata milik Amrozi, yaitu Qomaruddin alias Kamar. Kemungkinan besar saksi itu akan dipertemukan dengan tersangka karena barang bukti yang ditemukan adalah titipan tersangka kepada Kamar.
Sementara itu, Kamar yang nampak lelah setibanya di Bali, tidak mau ditanya oleh para wartawan. Ia lebih banyak diam. Laki-laki yang berusia kira-kira 65 tahun ini, nampak banyak diam saat ditanyai oleh wartawan.

Kapolri Temui Amrozi
Kapolri Jenderal Da’i Bachtiar, Rabu siang ini akan berkunjung ke Polda Bali. Kunjungan Jenderal bintang empat ini selain untuk memberi dukungan moral kepada tim investigasi yang dipimpin Irjen I Made Mangku Pastika maupun kepada para anggota kepolisian, khususnya Polda Bali. Selain itu Kapolri akan menemui langsung Amrozi.

Kapolri akan melakukan tanya jawab kepada tersangka di ruangan khusus yang telah disediakan oleh Kapolda Bali Irjen Budi Setiawan dengan didampingi ketua tim investigasi Irjen Made Mangku Pastika, Wakabadiv Humas Mabes Polri Brigjen Edward Aritonang dan Kadispen Polda Bali Ajun Komisaris Besar Y. Suyitno.
Menurut Kadispen Polda Bali, selain melihat langsung tersangka Amrozi, Kapolri juga akan melihat senjata yang dimiliki oleh Amrozi yang berhasil disita di Hutan Dadapan, Lamongan, Senin (11/11) siang. Senjata-senjata tersebut di antaranya adalah 2 pucuk M16, 1 pucuk AR15/A2, 2 pucuk senjata LA, dan 2 pistol FN kaliber 19 mm berikut 5.080 butir peluru.
Selain senjata-senjata itu diperlihatkan Kapolri juga akan melihat serpihan bom yang ditemukan. Suyitno juga menjelaskan barang bukti yang akan digelar nanti adalah yang terkait dengan pengeboman Bali. Selanjutnya, Jenderal Da’i Bachtiar akan mengadakan jumpa pers.

Sangat Dikenal
Pada kesempatan lain, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono mengungkapkan nama tersangka utama pelaku peledakan bom di Legian, Bali, Amrozi, sudah sangat dikenal di dunia intelijen sehingga penangkapan dan penahanan yang bersangkutan bukanlah sesuatu yang luar biasa.
Di dunia intelijen baik di Indonesia, Malaysia atau Singapura, nama Amrozi sangat akrab dibicarakan. ”Tetapi untuk melakukan penangkapan bukanlah tugas intelijen melainkan tugas kepolisian,” ujar Hendropriyono menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela acara buka puasa bersama di rumah Wakil Ketua MPR Oesman Sapta di Jalan Denpasar, Kuningan, Selasa (12/11) malam.
Kepala BIN juga mengungkapkan kakak kandung Amrozi yang bernama Muklas dan kini buron disebut-sebut sebagai pengganti orang yang sangat dicari yakni Hambali. Jadi keluarga Amrozi memang masuk dalam daftar intelijen. Mengenai keawaman masyarakat terhadap penangkapan Amrozi apalagi dikaitkan dengan latar belakang pendidikan dan tempat tinggal yang bersangkutan di Tenggulun, Lamongan, memang sangat wajar. Tetapi gerak-gerik dari Amrozi dan keluarganya memang sudah lama dipantau oleh pihak intelijen.
”Jadi tidak betul penilaian banyak orang bahwa Amrozi dikorbankan untuk mendapatkan tersangka kasus peledakan bom Bali,” tegas Hendropriyono sambil menambahkan pihaknya menyambut gembira dan memberi acungan jempol kepada aparat kepolisian yang telah berhasil menangkap kemudian membuka jaringan Amrozi dalam kaitan peristiwa peledakan bom Bali.
Nama Amrozi, kata Hendropriyono, selain cukup dikenal berbagai kalangan gerakan radikal Islam juga sering berganti-ganti nama terutama ketika berada di Afghanistan. Yang bersangkutan pernah berganti nama menjadi Syayyid.
Tentang kekhawatiran sebagian kalangan umat Islam mengenai akan dilakukannya penangkapan-penangkapan berikut terhadap tokoh-tokoh Muslim, Kepala BIN menjamin bahwa hal itu tidak akan terjadi apalagi terhadap mereka yang tidak ada hubungan sama sekali dengan gerakan teroris.
”Saya menjamin tidak akan ada penangkapan terhadap tokoh Muslim secara membabi buta. Tindakan demikian adalah tindakan fatal dan akan berakibat jauh. Masak saya mau bunuh diri? Saya juga seorang Muslim,” tukas Hendropriyono meyakinkan wartawan.

Tidak Terkait
Sementara itu, saat ditanyakan mengenai dilepasnya pimpinan Pondok Pesantren Al Islam Muhammad Zakaria, Selasa pagi, Kadispen Polda Bali, Ajun Komisaris Besar Y. Suyitno menjelaskan bahwa pimpinan Pondok Pesantren Al Islam itu faktanya tidak terkait dengan pengeboman Bali. Namun bila bukti-bukti lain menunjukkan Zakaria keterlibatannya tentu dia akan dipanggil dan diperiksa kembali.
Kadispen juga menjelaskan bahwa Amrozi sudah mencabut hak pengacara atas dirinya yang ditunjuk oleh Polda Bali, yaitu Made Suryawan, S.H. Mulai kemarin sudah dilakukan pemeriksaan oleh tim penyidik terhadap Amrozi dengan didampingi oleh pengacaranya Suyanto, SH, MM yang ditunjuk keluarganya.
Sementara itu pengacara Amrozi, Suyanto, saat dihubungi oleh SH mengatakan pihaknya akan mengabaikan berbagai hasil pemeriksaan tersangka Amrozi selama ini. Hal ini dikarenakan ia baru kemarin ditunjuk langsung oleh tersangka, sehingga akan minta dilakukan pemeriksaan ulang.
Namun, saat ia bertemu dengan penyidiknya, dari Polda Bali, penyidik tersebut mengatakan bahwa bila ada pemeriksaan yang akan dilakukan terhadap Amrozi maka Suyanto baru akan dipanggil. Sejak ia ditunjuk sebagai pengacara Amrozi, ia belum juga dihubungi oleh penyidik.
”Jadi hingga kini, saya belum mendampingi pemeriksaan terhadap klien saya. Karena belum pernah ada telepon dari para penyidik untuk segera mendampingi dan melakukan pemeriksaan. Tunggulah kalau sudah ada panggilan itu. Namun, siang ini saya akan ke Polda Bali untuk menemui klien saya,”ungkapnya.
Selasa siang, dua orang polwan dari Polres Lamongan diterjunkan untuk melakukan penggeledahan di Pondok Pesantren Al Islam milik Zakaria. Hampir selama kurang lebih 3 jam, apa yang dicari-cari pihak kepolisian dan dicurigakan oleh pihak kepolisian tidak ditemukan. Penggeledahan itu guna mencari istri ketiga Amrozy, Susilowati yang diduga mengetahui kegiatan Amrozi menjelang peledakan bom Bali. Meski demikian, aparat polwan tersebut gagal menemukan Susilowati dalam penggeledahan yang disaksikan Ketua Yayasan Ponpes Al Islam Ustad Chozin.
Penggeledahan kemarin, yang dipimpin Brigjen Goris Merre dan Ajun Komisaris Besar Carlo Tewu mendapatkan bukti lain berupa potongan-potongan sisa paralon, lem paralon, dan sepasang sepatu tentara yang kini dijadikan barang bukti di Polres Lamongan.

Banyak Amrozi
Sementara itu, Kantor Imigrasi Tanjung Perak Surabaya mengaku tidak tahu menahu dan enggan memeriksa keaslian paspor Amrozi yang ditemukan bersama sejumlah senjata api beserta amunisinya di hutan Dadapan kabupaten Lamongan, Senin (11/11) malam.
”Kami tidak tahu apapun mengenai paspor Amrozi, karena ada banyak paspor dengan nama itu,” kata Kepala Sub Seksi Lintas Batas (Linbat) Imigrasi Tanjung Perak Surabaya Mujiantoro SH kepada SH di Surabaya, Selasa (12/11) siang.
Menurut Mujiantoro, pihaknya tidak merasa perlu melakukan pemeriksaan atas keaslian paspor satu-satunya tersangka peledakan bom di Bali itu mengingat belum adanya permintaan dari pihak kepolisian.
Selain itu, katanya, pemeriksaan keaslian paspor Amrozi bisa dilakukan sendiri oleh aparat kepolisian. ”Sebagai sesama aparat, polisi juga berwenang memeriksa keasliannya tanpa melibatkan kami. Lagi pula, hasilnya bisa lebih dipertanggungjawabkan karena mereka punya laboratorium,” ujarnya.
Hanya saja, pihaknya sempat mengeluarkan arsip data pemegang paspor di wilayahnya, termasuk kabupaten Lamongan, saat aparat kepolisian melakukan pemeriksaan untuk mencari informasi seputar paspor Amrozy di kantor Imigrasi Tanjung Perak, pekan lalu. (bud/han/sur)


 

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2002