|
Mencengangkan,
Angka Seks Pranikah Pelajar dan Mahasiswa
Purbalingga, Sinar Harapan
Pakar seksologi dr Boyke Dian Nugraha SpOg, mengaku tercengang
dengan sebuah penelitian yang menyuguhkan data 6 - 20% anak SMU dan
mahasiswa di Jakarta pernah melakukan hubungan seks pranikah. Lebih
mengagetkan lagi, survei yang dilakukan terhadap mahasiswa
kedokteran di sebuah universitas swasta menyatakan, 35% dari mereka
sepakat adanya seks pranikah.
Kontan, pernyataan dr Boyke itu membuat peserta seminar Pornografi,
Biologi Reproduksi dan Perilaku Seks Remaja di Gedung Korpri
Purbalingga, Minggu (7/7) yang kebanyakan remaja terdiam. ”Jadi saya
minta supaya remaja terutama yang perempuan berhati-hati terhadap
seks bebas,” katanya.
Dia mengungkapkan, cinta dan seks adalah satu masalah terbesar
ketika manusia menginjak usia remaja. Persoalan yang muncul adalah
kehamilan remaja, aborsi, terputusnya sekolah, perkawinan usia muda,
perceraian, pe-nyakit kelamin dan penyalahgunaan obat. Itu semua,
kata dr Boyke, merupakan dampak negatif dari petulangan cinta dan
seks yang menyimpang ketika remaja.
Dia meminta supaya remaja khususnya perempuan tidak terjebak dalam
perilaku seks menyimpang. Untuk itu, seorang remaja putri harus
berani ngomong ”tidak!” kepada pacarnya jika si pacar menghendaki
aktivitas pacaran melebihi batas. ”Permintaan berhubungan seks
dengan kedok bukti cinta jangan pernah dipenuhi, karena yang paling
rugi adalah perempuan. Ingat, perempuan kehilangan keperawanannya,
seumur hidup ia akan menderita. Kalau si-cowok tetap memaksa, si
cewek harus berani mengatakan goodbye alias putus,” ujarnya.
Meski di kota kecil, ternyata para remaja yang hadir juga tidak
segan-segan mengajukan pertanyaan yang cukup sensitif. Boyke
menjelaskan, ”Saya punya delapan orang pasien yang hamil tetapi
keperawanannya masih utuh. Jadi, bagi remaja putri harus
berhati-hati. Jangan mau kalau dirayu kekasihnya untuk membuktikan
cintanya dengan cara seperti ini,” tuturnya. (lid)
|
|