|
Amrozi Rindu Istri
dan Anak
Denpasar, Sinar Harapan
Tersangka pelaku pengeboman Bali, Amrozi, ingin bertemu dengan
istrinya Susiyati. Keinginan ini diutarakannya kepada penyidik.
Menurutnya, istrinya tidak tahu menahu soal peledakan bom tersebut.
Demikian dikatakan oleh Ketua Tim Investigasi Bom Bali, Irjen Pol.
Made Mangku Pastika. Dikarenakan itulah, Made akan mencari istri
ketiga Amrozi ini. Penggeledahan oleh aparat Polda Jatim kemarin di
Lamongan juga gagal menemukan istri tersangka itu.
Selain berkeinginan untuk bertemu istrinya itu, Amrozi juga ingin
bertemu dengan kedua anaknya. Kerinduan itu diakibatkan pada saat
berbuka puasa bersama ia selalu didampingi istri dan kedua anaknya.
”Kini kami sedang memerintahkan kepada anak buah untuk segera
mencari istri ketiga Amrozi dan dapat segera didatangkan ke Bali dan
bertemu dengannya,” ujar Mangku Pastika.
Made juga menjelaskan bahwa saat ditanyakan kepada tersangka untuk
berhadapkan kepada wartawan, tersangka selaku eksekutor bom Bali
menyatakan bersedia. Namun demikian, pihak Polda Bali akan
menentukan waktu yang tepat untuk menghadirkannya. Kemungkinan besar
sore ini akan dapat dipertemukan dengan wartawan. Berbarengan dengan
kedatangan dengan Kapolri, Jendral Da’i Bachtiar.
Sementara itu, Polda Jatim semalam sekitar pukul 22.00 WIT,
mendatangkan saksi yang telah menemukan ribuan amunisi serta senjata
milik Amrozi, yaitu Qomaruddin alias Kamar. Kemungkinan besar saksi
itu akan dipertemukan dengan tersangka karena barang bukti yang
ditemukan adalah titipan tersangka kepada Kamar.
Sementara itu, Kamar yang nampak lelah setibanya di Bali, tidak mau
ditanya oleh para wartawan. Ia lebih banyak diam. Laki-laki yang
berusia kira-kira 65 tahun ini, nampak banyak diam saat ditanyai
oleh wartawan.
Kapolri Temui Amrozi
Kapolri Jenderal Da’i Bachtiar, Rabu siang ini akan berkunjung ke
Polda Bali. Kunjungan Jenderal bintang empat ini selain untuk
memberi dukungan moral kepada tim investigasi yang dipimpin Irjen I
Made Mangku Pastika maupun kepada para anggota kepolisian, khususnya
Polda Bali. Selain itu Kapolri akan menemui langsung Amrozi.
Kapolri akan melakukan tanya jawab kepada tersangka di ruangan
khusus yang telah disediakan oleh Kapolda Bali Irjen Budi Setiawan
dengan didampingi ketua tim investigasi Irjen Made Mangku Pastika,
Wakabadiv Humas Mabes Polri Brigjen Edward Aritonang dan Kadispen
Polda Bali Ajun Komisaris Besar Y. Suyitno.
Menurut Kadispen Polda Bali, selain melihat langsung tersangka
Amrozi, Kapolri juga akan melihat senjata yang dimiliki oleh Amrozi
yang berhasil disita di Hutan Dadapan, Lamongan, Senin (11/11)
siang. Senjata-senjata tersebut di antaranya adalah 2 pucuk M16, 1
pucuk AR15/A2, 2 pucuk senjata LA, dan 2 pistol FN kaliber 19 mm
berikut 5.080 butir peluru.
Selain senjata-senjata itu diperlihatkan Kapolri juga akan melihat
serpihan bom yang ditemukan. Suyitno juga menjelaskan barang bukti
yang akan digelar nanti adalah yang terkait dengan pengeboman Bali.
Selanjutnya, Jenderal Da’i Bachtiar akan mengadakan jumpa pers.
Sangat Dikenal
Pada kesempatan lain, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM
Hendropriyono mengungkapkan nama tersangka utama pelaku peledakan
bom di Legian, Bali, Amrozi, sudah sangat dikenal di dunia intelijen
sehingga penangkapan dan penahanan yang bersangkutan bukanlah
sesuatu yang luar biasa.
Di dunia intelijen baik di Indonesia, Malaysia atau Singapura, nama
Amrozi sangat akrab dibicarakan. ”Tetapi untuk melakukan penangkapan
bukanlah tugas intelijen melainkan tugas kepolisian,” ujar
Hendropriyono menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela acara buka
puasa bersama di rumah Wakil Ketua MPR Oesman Sapta di Jalan
Denpasar, Kuningan, Selasa (12/11) malam.
Kepala BIN juga mengungkapkan kakak kandung Amrozi yang bernama
Muklas dan kini buron disebut-sebut sebagai pengganti orang yang
sangat dicari yakni Hambali. Jadi keluarga Amrozi memang masuk dalam
daftar intelijen. Mengenai keawaman masyarakat terhadap penangkapan
Amrozi apalagi dikaitkan dengan latar belakang pendidikan dan tempat
tinggal yang bersangkutan di Tenggulun, Lamongan, memang sangat
wajar. Tetapi gerak-gerik dari Amrozi dan keluarganya memang sudah
lama dipantau oleh pihak intelijen.
”Jadi tidak betul penilaian banyak orang bahwa Amrozi dikorbankan
untuk mendapatkan tersangka kasus peledakan bom Bali,” tegas
Hendropriyono sambil menambahkan pihaknya menyambut gembira dan
memberi acungan jempol kepada aparat kepolisian yang telah berhasil
menangkap kemudian membuka jaringan Amrozi dalam kaitan peristiwa
peledakan bom Bali.
Nama Amrozi, kata Hendropriyono, selain cukup dikenal berbagai
kalangan gerakan radikal Islam juga sering berganti-ganti nama
terutama ketika berada di Afghanistan. Yang bersangkutan pernah
berganti nama menjadi Syayyid.
Tentang kekhawatiran sebagian kalangan umat Islam mengenai akan
dilakukannya penangkapan-penangkapan berikut terhadap tokoh-tokoh
Muslim, Kepala BIN menjamin bahwa hal itu tidak akan terjadi apalagi
terhadap mereka yang tidak ada hubungan sama sekali dengan gerakan
teroris.
”Saya menjamin tidak akan ada penangkapan terhadap tokoh Muslim
secara membabi buta. Tindakan demikian adalah tindakan fatal dan
akan berakibat jauh. Masak saya mau bunuh diri? Saya juga seorang
Muslim,” tukas Hendropriyono meyakinkan wartawan.
Tidak Terkait
Sementara itu, saat ditanyakan mengenai dilepasnya pimpinan Pondok
Pesantren Al Islam Muhammad Zakaria, Selasa pagi, Kadispen Polda
Bali, Ajun Komisaris Besar Y. Suyitno menjelaskan bahwa pimpinan
Pondok Pesantren Al Islam itu faktanya tidak terkait dengan
pengeboman Bali. Namun bila bukti-bukti lain menunjukkan Zakaria
keterlibatannya tentu dia akan dipanggil dan diperiksa kembali.
Kadispen juga menjelaskan bahwa Amrozi sudah mencabut hak pengacara
atas dirinya yang ditunjuk oleh Polda Bali, yaitu Made Suryawan,
S.H. Mulai kemarin sudah dilakukan pemeriksaan oleh tim penyidik
terhadap Amrozi dengan didampingi oleh pengacaranya Suyanto, SH, MM
yang ditunjuk keluarganya.
Sementara itu pengacara Amrozi, Suyanto, saat dihubungi oleh SH
mengatakan pihaknya akan mengabaikan berbagai hasil pemeriksaan
tersangka Amrozi selama ini. Hal ini dikarenakan ia baru kemarin
ditunjuk langsung oleh tersangka, sehingga akan minta dilakukan
pemeriksaan ulang.
Namun, saat ia bertemu dengan penyidiknya, dari Polda Bali, penyidik
tersebut mengatakan bahwa bila ada pemeriksaan yang akan dilakukan
terhadap Amrozi maka Suyanto baru akan dipanggil. Sejak ia ditunjuk
sebagai pengacara Amrozi, ia belum juga dihubungi oleh penyidik.
”Jadi hingga kini, saya belum mendampingi pemeriksaan terhadap klien
saya. Karena belum pernah ada telepon dari para penyidik untuk
segera mendampingi dan melakukan pemeriksaan. Tunggulah kalau sudah
ada panggilan itu. Namun, siang ini saya akan ke Polda Bali untuk
menemui klien saya,”ungkapnya.
Selasa siang, dua orang polwan dari Polres Lamongan diterjunkan
untuk melakukan penggeledahan di Pondok Pesantren Al Islam milik
Zakaria. Hampir selama kurang lebih 3 jam, apa yang dicari-cari
pihak kepolisian dan dicurigakan oleh pihak kepolisian tidak
ditemukan. Penggeledahan itu guna mencari istri ketiga Amrozy,
Susilowati yang diduga mengetahui kegiatan Amrozi menjelang
peledakan bom Bali. Meski demikian, aparat polwan tersebut gagal
menemukan Susilowati dalam penggeledahan yang disaksikan Ketua
Yayasan Ponpes Al Islam Ustad Chozin.
Penggeledahan kemarin, yang dipimpin Brigjen Goris Merre dan Ajun
Komisaris Besar Carlo Tewu mendapatkan bukti lain berupa
potongan-potongan sisa paralon, lem paralon, dan sepasang sepatu
tentara yang kini dijadikan barang bukti di Polres Lamongan.
Banyak Amrozi
Sementara itu, Kantor Imigrasi Tanjung Perak Surabaya mengaku tidak
tahu menahu dan enggan memeriksa keaslian paspor Amrozi yang
ditemukan bersama sejumlah senjata api beserta amunisinya di hutan
Dadapan kabupaten Lamongan, Senin (11/11) malam.
”Kami tidak tahu apapun mengenai paspor Amrozi, karena ada banyak
paspor dengan nama itu,” kata Kepala Sub Seksi Lintas Batas (Linbat)
Imigrasi Tanjung Perak Surabaya Mujiantoro SH kepada SH di Surabaya,
Selasa (12/11) siang.
Menurut Mujiantoro, pihaknya tidak merasa perlu melakukan
pemeriksaan atas keaslian paspor satu-satunya tersangka peledakan
bom di Bali itu mengingat belum adanya permintaan dari pihak
kepolisian.
Selain itu, katanya, pemeriksaan keaslian paspor Amrozi bisa
dilakukan sendiri oleh aparat kepolisian. ”Sebagai sesama aparat,
polisi juga berwenang memeriksa keasliannya tanpa melibatkan kami.
Lagi pula, hasilnya bisa lebih dipertanggungjawabkan karena mereka
punya laboratorium,” ujarnya.
Hanya saja, pihaknya sempat mengeluarkan arsip data pemegang paspor
di wilayahnya, termasuk kabupaten Lamongan, saat aparat kepolisian
melakukan pemeriksaan untuk mencari informasi seputar paspor Amrozy
di kantor Imigrasi Tanjung Perak, pekan lalu. (bud/han/sur)
|
|