Rabu, 2 Oktober 2002

N A S I O N A L

No.  4228

 
Halaman Utama
Tajuk Rencana
Nasional
Ekonomi
Jabotabek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Iptek
Hiburan
Feature
Mandiri
Ritel
Hobi
Wisata
Eureka
Kesehatan
Cafe & Resto
Hotel & Resor
Asuransi
Otomotif
Properti
Budaya
CEO
Opini
Foto
Karikatur
Komentar Anda
Tentang SH

 

Diharapkan Tahun 2003 Semua Puskesmas Punya Dokter PNS 

Jakarta, Sinar Harapan
Departemen Kesehatan mengharapkan pada tahun 2003 semua Puskesmas di Indonesia sudah memiliki dokter pegawai negeri sipil (PNS) yang menjabat sebagai kepala Puskesmas.
”Sejalan dengan program revitalisasi Puskesmas maka prioritas pengangkatan calon pegawai negeri sipil (CPNS) ditujukan bagi dokter pasca PTT guna mengisi Puskesmas yang hampir 50% belum terisi dokter PNS. Dengan demikian diharapkan pada tahun 2003, semua Puskesmas sudah memiliki dokter PNS sebagai kepala Puskesmas,” kata Menteri Kesehatan Achmad Sujudi, di Jakarta, Selasa (1/10).
Menurutnya, keberadaan dokter PTT akan menjadi tenaga pendamping yang secara penuh menjalankan tugas upaya pelayanan medik dasar. ”Dengan demikian, diharapkan performance Puskesmas di tahun mendatang dapat meningkat,” lanjutnya.
Sesuai dengan keputusan BKN Nomor B.I.26-4/V.85-7/99 tanggal 12 September 2002 bahwa formasi CPNS Depkes tahun 2002 dialokasikan sebesar 5.000 formasi.
Hal tersebut merupakan realisasi dari usul formasi CPNS Depkes tahun 2002 sebesar 10.000 yang direalisasikan sebagai berikut: 5.000 formasi dengan status CPNS pusat tahun 2002 diperuntukkan mengangkat tenaga dokter guna mengisi Puskesmas yang belum mempunyai dokter PNS.
Selain itu, 2.000 formasi disampaikan ke provinsi/kabupaten/kota sebagai CPNS daerah untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis dan tenaga kesehatan lainnya di daerah dan 3.000 formasi akan disampaikan pada awal tahun 2003. Seleksi penerimaan CPNS Depkes akan dilaksanakan pada November 2002 secara serentak di 30 provinsi.
Dengan kebijakan desentralisasi, provinsi/kabupaten/kota mempunyai kewenangan untuk mengupayakan pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan di daerahnya masing-masing. Diharapkan dengan dialokasikannya sekitar 2.000 formasi untuk provinsi/kabupaten/kota, maka kebutuhan tenaga kesehatan di daerah dapat dipenuhi.
(van)


 

 

 

 

Copyright © Sinar Harapan 2002