Senin, 4 Maret 2002

Memperjuangkan Kemerdekaan dan Keadilan Kebenaran dan Perdamaian Berdasarkan Kasih

No.  4052


Halaman Utama
Tajuk Rencana
Nasional
Ekonomi
Jabotabek
Nusantara
Luar Negeri
Olah Raga
Iptek
Feature
Hiburan
Opini
Foto
Karikatur
Komentar Anda
Tentang SH

 

Sigung, si Bulu Indah Berbau Busuk

DI mancanegara, hewan bernama sigung tenar dengan nama skunk atau stink badger. Ia terdiri dari dua spesies, yaitu sigung Indonesia yang bernama Latin Mydaus javanensis dan sigung Palawan alias Mydaus marchei. Jenis terakhir ini memiliki ukuran tubuh lebih kecil dari yang pertama. Keduanya menghasilkan gas berbau tak sedap yang berasal dari anal. Di Malaysia, hewan mamalia ini dipanggil dengan sebutan teledu.
Bau busuk yang keluar dari lubang dubur sigung merupakan hasil sekresi. Bau inilah yang dijadikan alat bela diri saat sigung ada dalam bahaya. Musuh-musuhnya, termasuk manusia pemburu, tidak tahan dengan kebusukan bau tersebut dan langsung melarikan diri. Uniknya, asap penyebar bau ini mempunyai warna, yaitu hijau. Predator paling ganas dari hewan ini adalah burung elang alap-alap dan harimau.
Di seluruh dunia, habitat sigung hanya terdapat di Sumatera, Jawa, Filipina, Kalimantan dan kepulauan Natuna. Itu pun, saat ini, sudah jarang dijumpai. Di Jawa, sigung masih bisa dijumpai di wilayah Taman Nasional Gunung Pangrango dan beberapa hutan di kawasan Jawa Barat. Orang Amerika dan Eropa senang memelihara sigung seperti halnya kucing atau anjing karena daya pikat bulunya yang indah.
Tergolong dalam famili mustiledae dan genus mydaus, sigung adalah hewan bermoncong panjang berbulu lebat dan panjang. Warna bulu tersebut didominasi coklat tua atau hitam dengan belang putih. Warna putih berada di tengah bagian tubuh, yaitu dari tengah bagian atas kepala hingga ekor.
Kaki sigung terbilang pendek tapi memiliki otot kuat. Bobot tubuh sigung cukup bervariasi, antara 1,4 - 3,6 kilogram. Panjang badannya bisa mencapai 50 sentimeter.
Sigung yang jumlahnya kian menyusut ini suka memangsa berbagai hewan invertibrata seperti serangga dan cacing. Mereka mencari makanan dengan cara menggali tanah dengan kaki depan. Sigung termasuk golongan binatang penyendiri yang mencari mangsa saat hari gelap. Sementara dari pagi hingga petang, ia lebih suka bersembunyi dalam terowongan. (mer)

Halaman muka | Tajuk Rencana | Nasional | Ekonomi | Jabotabek | Nusantara | Luar Negeri |
Olah Raga
| Iptek | Feature | Hiburan | Opini | Foto | Karikatur | Tentang SH | Komentar Anda

Copyright © Sinar Harapan 2001