|
Manajemen Diri dalam Berinvestasi
Dengan modal awal sekitar Rp 1 juta, berapa yang mungkin anda peroleh lewat investasi di pasar finansial selama sekitar 4 dekade? Mungkin ada yang menjawab ratusan juta atau beberapa miliar. Bagaimana kalau ada orang yang berhasil meningkatkan uang tersebut menjadi ratusan triliun rupiah ? Bukan, ini bukan dukun duit, orang ini adalah seorang investor sungguhan yang menurut daftar orang terkaya versi majalah Forbes sempat menduduki peringkat pertama dunia pada paro pertama dekade 90-an.
Warren Buffett, demikian nama investor piawai itu, memulai investasinya hanya dengan uang sebesar US$ 100 pada akhir dekade 50-an. Pada pertengahan dekade 90-an nilai investasinya telah berkembang menjadi lebih dari US$ 30 miliar. Luar biasa! Apa sih rahasianya?
Warren Buffett ternyata adalah orang yang senang belajar dan menghargai gurunya. Ia mengaku dirinya adalah murid dua investor kondang: Benjamin Graham dan Philip Fisher. Benjamin Graham terkenal dengan strategi investasi nilai (value investing), yaitu kombinasi strategi pemilihan saham berdasarkan analisis fundamental terhadap posisi keuangan perusahaan dan dan strategi diversifikasi. Secara khusus strategi Graham menekankan kriteria kuantitatif untuk mencari saham yang harga pasarnya jauh lebih murah ketimbang harga wajarnya (wajar menurut perhitungan kuantitatif tersebut). Berbeda dengan Graham, Philip Fisher lebih mengandalkan kriteria kualitatif tentang faktor kunci penentu kesuksesan perusahaan seperti kualitas tim manajemennya.
Ajaran kedua mahaguru investasi, ditambah dengan pelajaran yang diperolehnya dari pengalaman pribadi, menjadikan Buffett investor piawai yang unik yaitu investor versi Buffett. Kiat investasinya telah menjadi topik banyak buku best seller seperi buku karangan Robert Hagstrom Jr. - The Warren Buffett Way (Cara Warren Buffett).
Bagaimana menjadi investor yang baik? Paling sedikit ada tiga karakteristik penting kunci sukses investor yang dikemukan Buffett seperti ditulis dalam buku itu: kemampuan menahan emosi (ketakutan dan keserakahan), mengutamakan analisis fundamental perusahaan (bukannya analisis peramalan pasar), dan kemampuan melawan arus. Pasalnya, dalam jangka pendek, harga saham di pasar seringkali secara dominan dipengaruhi oleh emosi para investor. Sebaliknya, dalam jangka panjang pasar akan mengikuti fundamental perusahaan. Bila investor memegang teguh ketiga karakteristik di atas, peluang sukses dalam jangka panjang relatif tinggi.
Buffett juga percaya bahwa strategi investasi yang tepat harus disesuaikan dan diselaraskan dengan karakteristik atau kepribadian investor agar orang bisa menikmati perjalanan hidup sebagai seorang investor. Buffett sendiri terlihat begitu bahagia dengan aktivitasnya sebagai investor. Katanya: “Semua yang saya inginkan dalam hidup ini ada di sini.... Saya mencintai setiap hari kehidupan saya (sebagai investor)...” Ternyata kuncinya adalah kembali kepada kombinasi antara pengetahuan/ketrampilan teknis investasi dan kepiawaian mengendalikan diri. Mau sukses dalam berinvestasi? Jangan lupa belajar dan mempraktekkan manajemen diri!
|